
Siang hari nya mas Rendi pergi ke proyek pembangunan nya. aku tinggal di rumah. aku sedang menunggu paman sayur yang lewat pada sing hari dengan duduk bersantai di kursi teras sambil menikmati teh es. hari ini cuaca sangat cerah. sehingga terasa haus. ku lihat Kia pulang dari kerja. seperti nya hari ini jadwal gajihan karna pulang cepat. ia menuruni motor metik nya. sekilas ia melihat ku, lalu melanjutkan langkah nya menuju ke dalam rumah. ta lama abang sayur pun lewat ia berhenti di halaman bu Yati. aku pun meraih dompetku untuk menghampiri abang sayur. ku lihat ada beberapa ibu menghampiri nya.
"bang ko aga pagian biasa nya jam 3 an baru datang." ucap salah seorang ibu yang bernama ibu Siti.
"ia bu, karna sekalian tadi nganter pesanan ibu Endah. jadi sekalian deh ngider, hee!" ucap abang sayur yang bernama Paiman itu. bu Endah terlihat manggut manggut mengerti. aku menunggu yang lain selesai dulu. aku pun menunggu di kursi yang ada di bawah pohon mangga dekat dengan bang Paiman mangkir jualan.
"eh, ada janda nya Firman to. mau ngutang apa Ra. !" ucap bu Yati tiba tiba.
"nanti saya liat dulu.!" jawab ku singkat.
__ADS_1
"eh bu Yati jangan sembarangan, neng Dira bukan janda lagi.!" ucap bu Tuti memperingati bu Yati.
"suka suka aku lah bu. wong Dira memang bekas istri nya Firman ko.!" ucap nya ta mau kalah. bu Tuti dan yang lain hanya bisa diam mendengar penuturan nya. aku pun hanya tersenyum.
"bu Endah ayo kita bareng. ibu sudah kan belanja nya?" ucap bu Tuti mengajak bu Endah pulang karna rumah mereka bersebelahan di sebrang rumah ku. aku pun berdiri menghampiri bang Paiman. aku memilih banyak sayuran dan ikan kecuali udang serta bumbu dapur lengkap.
"ia bu, jangan khawatir aku ga ngutang ko!" ucap ku sambil menyerahkan semua yang aku beli pada bang Paiman. bu Yati terlihat dongkol dengan jawaban ku.
"berapa semua nya bang?" tanya ku pada bang Paiman.
__ADS_1
"250 tapi saya tambah tomat 2 ribu nya ya neng supaya pas!" ucap nya.
"ia bang ga papa!" ucap ku sambil merogoh uang 300 ribu di dalam dompet ku. dan menyerahkan nya pada bang Paiman.
"ini neng kembalian nya 50 ribu.!" ucap nya.
"terimakasih bang, bu Yati aku pamit duluan!" ucap ku sambil menyapa bu Yati terlihat sangat dongkol pada ku. entah apa yang membuat ia memusuhi ku. setau ku kami ta pernah ada masalah.
aku pun berjalan menuju rumah dengan 2 kantong belanjaan yang lumayan berat. setelah masuk ke dalam rumah aku langsung menuju kulkas yang berada di dapur. mas Rendi membelikan kulkas satu untuk sayuran dan satu kulkas prizer khusus untuk ikan. setelah menyusun semua nya aku pun beranjak menuju kamar untuk mengambil handuk. aku ingin mandi karna cuaca sangat panas setelah itu aku ingin tidur siang. sambil menunggu kepulangan mas Rendi.
__ADS_1