Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 4


__ADS_3

    Sore hari aku kembali membawa Nina untuk ke kebun. karna masih memasuki bulan kemarau aku tidak dapat mencari rebung. semalam aku melihat ada buah pepaya yang masih muda saat memetik daun singkong muda. aku hari ini berniat untuk memetik . untuk ku bwa besok ke pasar. persediaan di kebun tinggal pepaya muda liar itu saja yang lain sudah belum bisa di petik lagi. aku dapat 5 buah. setelah ku masuk kan kedalam bakul aku pun kembali menggendong Nina di punggung untuk pulang. di jalan setelah keluar dari jalan setapak yang ku lalui tadi aku sudah sampai di jalan pedesaan. ta sengaja kami bertemu dengan mama Ida ia adalah mertuaku. ia sedang ada di warung bu Masitoh sedang berbelanja.


"bunda Nina mau beli jajan!" ucap Nina anak ku yang berada di punggung ku.


"ok sayang.!" jawab ku. aku juga ingin beli minyak goreng dan bawang karna stok di rumah sudah mau habis. aku pun berjalan menuju warung bu Masitoh.


"Nene,,,!" sapa Nina pada Nene Ida.


"mama, lagi belanja?" aku menyapa mama Ida.


"ih,, kotor sekali kalian mana bau keringat. sana jangan dekat dekat!" ucap nya. aku sudah mengulurkan tangn ingin menyalami dan mencium tangan nya. tanda bakti ku bertemu dengan mertua. tapi ku urungkan karna mendengar mertuaku berbicara seperti itu. Nina yang belum paham ia mendekati Nene nya dan memeluk kaki nya.

__ADS_1


"Tasya jauh kan anak mu dari kaki ku. aku tidak mau baju ku bau keringat nya!" tambah nya lagi. aku pun menggendong nya untuk menjauhkan nya dari Nene nya.


"Nina sayang ayo kita beli jajan, tadi kata nya mau jajan." ucap ku sambil menatap mata nya di gendongan ku.


"iya bunda" jawab Nina.


"maaf ma aku ke dalam dulu!" aku permisi pada mertua ku. ia pun ta menjawab asik sendiri mengibaskan dasternya yang di sentuh oleh Nina tadi. untung hanya ada kami tidak ada orang lain. dan ibu Masitoh ada di dalam mungkin ia ta mendengar ucapan mertua ku. aku pun masuk meninggalkan mertuaku di luar yang sudah ingin pulang.


"ia neng!" ucap nya sambil beranjak dari meja kasir nya.


"sayang mau jajan apa?" tanya ku pada Nina.

__ADS_1


"ini bunda!" ia menunjukkan 2 bungkus makanan ringan.


"sini syang kita bayar dulu!" ucap ku lagi dan Nina menyerahkan nya pada ku.


setelah selesai membayar kami pun pulang. sebenar nya jarak rumah ku dan mertua tidak jauh hanya terhalat 5 rumah tetangga. Mertua ku kalo pulang ke rumah nya melewati rumah ku. dulu pernah saat Nina demam tinggi aku mau meminjam motor untuk membawanya ke bidan, mertuaku ta mau meminjam kan beralasan minyak nya habis. entah itu benar atau hanya bohong. tapi selalu seperti itu kalo aku mau meminjam. sejak saat itu ku putuskan untuk tidak meminjam motor nya lagi. ta lama kami pun sampai di rumah. mas Deni tidak ada di rumah aku hidup bersuami tapi seakan tidak ada figur nya yang menemani ku di saat aku butuh dukungan.


"sayang kita mandi dulu ya!" ajak ku pada Nina anak ku.


"iya ma" ucap nya aku pun mengambil handuk lalu memandikan Nina. setelah beres Nina sudah terlihat cantik ia duduk di ruang tengah untuk bermain. aku lanjut mandi dan memasak. aku sekalian menyayur buah pepaya untuk kami makan. setelah masak semua nya aku pun lanjut memberi makan Nina.


Hingga malam hari mas Deni tidak pulang. Nina sudah tertidur pulas. aku memindah kan nya ke kamar. sekalian aku juga ingin beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2