Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 51


__ADS_3

   Pagi hari nya pun aku merasakan hal yang sama seperti kemaren. bang Rahmat menemaniku kekamar mandi untuk buang air kecil. setelah urine di buat di dalam wadah kecil bang Rahmat meletakkan alat tes kehamilan. aku sudah berbaring di kasur. ia masih berada di kamar mandi.


"sayang,,,,,,,,!" bang Rahmat berteriak. sontak aku pun duduk. ku kira ada sesuatu yang terjadi. bang Rahmat berlari ke arah kamar.


"ada apa bang,,!" aku pun sedikit panik. ia langsung memelukku.


"sayang kamu hamil." ia berjingkrak setelah menyerahkan tespek itu.


"Alhamdulillah ya allah. terimakasih engkau mempercayakan nya lagi pada hamba." aku pun menangis bang Rahmat berhenti berjingkrak ia mendekati ku.


"terimakasih sayang. akan kita jaga anak kita dengan baik." aku pun mengangguk.


"sekarang kita ke bidan Ainun sayang ayo siap siap..!" ajak bang Rahmat.


"nanti dulu bang, aku mau mengelus ****** kamu" dengan manja aku memohon.


''baiklah sayang" bang Rahmat pun berbaring. aneh nya aku merasa baikan san segar kembali. mungkin ini efek dari aku hamil. gumam ku dalam hati.


kami pun bersiap ke bidan Ainun. sesampai nya di sana aku pun di periksa kata nya usia kandungan ku baru 1 minggu. aku pun mengingat ingat Memeng telat datang bulan selama satu mingguan ini. aku di beri buku untuk kontrol ke hamilan yang berwarna pink dan juga vitamin serta pereda mual. setelah itu kami pulang.


  Sesampai nya di rumah, aku pun duduk di teras, hari ini pun toko masih tutup.


"sayang aai mana kalo urusan toko kita serah kan. pada Anto dan Tika. aku mau fokus aa kamu." usul nya.


"boleh bang. kabar bahagia ini harus di beritahukan pada ayah dan ibu bang" tambah ku lagi.


"nanti abang menghubungi mereka." jawab bang Rahmat.


"sayang gelang yang dulu kamu beli masih ada. apa inisial belakang nya itu adalah nama kita. ?" tanya ku pada bang Rahmat.


"oh iya aku hampir lupa sayang. ia dulu aku berangan angan ingin memiliki anak dengan mu suatu saat nanti entah itu kapan. tapi allah mengabulkan nya aku sangat bahagia." jelas bang Rahmat.


,''lalu mama bagai mana bang...?" aku menanyakan perihal mama nya.

__ADS_1


"sudah biarkan saja sayang. kita hidup dengan orang tua mu saja. ia pun sudah lupa dengan ku.!" jawab nya dengan wajah kecewa.


"baik lah sayang."


saat kami duduk Sarah menghampiri kami.


"slamat siang mas Rahmat, aku boleh duduk.?" ucap nya minta persetujuan.


" silahkan. ada keperluan apa kamu kesini. ?" masih dengan nada bisa bang Rahmat menanyai nya.


"aku mau minta tolong beberkan tali jemuran di dalam rumah mas. bisa...?"


"nanti aku akan kesana. tunggu saja di rumah.!" jawab nya dengan nada masih sama.


''kalo begitu aku tunggu ya mas." ia mengedipkan sebelah mata pada bang Rahmat. aku seolah di anggap nya tak ada. dasar wanita gatal. umpat ku dalam hati. bang Rahmat menelpon Anto. ia menyuruh nya ke sini. sekalian ingin membicarakan perihal toko.


ta berapa lama Anto datang bersama Tika dan anak nya. ia pun duduk di kursi pas berhadapan dengan kami.


"baik mat. setau ku dia tidak akan suka dengan orang selain yang di incar nya jadi aku akan aman. aku akan kesana sebentar. tunggu sini ya sayang" ucap Anto seraya pamit dengan Tika.


"memang nya Sarah masih mengganggu kalian ya...?" tanya Tika penasaran. kami pun mengangguk.


"kalo tidak di kasih sambel punya nya itu baru tau rasa." Tika merasa geram. tak berapa lama Anto dtang.


"ko sebentar mas" ucap Tika.


"ia mengusirku,haha. kata nya ia ingin dengan Rahmat saja." jelas Anto sambil ketawa.


kami pun tertawa bersamaan.


"gini to, apa kamu mau menjaga toko kami bersama Tika. aku mau jaga Bunga karna i sedang hamil. nanti masalah gajih aku sesuaikan." ucap bang Rahmat menjelaskan maksud dan tujuan nya memanggil mereka kemari.


"bisa mat, sangat bisa. terimakasih atas kepercayaan nya. semoga toko nya makin maju.'' ucap Anto.

__ADS_1


"aamiin" aku dan bang Rahmat mengamini ucapan nya. bersamaan. hingga sore menjelang baru Anto dan Tika pulang. kami pun masuk ke dalam rumah dan mengunci rumah. setelah selesai melakukan semuanya kami pun mengobrol ringan di atas kasur. aku sambil memainkan put*ng bang Rahmat tentu nya.


...****************...


   Saat pagi menjelang aku seperti biasa tak bisa bangun sebelum menyentuh out*ng bang Rahmat hingga ia selalu menuruti kegiatan tambahan pada pagi hari. setelah merasa baikan aku dan bang Rahmat baru beranjak bangun dan mengerjakan aktifitas seperti biasanya. kami bisa santai karna kunci toko sudah bang Rahmat serah kan pada Anto dan Tika. kita setelah selesai makan kami ingin duduk santai di teras rumah. saat membuka pintu banyak bunga bertebaran di teras rumah aku langsung merinding. seperti ada sesuatu yang janggal yang terjadi. kami saling bertatapan.


"mas..!" ucap ku lirih.


"seperti nya kita harus pulang ke rumah orang tua mu syang. di sini tidak aman." ucap bang Rahmat. aku setuju dengan usulan nya. kami akan pindah sementara waktu.


"benar bang, aku takut sesuatu akan terjadi pada anak kita." ucap ku. bang Rahmat pun menyapu bunga yang bertebaran di teras. ia menuntun ku menuju toko yang sudah buka. ku lihat Tika dan Anto tekun melayani pembeli. hingga setelah sepi baru kami mengobrol.


"Anto. kami mau kembali ke rumah orang tua Bunga. entah sampai kapan aku juga tidak tau. ku rasa keselamatan kami di sini terancam. apalagi ada calon anak kami. aku tidak mau mengambil resiko." jelas bang Rahmat.


"lalu bagai mana dengan toko. mat.?"


"kami serahkan pada kalian. aku harap kalian bisa mengembangkan nya. itu harapan ku." ujar bang Rahmat.


"baik mat. insyaallah kami akan jaga amanah ini." ujar Anto.


"dan satu lagi kalian tinggal di rumah ini saja. kami juga tidak tau kapan akan kembali atau bisa tidak kembali ke sini lagi. jadi aku harap kalian mau membantu ku." tambah bang Rahmat lagi.


"tapi apa ini tidak berlebihan mat,?"


"tidak anggap ini rezki untuk kalian lumayan kan kalian tidak menyewa. nanti kamu transfer aja uang hasil bulanan dari toko pada ku."


"baik mat. kapan kalian akan pulang.?"


"siang ini kami make trevel saja motor kamu yang pake. !"


setelah berbincang Tika Dan Anto membantu kami untuk beberes karna trevel sudah ada di depan rumah menunggu. semua nya sudah beres kami pun berpamitan dan berangkat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2