
Aku menangis tersedu sedu merasakan mas Dion menampar ku. entah apa salah ku. aku diseret kelar rumah. ku lihat wajah mas Dion sangat marah. aku tidak tau jelas apa yang sudah terjadi. "Rasakan wanita sialan. itu pantas untuk kamu terima. hahahaa" terdengar nyata suara indah menggema. aku melihat area bawah ku ber d***h. aku sentuh cairan itu dengan tangan ku aku tatap tangan ku dengan seksama. aku menangis sekuat kuat nya. "mas Dion kamu
pem b***h, kamu mem b***h anak ku..aaaaaaa"
"aaaaaaa... " aku terduduk dan merasakan basah di pipi ku. mimpi ini terasa nyata. bulir keringat membasahi kening ku. aku lihat jam di dinding menunjukkan jam 5 pagi. aku bangun untuk membersihkan diri lalu melakukan sholat subuh.
Aku duduk sambil memegangi segelas air putih. aku mengingat ingat mimpi buruk ku. apa ini pertanda. aku takut terjadi sesuatu terhadap ku. aku menepis pemikiran yang tida tida. aku beranjak dari dapur untuk duduk di teras. hari ini aku tidak membeli sayur karna aku ingin makan di resto. aku melihat bunga bunga ku mekar.
aku mendengar suara mas Dion dan indah bertengkar. entah apa yang sudah terjadi. aku melihat indah keluar rumah menuju ke rumah ku.
aku masih duduk tenang di kursi yang ada di teras rumah.
"hey, bunga jangan kira kamu sudah menang dengan menerima mas Dion lagi. aku pastikan mas Dion akan berpaling dari mu." cerca nya mengintimidasi ku.
"liat saja siapa yang lebih di sayang mas Dion aku atau kamu.?" tunjuk ku tepat di depan wajah nya.
"jangan harap. aku akan membuat mas Dion benci terhadap mu camkan itu." indah mengancam ku. aku hanya tersenyum licik.
"sudah ancaman nya. silahkan kembali dan jangan kesini lagi." ucap ku sinis. ia pun berbalik dan pergi dengan menghentak hentakkan kaki. aku pun duduk kembali. untuk menikmati suasana pagi ini.
mas Dion keluar dari rumah nya. ia menuju ke rumah ku. aku pun menampakkan senyum. bagai mana pun ia suami sah ku. aku berdiri dan mencium tangan nya.
"mas, mau kopi.?''
"boleh,!" ia duduk di kursi teras. aku pun masuk ke dalam dan membuatkan kopi serta membawa kue bolu pandan kesukaan mas Dion.
"silahkan di minum mas, dan makan roti nya" aku pun duduk di sebelah nya kami terhalang meja.
''terimakasih."
"hemm,," aku mengangguk.
"mas sudah makan, ?" tanya ku lagi memecah kecanggungan antara kami.
"belum," jawab nya singkat.
"mau makan sekarang aku sudah masak." tawar ku lagi.
"nanti saja dulu."
"gimana mas apa indah tak setuju hingga ia datang ke sini marah marah.?"
"ya, aku sudah mengatakan semua nya dan tentang pembagian waktu. "
"lalu..?"
"ya aku membagi waktu untuk 3 hari di tempat mu dan 4 hari di tempat nya. tapi ia berkeras agar aku memberikan mu waktu 2 hari saja. itu yang ia minta." jelas mas Dion pada ku.
__ADS_1
"lalu keputusan mas bagai mana.?''
"apa kamu ke Beratan kalo mas meluangkan waktu 2 hari saja. ?" ia meminta pendapat ku.
"aku tidak masalh selagi indah tidak mengganggu ku."
"baik lah. aku pulang dulu mengambil sebagian pakaian ku." ia melangkah meninggal kan rumah ku.
gaway ku berbunyi. aku meraih nya dan mengangkat vido call dari Rahmat.
@Abi : hey.. lagi ngapain. ko muka nya masam sih.
@aku : kata siapa. aku baik baik aja.
@Abi : bagai mana perkembangan hubungn kamu dan juga Dion ?
@aku : aku memutuskan kembali. maaf.
@abi : bagus lah. tapi apa kata dari maaf itu bisa kamu jelas kan.
@aku : maaf untuk nasehat kamu yang sudah aku langgar.
mata ku berembun terlihat wajah Rahmat buram.
hingga air mata ku jatuh.
@aku : tapi kamu..?
