Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 50


__ADS_3

Layya menolak tubuh rayyan di atasnya dengan kedua tangannya namun dengan sigap rayyan meraih kedua pergelangan tangan layya menaikkannya ke atas kepala layya mencekalnya di sana sedangkan kedua manik matanya menatap layya geli di sertai kekehannya, yang bagi layya sangat sangat menganggu bagi telingannya.


"ray?! apa yang kamu lakukan...? lepasin! ". protes layya yang sudah di ambang batas kesabarannya.


"tutup matamu! ". ujar rayyan singkat namun sukses membuat kedua kening layya menyatu.


"...kau gila? lebih baik kamu lepasin aku ray...?!".


"bukankah tadi kamu menyuruhku masuk ke kamar mandi?...jadi tutup matamu...seperti kamu tidak mempercayaiku lalu...mana mungkin aku juga bisa mempercayaimu?...untuk tidak melihat...tidak, mungkin juga kamu hanya akan sekedar melirik tapi tetap saja aku...".


"berapa kali aku katakan rayyan Zeki Andryatama?...aku tidak tertarik!". ujar layya geram dengan gertakkan giginya.


"melihat sifatmu tentu saja aku tahu tapi tetap saja aku tidak percaya". kekeh rayyan padahal entah kenapa hati dan pikirannya sangat mempercayai kata kata layya.


Menatap rayyan dengan mata penuh kemarahan sebelum layya memilih mengalah, menghela nafas dan memejamkan matanya.


Percuma berdebat dengan pria ini. lama lama ia juga yang harus mengalah.


Layya menggertakkan giginya. apalagi setelah mendengar kekehan keji rayyan di atasnya yang masih belum juga pindah padahal ia sudah memutup mata.


'lihat saja kalau pria ini berani mempermainkannya lagi! '. geram batin layya.


"ngomong ngomong...sudah lama ya layya? aku tidak melihatmu begini?... tanpa kain penutup kepala itu! ". ujar rayyan, yang belum berniat bangkit dari atas tubuh layya.


Layya mengerjap namun tidak membuka matanya.


"kau sedang mempermainkanku ray?...kau tidak berniat untuk pindah bukan?! ". dingin layya tanpa membuka mata.


Rayyan seperti tidak mendengar ucapan layya tapi malah asyik menikmati menatap wajah layya yang tanpa penutup kepala seperti hari hari biasa.


Beberapa detik kemudian terdengar helaan nafas rayyan di ikuti bunyi ranjang dari rayyan yang melompat turun, mencari handuk yang ia kenakan semalam ternyata terletak indah tidak jauh dari pintu di mana awal mula semua...

__ADS_1


Rayyan menggeleng tidak mau mengingat lagi hal semalam bisa bisa ia bisa memaksa layya dan yang paling parah ia bisa jadi memerkosa wanita ini jika dia tidak mau. jika menyangkut hal nafsu aku kira tidak ada satu pun pria bisa berpikir positif. di tambah...


Rayyan mengalihkan matanya melihat layya di atas ranjang setelah mengenakan handuknya yang hanya terlilit di bawah pusat di atas lutut.


Rayyan lagi lagi menghela nafas tajam. di bawah selimut itu...layya dengan tanpa satu helai benangpun. oh...bagaimana aku bisa berpikir jernih? shit...


Umpat rayyan sebelum melangkah ke kamar mandi dan membanting pintunya keras.


Layya segera membuka selimut penutup tubuhnya. menoleh melihat rayyan memastikan pria itu tidak mengintip atau benar benar sudah masuk kamar mandi dan tidak keluar lagi. mendengar suara guyuran air shower. gerak cepat layya melompat dari ranjang mencari bajunya. ya, baju yang ia kenakan semalam saat menghadiri party tergeletak indah di depan pintu.


Di depan pintu?. aku benar benar sudah gila.


Layya sangat berniat mau memikirkan hal terakhir yang ia ingat semalam sebelum kesadarannya hilang dan ia bisa ada di kamar rayyan. namun alarm di dalam kepalanya berbunyi memperingatkan dirinya untuk menutupi tubuhnya lebih dulu.


Layya memunguti cepat semua pakaiannya lalu mencari tempat yang sedikit tertutup. paling tidak jika tiba tiba saja pria sialan itu keluar. dia tidak akan langsung melihatnya.


