Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 46


__ADS_3

Kapal pesiar mewah dan besar dengan lantai yang beberapa tingkatan. memasuki satu koridor di mana kamar suite berada. lengkap sofa dan kamar mandi mewah. salah satu di antaranya kamar yang terlihat sekarang. suite room. dengan sofa dan beberapa benda lain penghias ruangan tersebut namun semuanya tidak ada pada tempatnya lagi. sofa dan meja yang bergeser, benda benda yang berjatuhan dan ada juga yang pecah. helaian pakaian pria dan wanita di lantai yang berserakan. naik ke ranjang yang berukuran king size dengan sprei dan selimut yang serba putih menutupi tubuh dua manusia yang polos tanpa sehelai benangpun di dalamnya. si pria yang terbaring terlentang menampilkan dadanya yang bidang bisa membuat para wanita menggila dalam sekali lihat sedangkan si wanita yang terbaring menyamping ke sisi pria dengan deru nafas pelan dalam nyenyaknya.


Cahaya matahari pagi yang sudah naik ke atas menembus tirai jendela kamar tersebut yang sedikit terbuka membuat mata si wanita mengedip terbangun lelapnya.


Layya Zunaira. itulah wanita yang terbaring di samping pria bertelanjang dada tersebut. Rayyan Andriyatama.


Layya membuka matanya dan pemandangan pertama yang di lihat oleh kedua manik matanya adalah sesosok tubuh pria yang sedikit kecoklatan dengan rahangnya yang keras tegas di hiasi jambang tipis di sekitarnya, semakin membuatnya tambah seksi.


Layya segera bangun setengah berbaring melihat jelas sosok pria di sampingnya.


'ra-ray-rayyan...? '. kedua bola mata layya sontak saja membulat. dengan cepat kepala layya memutar ke samping dan ke seluruh isi kamar tersebut sebeluk kembali menjatuhkan pandangannya pada rayyan yang masih terlelap.


'ini bukan kamarnya lalu...ini...kamar...rayyan...?..lalu...bagaimana aku bisa ada di sini? '. layya menatap rayyan, berniat mau membangunkan rayyan meminta penjelasan namun terhenti saat layya lebih memilih mengingat dulu apa yang sebenarnya terjadi semalam. ia tidak akan bertanya pertanyaan bodoh bahkan kepada dirinya sendiri. melihat dirinya yang tanpa pakaian juga rayyan juga kamar yang berantakan sudah pasti mereka...


Layya menggeleng keras tidak mau memikirkan hal itu meski sudah terjadi. menggigit ujung jarinya layya mencoba berpikir. paling tidak, ingatannya yang terakhir semalam.


"eurghhhh...". lenguhan rayyan membuat pikiran layya tersentak dan ia sontak menoleh melihat rayyan dengan ngeri. berharap pria ini tidak bangun dulu.


Dalam pikirannya sangat benar terlintas akan satu hal. kalau pria yang sedang tidur di sampingnya sekarang, tidak membawanya ke sini, menyeretnya atau bahkan memaksanya lalu...bagaimana ia bisa masuk ke kamar ini dan bisa bersama dengan rayyan?.


Mata layya tersentak saat ia teringat tawaran 2 wanita, yang menawari diri mereka semalam untuk mengantarnya ke kamarnya di mana saat itu kepalanya sangat pusing bahkan ia tidak bisa melihat jalan lagi untuk kembali ke kamar.

__ADS_1


'ya? aku yakin...wanita wanita itu yang mengantarku semalam...'. layya lagi lagi melihat isi kamar.


Layya memijit keningnya di mana kepalanya sedikit masih pusing. 'seharusnya aku mendengarkan rendra untuk tidak percaya siapapun'. layya mendesah lelah. 'sekarang nasi sudah jadi bubur aku...'. layya menoleh menatap rayyan yang sudah membuka matanya dan sedang menatap layya dengan posisinya setengah berbaring menyamping bertopang dagu. raut wajahnya terlihat santai sedangkan layya yang sudah duduk dari tadi sembari memegang selimut menutupi tubuh bagian atasnya yang polos. melihat rayyan yang sudah terbangun sontak kedua mata layya membulat terkejut.


