
Setah puas menangis aku pun bisa menguasai diri. kang Firman sangat telaten menghadapi ku hingga akhir nya aku pun biasa tenang.
"neng akang mandi dulu ya. apa neng mau ikut!" ajak nya. aku pun menggelengkan kepala. tanda kau ta mau ikut.
"baik lah. akang tinggal sebentar ya neng!" ucap nya setelah itu meninggal kan ku sendirian di kamar. aku menatap kepergian nya. kali ini yang ku rasa adalah trauma ku terdahulu terulang tapi beda persi. mas Adi meninggalkan kenangan saat kami pacaran hingga ijab kabul kepergian nya dengan menyerahkan hati nya sepenuh nya untuk ku. tapi sekarang dengan kang Firman ia tidak meninggalkan ku seutuh nya hanya saja separuh hati nya meninggalkan ku. dari awal ia hanya memberiku separuh hati nya saja bukan sepenuh nya. ta lama pintu kamar terbuka terlihat kang Firman hanya menggunakan handuk di bagian bawah nya saja, ia bertelanjang dada. terlihat ada banyak bekas gigitan mba Nina di dada nya. hati ku pun kembali sakit. tanpa terasa air mata ku menetes lagi. kang Firman belum memperhatikan ku. aku cepat cepat menghapus air mata ku.
"sayang ayo kita keluar!" ajak nya.
"kemana kang!" jawab ku dengan suara yang sudah serak.
"ke mall. " ajak nya lagi. aku pun bangkit dan mengganti pakaian ku. mungkin kalo jalan jalan hati yang sakit akan berkurang. setelah siap kami pun keluar rumah dan menaiki motor aku memegang erat pinggang kang Firman. kami pun berangkat menuju mall yang di maksud. setelah 1 jam perjalanan kami pun sampai kami menuju ke sebuah resto yang ada di dalam mall. kami memesan makanan pada pelayan resto.
"sayang, nanti kita belanja ya. untuk keperluan kamu.!" ucap nya. aku pun mengangguk.
"hey Dira, !" ucap suara yang aku kenali menyapa ku.
__ADS_1
"Arif, !" ucap ku sedikit kaget. ia tersenyum ke arah ku.
"sama siapa kamu?" ia bertanya.
"kenal kan ia Kang Firman, suami ku. dan ini Arif kang, teman sekantor ku dulu waktu aku tinggal di desa ku. ! aku memperkenalkan mereka ber dua. mereka pun berjabat tangan. wajah Arif berubah dingin.
"ya sudah Ra aku kesana dulu ya." ucap nya setelah itu meninggal kan ku dan juga kang Firman.
ta berapa lama makanan kami pun datang. lidah ku sudah mulai menerima makanan.
"hey, Dira.!" sapa Rendi pada ku. ternyata tuhan langsung mengabulkan doa ku.
"hey, Ren. sama siapa kamu?" tanya ku pada nya.
"sendiri tadi habis ketemu rekan kerja. kamu sama siapa Ra?" ia bertanya lagi dan menatap kang Firman. ku rasa ia hanya basa basi saja. karna pasti ia sudah tau siapa yang duduk di sampingku.
__ADS_1
"oh ia. kenalkan ini suami ku kang Firman, dan ini kang nama nya Rendi teman waktu SMP dulu.!" ucap ku mengenalkan mereka ber dua. mereka pun saling menyebut nama dan bersalaman.
"mas boleh aku gabung!" ijin Rendi pada kang Firman.
"boleh. apa sekalian kamu pesan makanan biar kita makan bersama.!" usul kang Firman.
"tidak mas. aku sudah makan tadi.!" kang Firman pun mengangguk.
"sudah lama kang nikah sama temen ku yang ceroboh ini?" tanya Rendi pada kang Firman.
"hampir satu tahunan ia kan sayang!" jelas nya.
"hemm,, ternyata lama juga ya mas. semoga langgeng. oh ia aku pamit duluan masih ada kerjaan maaf ga bisa lama lama. lain kali kita ketemu lagi." ucap Rendi sambil berdiri. kang Firman pun mengangguk.
"oh ia mas satu lagi. jangan pernah sakiti dia karna banyak yang mengantri ingin di posisi mas !" setelah berkata seperti itu Rendi pun langsung pergi. kang Firman menatap ku penuh tanda tanya. aku hanya tersenyum dan mengangkat bahu ku. ia masih bingung dengan pernyataan Rendi tadi.
__ADS_1