@Abi : kenapa dengan ku.
dengan kening terangkat ia bertanya.
@aku : apa kamu kecewa keputusan ku ?
@Abi : tentu tidak lagian aku di sini akan segera menikah.
deg,, dadaku terasa sesak aku akan kehilangan ajudan ku.
@aku : kenapa mendadak...?
@Abi : siapa bilang mendadak. aku sudah jelas kan di pesan kamu juga sudah membuka nya.
@aku : siapa wanita beruntung itu yang sudah mendapat kan mu ?
@Abi : Sandra Wijaya.
@aku : oh wanita yang waktu itu ketemu di taman. selamat ya.
__ADS_1
wajah nya kelihatan sendu. entah apa yang di pikirkan nya.
@aku : kenapa. ?
@Abi : dia hamil dan menjebak ku. tapi itu bukan anak ku. nanti kalo kita ketemu aku ceritakan semua nya.
@aku : Hem,,,
@Abi : baik lah aku tutup dulu ya.
aku dan dia pun tersenyum. tapi entah kenapa hati ini sangat kehilangan nya. sempat ku kopi wajah nya saat kami melakukan vidio call tadi. aku yakin ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi dengan Rahmat. tapi aku berdoa suatu saat kami bisa bertemu lagi.
...****************...
@mas Dion : mas aku keluar dulu ada sesuatu yang ingin aku beli. nanti aku chat kalo sudah pulang.
aku mengirim pesan pada mas Dion. setelah itu menaruh gawai di tas ku. aku berencana mau beli ayam geprek dan cumi bakar serta jajanan lain nya.
aku menaiki motor ku dan memasang helm. setelah itu berlalu. saat melewati rumah mas Dion ia ada duduk di teras bersama Dio. mas Dion tersenyum pada ku. aku pun membalas senyum nya dan berlalu.
jam 4 sore baru aku pulang aku tadi sekalian jalan jalan ke mall. ingin membuang sesak di dada dengan jalan jalan. sekarang sudah lebih mendingan tidak sesakit tadi. entah apa yang membuat ku sakit. aku juga bingung. saat memasuki halaman rumah mas Dion sudah duduk di teras rumah ku dengan satu tas kecil nya. mungkin itu baju nya.
aku pun memasukkan motor ku ke garasi, mas Dion menghampiriku ia mengambil belanjaan ku dan melangkah keluar. aku menutup dan mengunci garasi.
kami sudah ada di dapur membuka belanjaan yang aku bawa. mas Dion duduk di meja makan ia memperhatikan ku.
"banyak sekali belanjaan bumil.?" mas Dion berucap sambil menghampiriku dan memeluk aku dari belakang.
"iya nih mas, aku tadi emosi. jadi meluapkan nya dengan belanja.!" jelas ku.
"emosi, dengan siapa?" ia mengarahkan pundak ku agar tubuh ku mengarah dia.
"Rahmat mas, ia mau menikah. tapi mendadak. entah apa alasan nya." dengan nada sewot aku menjelas kan pada mas Dion.
"ets,, jangan bilang kamu suka sama dia ya. karna aku tidak akan terima.,"
"ingat perjanjian kita. dan juga ia hanya sahabat aku mas." aku melepaskan tangn nya yng ada di pundak ku.
"ya sudah, mungkin itu hanya perasaan kehilangan sahabat. tapi kan persahabatan tidak akan putus walau pun sudah sama sama berumah tangga." jelas mas Dion. aku pun mengangguk membenarkan ucapan nya.
"yasudah, mandi dulu gih. aku Juga sudah selesai nih. "
"baik lah. istriku yang cantik dan penyabar" ia sekilas mencium pipi ku dan membawa tas nya ke kamar. pipi ku merona di perlakukan seperti itu. aku sudah bisa terima indah jadi madu ku. aku akn berdamai dengan hati ku. mungkin ini sudah jalan yang di garis kan untukku. mau bagai mana lagi melawan pun tidak mungkin. jadi harus terima dengan lapang dada.
...****************...
{ikutin terus ya kelanjutan cerita nya, terimakasih yang sudah membaca dan memberi saran. akan di suguh kan hal yang tidak terduga dari Rahmat dan Bunga. apakah mereka akn bersatu atau malam terpisah untuk selamanya. tapi untuk saat ini biar kan Dion bahagia dulu ya dengan 2 istri. hehehehe... }🙏
__ADS_1