"kau...?".


"pagi? ". rayyan menyapa santai lalu memasang senyum jail.


Kedua mata layya lagi lagi membulat. seandainya bola kelereng mungkin sudah melompat keluar menggelinding entah kemana.


'bisa bisanya pria ini bersikap santai? '.


"ray kau...?".


"ahhh...aku kira aku bermimpi semalam! ". dengan santai rayyan mengeluarkan kalimat tersebut.


Tidak bisa tidak kedua manik mata layya lagi lagi membulat.


"kamu gila?...ray? kamu tahukan?... ini seharusnya tidak terjadi aku...kamu...". layya menggeleng keras namun ia tidak bisa menyalahkan rayyan karna apa? karna ingatannya yang terakhir...


Layya memejamkan matanya lagi lagi menggeleng. ia berharap sangat berharap yang terjadi semalam hanyalah mimpi saja.

__ADS_1


Rayyan mendengus sembari tersenyum.


"jadi kamu mengingat semuanya? syukurlah, itu artinya kamu tidak akan menyalahkanku".


"apa perlu untuk diingat? di saat keadaan seperti ini? dan ya? aku tidak ingat apapun tentang semalam dan aku berharap juga tidak akan pernah mengingat, terkecuali kebodohanku yang percaya dengan orang dan bisa masuk ke sini sehingga...". layya lagi lagi menggeleng. ia yakin seseorang sengaja semalam memasukkannya ke mari lalu...tunggu...


'aku pusing setelah minum lemon tea dari pelayan pria itu...lalu...'. layya menarik nafasnya dalam dalam. ia berdecak kesal. 'aku masih ingat terakhir kali merasakan pusing dan...ahh...aku kepanasan juga saat itu. ya. 4 tahun yang lalu tapi saat itu...aku sengaja meminumnya untuk...'. layya menoleh melihat rayyan di sampingnya lalu ia mendesah.


'untuk membantu rayyan dari seorang model yang mau menjebak rayyan'. tapi untungnya saat itu...ia di bantu rendra, di bawa rendra ke kamar hotel di mana hotel yang sama di adakan acara saat itu dan tentu saja rendra tidak ngapain ngapain dirinya. esok paginya ia terbangun dengan kepala pusing di kamar asing dan pakaian masih lengkap, pakaian yang ia kenakan saat acara semalam. meski ia sempat bermimpi erotis yaitu melihat rayyan lalu...kita berciuman. tapi itu hanya mimpi. kenapa mimpi? karna paginya ia tahu rendra yang membantunya dan tidak ada rayyan sama sekali.


Tunggu...


Layya menoleh menatap rayyan dengan kesal.


"ray? bukankah seharusnya kamu tidak menyentuh ku? kamu tentu tahu aku di beri obat, kepalaku pusing dan tubuhku tiba tiba kepanasan semalam dan semalam itu bukan diriku yang sebenarnya tapi kamu tidak, kamu bisa menghindar atau...kamu...bisa mengikatku atau...ahh...mengunciku di kamar mandi misal? itu lebih baik".


Rayyan menarik nafas dan menghelanya dengan kesal.


"tidak jika seorang wanita tidak bertelanjang di depanku semalam lalu menyerangku duluan...bahkan aku sudah mencoba menjauh...layya...asal kamu tahu? kamu sangat ganas dan agresif semalam dan juga...aku bukan diriku semalam". seseorang...tentu ada di balik ini.


Ingatan rayyan kembali ke semalam di mana ia sebelum pusing lalu tubuhnya yang panas tidak, sangat panas lalu ia melihat layya yang tiba tiba ada di kamarnya dan dengan pemandangan yang memancing hasratnya seketika. ckck...

__ADS_1


Flashback...


__ADS_2