
3 hari berlalu setelah kepergian kang Firman untuk bekerja dan juga pertemuan ku dengan Arif yang tanpa sengaja. aku duduk di teras rumah menunggu ke datangan kang Firman karna jam sudah menunjukkan jam 5 sore. tumben banyak mobil peroyek berlalu lalang di depan rumah ku. apa ada pembuatan proyek di lahan terbuka sana ya. tanya ku dalam hati. ta lama lewat mobil yang sangat aku kenali. tapi mungkin aku hanya salah lihat saja. sangat kebetulan sekali kalo benar aku pun mengabaikan nya karna aku ingin masuk ke dalam rumah. ta berapa lama hp ku berbunyi. aku mengangkat panggilan dari kang Firman.
@akang: halo syang, akang sudah sampai gudang bisa kamu jemput sekarang?"
@aku: baik kang Dira akan segera ke sana!"
@akang : hati hati di jalan ya neng!"
@aku: ia kang"
__ADS_1
Setelah menutup sambungan telpon aku gegas mengambil kunci motor dan tas. setelah itu aku menuju ke gudang di mana kang Firman berada. aku melewati jalan yang ada peroyek pembangunan ternyata benar. saat aku mengantar kang Firman belum ada hanya pembersihan lahan saja. terlihat ada 3 mobil mewah yang berjejer di lahan itu. aku pun melewati nya. hingga sampai di gudang. terlihat kang Firman tersenyum ke arah ku. ia membawa kantong keresek putih.
"assalamu'alaikum kang, udah lama nunggu nya?" tanya ku pada nya.
"waalaikumsalam.ga sayang, setelah sampai akang langsung nelpon neng tadi. " aku turun dan menyalami dan mencium tangan nya.
hingga kami pun siap menuju pulang di jalan saat melewati peroyek tadi mata ku bertemu tatap dengan Rendi ia menatap ku dengan mimik ta percaya. aku hanya mengangguk dan senyum. ia memperhatikan ku bersama dengan kang Firman dengan posisi tangan ku memeluk pinggang kang Firman. pasti bnyak pertanyaan yang terlontar di benak nya. ia pun terlihat masih syok tanpa membalas senyuman ku. kami pun berlalu dari tempat itu menuju ke kontrakan kami.
"aku gegas membuka pintu dan membiarkan kang Firman masuk duluan.
__ADS_1
"akang mau mandi dulu apa langsung makan?" tanya ku pada nya.
"akang makan dulu saja neng, sudah lapar.'' ucap nya. aku pun menyiapkan makan untuk kang Firman sekalian aku ikut makan. ta lama kumandang adzan terdengar.
"akang mandi dulu ya neng, kamu sholat duluan aja. nanti akang nyusul.!" ucap nya. aku pun mengangguk. kami pun melakukan aktifitas kami. setelah selesai aku keluar untuk nonton tv. kang Firman baru keluar dari kamar mandi. setelah itu ia masuk ke dalam kamar. ta lama ia pun keluar menggunakan peci dan sarung. aku merasa heran kang Firman sebentar sekali melakukan sholat nya. apa ia berbohong pada ku. tapi aku coba menepis semua pemikiran buruk tentang nya.
"neng, bagai mana masih sakit?" setelah menghampiriku dan memelukku dari belakang ia mencium tengkuk ku. sontak membuat aku merinding.
"sudah sembuh kang,!" jawab ku malu malu.
__ADS_1
"syukur deh. akang sudah ga sabar neng."ia pun langsung langsung menyerang ku dengan cumbuan nya. aku di angkat nya menuju kamar. aku tidak mau menolak nya karna sudah lama menahan hasrat nya. biar nanti kami membersihkan diri untuk sholat isya. setelah ia menyerang ku dengan berbagai gaya hingga waktu menunjukkan jam 12 malam ia pun langsung tertidur. sudah ku coba untuk membangun kan nya tapi ia tetap tertidur pulas mungkin karna lelah bekerja di tambah menyerang ku tadi yang memakan waktu sangat lama. aku pun bangkit. sudah ta terasa sakit lagi. aku pun membersihkan diri dan sholat isya yang terjeda karna harus melakukan kewajiban seorang istri. setelah selesai aku pun merebahkan diri di samping kang Firman yang sedang terbungkus selimut tanpa sehelai benang pun. ia bergerak dan memelukku. nafas nya terasa di samping telinga ku membuat aku merinding.
"sayang akang boleh minta lagi?" ucap nya membuat aku bersemu. aku pun mengangguk. dan terjadi lagi pergulatan yang ke 2 kali nya hingga jam 3 pagi. setelah itu kami pun tertidur pulas. aku kewalahan meladeni hasrat kang Firman ia begitu perkasa nya di atas ranjang. walau ku kira ukuran pusaka nya biasa saja. aku belum pernah juga sih melihat pusaka yang lain tapi aku lihat di pemikiran ku ya seperti itu. tapi kelebihan nya ya itu ia sangat ketagihan hingga bisa melakukan nya berkali kali. aku sangat puas di buat nya. aku memandang wajah kang Firman hingga tertidur.