Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 62


__ADS_3

       Kami sedang di perjalanan menuju rumah yang di maksud kan Tio. ternyata rumah itu masih dekat dengan rumah bunga kecil. hanya bersebelahan gang. kami pun sampai di kediaman baru kami ku lihat rumah nya cukup bagus. aku sengaja minta rumah yang tidak mewah hanya rumah sederhana tapi nyaman. kurang lebih bentuk rumah nya seperti rumah ku yang di tinggali Tika. kami pun turun. di sana sudah ada wanita sedang menyapu halaman.


"selamat sore tuan nyonya. kalian pasti tuan Leo dan nyonya Bunga kan, saya bi Asih yang akan membantu mengurus rumah ini. salam kenal!" jelas nya.


"selamat sore bi, ia terimakasih bi. mohon bantuan nya ya bi.!" aku tersenyum pada bi Asih.


Bang Rahmat melihat ke sekeliling rumah, lalu aku di ajak nya masuk bi Asih masih melanjutkan pekerjaan nya. setelah melihat lihat kami pun di hampiri oleh bi Asih.


"tuan dan nyonya mau makan, saya sudah masak ?" tanya bi Asih.


"boleh bi,!" jawab bang Rahmat. kami pun menuju meja makan. bi asih dengan telaten melayani kami. kami pun makan dengan mengajak bi Asih makan bersama tapi ia menolak kata nya sudah makan tadi.


"sayang nanti kita pulang dulu untuk ambil baju dan pamit sama mama.!" usul bang Rahmat. aku pun mengangguk mengerti.


setelah selesai makan kami pun beristirahat di dalam kamar sebentar. walau pun rumah nya sederhana tapi di dalam kamar sudah ada kamar mandi nya.

__ADS_1


habis magrib kami pun berangkat ke kediaman mama Laras. untuk mengambil baju dan berpamitan. sekitar 1 jam perjalanan kami pun sampai. ku lihat mama sedang duduk di ruang tamu.


"asalamualaikum ma,!" aku pun menghampiri nya dan mencium tangan nya.


"waalaikumsalam, ko malam pulang nya habis dari mana..?" tanya mama Laras setelah menyambut tangan ku.


"tadi liat rumah ma.?" jawab ku.


"rumah siapa?" tanya mama lagi.


"ko pindah. emang nya ada apa, ga betah ya di rumah mama?"


"bukan begitu ma, aku hanya ingin melayani bang Rahmat sebagai seorang istri sepenuh nya. kalo di sini kan aku jarang melayani nya karna sudah ada bibi.!" jelas ku.


"emm, ya sudah ga papa, yang penting nanti sering sering ya ke sini.!" dengan wajah sendu mama mengijinkan kami pindah.

__ADS_1


"ya sudah ma aku ke atas dulu untuk beres beres.!"


"em,," ia mengangguk sambil tersenyum!".


aku dan bang Rahmat menuju ke atas meninggal kan mama Laras di ruang tamu.


sekitar 1 jam an kami sudah beres dengan barang apa saja yang ingin kami bawa. semua sudah siap ada 3 koper besar. aku membawa satu koper. bang Rahmat membawa 2 koper. kami pun menuruni tangga di sana masih ada mama Laras berdiri ia menghampiri kami.


"sayng hati hati di sana ya. mama pasti merindukan kalian.!"


"baik ma, mama juga baik baik di rumah ya. nanti Bunga akan sering kesini" mama memelukku.


"kami pamit dulu ma!" aku dan bang Rahmat bergantian mencium tangan mama Laras dan berpamitan. kami pun menuju mobil dan perlahan meninggalkan halaman rumah mama Laras. terlihat mama Laras masih di teras rumah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2