Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 3


__ADS_3

   Perempuan paruh baya itu menunjuk nunjuk wajah ku. tatapan mata nya sangat nyalang sarat penghinaan terhadap ku.


"ini dia wanita pembawa sial yang sudah membunuh putra ku. ternyata kamu hanya pengamen jalanan. betapa miris nya nasip anak ku sudah di guna guna wanita sia*an ini." ucap mamanya mas Adi. Semua mata yang hadir tertuju pada ku. mereka saling berbisik. Caca memegang pundak ku sedang kan Rendi maju selangkah.


"maaf sebelum nya. ibu kalo bicara pikir dulu jangan hanya asal ucap aku bisa saja menuntut ibu atas pencemaran nama baik. putra ibu meninggal karna terkena asma dan serangan jantung. apa ibu tidak melihat hasil medis.?" jelas Rendi dengan tegas.


"hey anak baru kemaren tau apa kamu tentang masalah anak ku.berani berani nya kamu ikut campur.!" ucap nya sambil berkacak pinggang. kaka nya mas Adi mencoba membela mama nya.


"kalo begitu siap siap saja di jemput oleh pihak yang berwajib. kalo kalian tetap berkeras. ayo Ra jangan di hirau kan ucapan mereka yang tidak benar." ucap Rendi sambil menuntun ku keluar tempat itu. terdengar mama nya mas Adi masih memaki di belakang. aku hanya diam seribu bahasa.


"sudah Ra, jangan di ambil pusing. kamu kan tau watak mereka seperti apa!" ucap Caca menghibur ku.


"em,, aku tidak apa apa. walau pun di jelas kan kalo memang dasar nya tidak suka tetap lah aku salah di hadapan mereka.!" ucap ku dengan tersenyum getir.


"maaf kan aku Ra, gara gara aku maksa kamu ikut ngamen jadi begini.!" ucap Rendi penuh penyesalan.

__ADS_1


"tak apa Ren, aku tidak menyalah kan mu. hanya saja waktu nya tidak tepat.hee,,!" aku terkekeh. aku sudah kebal dengan makian dari keluarga mas Adi. jadi masalah tadi ku anggap angin lalu. kami duduk di taman yang terdapat kursi nya.


"tunggu sebentar ya,,?" ucap Rendi pada kami. setelah itu ia berlari dengan meninggalkan gitar nya.


"mau kemana dia Ra?" tanya Caca.


"entah!" jawab ku singkat sambil mengangkat bahu ku.


"Rendi ganteng juga ya Ra,hee!" ucap Caca sepintas.


"kamu suka sama Rendi?" tanya ku sambil tersenyum.


"memang nya anak kepala desa itu akan menjabat apa sih di kelurahan?" tanya ku bingung.


"ia akan menjadi staf khusus keuangan di kantor kita!" jelas Caca lagi.

__ADS_1


"oh,,!"


"maaf lama ya kalian nunggu nya!" Rendi dengan nafas memburu menyapa kami.


"ini untuk kalian.!" ucap Rendi sambil menyerahkan eskrim pada ku dan Caca.


"terimakasih!" ucap aku dan Caca bersamaan. "


"kita ke musholla sana yo!" ajak Rendi saat terdengar kumandang adzan magrib. Caca pun menatap ku. ia berbeda keyakinan dengan kami. makan nya ia bingung menjawab apa.


"maaf Ren, aku hari ini lagi halangan. Caca juga ia tidak seiman dengan kita.!" jelas ku.


"em,, baik lah. aku kesana dulu ya kalian di sini tunggu aku.!" ucap nya.


"maaf Ren seperti nya kami pulang duluan deh. aku sudah cape.!" jelas ku pada Rendi.

__ADS_1


"ia Ren, kami belum pulang habis kerja tadi. cape.!" tambah Caca.


"ya sudah kapan kapan kita ketemu lagi ya!" ucap nya. kami pun berpisah Rendi menuju ke musholla taman aku dan Caca menuju mobil untuk pulang. sepanjang jalan banyak kata yang di ucap kan Caca yang memuji Rendi. aku pun tersenyum mendengarkan nya cerita.


__ADS_2