💜💜💜💜💜


"kamu mau pergi begitu saja...?". berkacak pinggang dengan satu alis terangkat, berdiri menatap layya yang berniat mau keluar dari kamar rayyan diam diam.


Layya membalik badan melihat rayyan namun sebentar sebelum layya kembali berbalik setelah matanya melebar terkejut melihat penampilan rayyan di depannya.


"tidak bisakah kamu memakai bajumu dulu?! ". jerit layya geram.


Rayyan menyungging senyum keji.


"aku baru keluar dari kamar mandi dan jika itu aku lakukan dulu bukankah seseorang yang ada di depan pintu itu sekarang tidak ada lagi di sana? dan entah kapan aku bisa melihatnya lagi".


Mata layya berkedip kedip. ia membenarkan 100% membenarkan ucapan rayyan. lagian ngapain dirinya harus menunggu pria itu? melarikan diri atau bersembunyi di saat begini adalah hal yang lebih membuatnya tertarik.


Layya berdecak kesal. ini akibat ketidak hati hatiannya atau...kebodohannya karna terlalu percaya sama orang. eughhh...

__ADS_1


Layya menarik nafas cepat.


"yang tadi malam hanya kesalahan! tidak ada yang perlu di bicarakan, aku tidak akan menyalahkanmu karna...aku sendiri yang masuk ke sini jadi...".


"jadi?! ". mata tajam rayyan memicing menatap layya di depannya bernafas tenang dan bersikap tenang dengan masih berdiri seperti tadi namun sekarang tangannya terlipat di dadanya, yang semakin menonjolkan otot otot lengan dan tubuhnya.


"jadi...apapun hal tadi malam...kejadian apapun...lupakan!... itu saja, itu kesalahan".


Cleck...


Brakh...


Suara bantingan pintu yang terdengar cukup keras namun sama sekali tidak mengusik ketenangan seorang rayyan, yang masih berdiri di tempatnya. matanya yang tajam bak seekor elang yang siap menerkam mangsanya, menatap ke daun pintu di mana tadi layya menghilang dari tatapannya. sedangkan giginya bergemelatuk rapat di dalam sana dengan nafasnya di atur atur untuk seorang rayyan keluarkan. geram? kesal? marah? menghantamnya sekaligus.


Bibirnya terkunci, lidahnya kelu tidak bisa berkata kata dan tubuhnya sulit untuk ia ajak berkerja sama.


Sedangkan di luar. setelah membanting pintu. layya bukannya langsung melaju ke kamarnya tapi layya masih berdiri di sana sembari memegang dadanya.


Bukan karna dirinya jatuh cinta lagi pada rayyan atau...ia gugup terhadap rayyan tapi...


Ptak...


Layya memukul jidatnya sendiri. untuk menyadarkan pikirannya. ralat, lebih tepat membersihkan matanya dari melihat tubuh rayyan tadi.


Bohong jika ia akan bilang lagi tidak tertarik pada tubuh rayyan. ralat, lebih tepat ia sangat menyukai bentuk tubuh pria seperti itu. meskipun itu bukan rayyan. aku yakin semua wanita juga menyukainya. tubuh bak aktor hollywood? tidak, para model model hollywood...


'arghhh...layya sadarkan dirimu?! '. layya mengacak acak kepalanya yang tertutup hijapnya.


Layya menarik nafas tajam. menatap ke depan, melangkah pergi dari sana setelah menenangkan debaran jantungnya. bukan karna rayyan tapi...karna sangat sangat terkejut melihat tubuh sebagus itu. biasa ia melihatnya di majalah majalah yang di sodorkan eliv ketika makan siang bareng atau di film film hollywood ketika nonton bersama bareng rekan kerja atau...di platform ketika ia dulu di new york.


Gila...ini benar benar gila. sejak kapan bentuk tubuh pria itu begitu? apa sekarang dia rajin olahraga? apa terbentuk karna rajin olahraga? apa...arghhhh....pertanyaan pertanyaan liar begitu terus bermunculan di otaknya.

__ADS_1


"oh layya? berpikir jernihlah". layya terus mengoceh hingga ia sampai di pintu kamarnya.


"aku harus menjauhinya ya, harus menjauhinya ketika bertemu jika tidak...arghhh...aku yakin aku tidak bisa menahan rasa penasaranku untuk tidak bertanya bagaimana dia membentuk tubuhnya hingga menjadi begitu".


__ADS_2