Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 21


__ADS_3

   Suasana sngat canggung. kami sudah duduk di satu meja. ya aku bertemu dengan Arif dan Rendi tanpa sengaja. aku hanya diam tanpa membuka kata sedikit pun.


"Dira, kenapa pesan ku tidak kamu buka dan balas.?" tanya Arif membuka suara. aku pun menatap nya.


"Ra aku atau kamu yang jelaskan pada nya?" tanya Rendi lagi. aku memandangi mereka bergantian. mereka ini malah menambah pusing aku. aku sekarang kan ke sini niat nya ingin menetralkan pikiran ku karna permasalahan rumah tanggaku yang rumit. ini malah di tambah kehadiran mereka ber dua. aku menghembuskan nafas kasar.


"Ren, aku sudah menjelaskan semua pada nya tapi ia ta percaya!" aku mencoba menjelas kan. Rendi terlihat menatap Arif.


"kenapa kamu tidak percaya?" ia bertanya pada Arif.


"karna aku menduga Dira hanya menghindar dari ku. aku sangat yakin itu!" Arif menjawab sekena nya.


"hemm,,kalo memang benar yang Dira katakan apa kamu mau menjauhi nya?" tanya Rendi lagi. karna saat ta sengaja bersenggolan dengan Arif tadi ia memaksaku untuk ikut dengan nya dan menikah dengan nya. semua itu di lihat oleh Rendi. saat Arif terus memaksa baru Rendi memegang tangan ku yang satu nya. dan berakhir lah kami di meja kotak ini. bukan meja bundar ya.


"aku tidak bisa janji. aku akan menunggu Dira sampai ia menjanda lagi.!" ucap nya dengan lantang. mata ku melotot mendengar pernyataan nya.

__ADS_1


"kalo begitu Ra tidak usah membuktikan apa apa lagi ia akan tetap mengganggu mu.!" jelas Rendi. aku pun terdiam.


"aku mau pulang.!" ucap ku sambil beranjak dari duduk ku.


"biar aku antar!" ucap Arif.


"aku bawa motor sendiri!" aku menolak. Rendi melihat kami yang sedang berdebat dengan posisi berdiri.


"sudah lah tuan, jangan memaksakan kehendak. wanita kalo di paksa akan menjauhi mu!" ucap Rendi. perlahan Arif pun duduk.


"huh, gara gara mereka aku gagal makan!" ucap ku bergumam sendiri.a ku memasang helm ku lalu pergi. aku menuju warung pinggir jalan untuk makan lalapan. ternyata antrian nya sangat panjang. aku pun menunggu hingga 30 menit. karna kepalang ingin jadi rela menunggu selama itu.


setelah tiba nomer antrian ku. aku pun memesan menu andalan lalapan lengkap beserta Pete goreng dengan kulit. saat menunggu aku memain kan hp ku.


"hey, ketemu lagi kita!" ada suara laki laki yang aku kenali menyapa ku. entah ia memang mengikuti ku atau tanpa sengaja kami bertemu lagi.

__ADS_1


"Rendi,!" ucap ku. ia pun tersenyum ke arah ku.


"kamu sudah mesan?" ia bertanya.


"sudah, kamu?" tanya ku balik.


"belum nih. kamu pasti mesan menu andalan kamu yang dulu di sana kan hee,, !" ia menebak dengan benar dan. tertawa. aku pun ikut tertawa.


"seperti nya Arif itu cinta mati sama kamu!" jelas nya


"kenapa?" tanya ku.


"ya dia sampai ga perduli kamu sudah punya suami ia masih saja mengejar mu!" ucap nya. aku hanya mengangkat bahu ku tanda aku ta tau.


"santai saja Ra. kita kan teman, cerita yang mau kamu ceritakan aku siap menjadi pendengar.!" ucap nya lagi. aku pun masih berfikir untuk bercerita. padahal aku sangat membutuh kan teman cerita saat ini untuk memberikan solusi yang tepat. tapi aku masih enggan enggan bercerita. hingga kami pun mengobrol biasa sampai selesai makan kami berpisah. ternyata Rendi ngontrak di gang sebelah. selama peroyek nya belum selesai.

__ADS_1


__ADS_2