Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 26


__ADS_3

    Mas Dion sudah berangkat tadi pagi. entah jam berapa malam tadi ia masuk ke kamar aku tidak tau. setahuku pas bangun ia sudah ada di samping ku. aku menunggu kedatangan mang Ujang sambil duduk di teras. aku melihat indah sedang menggendong Dio menuju rumah ku. aku mengernyitkan kening. pasti bakalan ada masalah lagi.


"Bunga, ada hal yang ingin aku bicara kan." indah berucap dengan nada biasa. yang menurut aku sangat langka.


"mari duduk. atau duduk di dalam...?" aku bertanya. ia terdiam sejenak mungkin berfikir.


"Giman kalo di dalam saja.'' usul nya. kami pun masuk ke dalam rumah ku dan duduk di ruang tamu.


"emang nya apa yang mau kamu bicara kan.?" tanyaku keheranan. bukan nya kami rival ya. tapi sekarang kaya teman. hee,,aku terkekeh dalam hati.


"maaf sebelum nya aku bertanya hal yang sensitif. antara kamu dan mas Dion. aku hanya curiga pada nya. akhir akhir ini tingkah nya sangat aneh." jelas nya.


"silahkan." ucap ku.


"kamu selalu melayani nya. emm,, maksud ku apa kamu sudah memenuhi nafkah batin nya. ?"


"belum, dari kami kumpul kembali aku belum pernah melakukan nya dengan mas Dion." jujur ku. memang seperti itu ada nya.


"aku pernah dengar dari mas Dion. karna ada alasan kamu tidak bisa melayani nya dalam urusan ranjang. tapi yang aneh nya. masa ia sudah setengah bulan ini tidak pernah menyentuh ku. bila di ajak selalu alasan nya cape lah banyak pikiran lah. dan aku pernah melihat ada wanita yang menelpon nya. tapi aku pikir itu teman kerja nya saja. " jelas nya dengan panjang lebar.


"aku boleh mangku Dio,?" indah pun menyerahkan Dio pada ku.


"aku bertanya jawab dong.." desak nya.

__ADS_1


"jujur ya, tadi malam aku menemukan noda lipstik di lengan baju mas Dion. kamu mau liat.?" ia menganggukkan kepala. aku pun berdiri.


"tunggu sebentar. aku ambil kan.!" aku mengajak Dio kekamar untuk mengambil baju mas Dion.


"ini kamu liat sendiri," aku menyodorkan kemeja itu. dan di terima oleh indah.


"benar tidak salah lagi ini bekas lipstik." ia merasa yakin dengan yang di lihat nya.


"lalu apa rencana kamu ?'' tanya ku..


"sebelum nya aku ingin tau siapa wanita ini dan setelah itu akan kuhabisi wanita itu. kalo kamu...?


"aku akan minta pisah secara baik baik. " ucap ku.


"kenapa...?" aku menyodorkan kertas perjanjian kami yang di sertai materai. indah manggut manggut.


"ada 500 ribu. kata nya uang nya kamu pegang untuk biyaya melahirkan , ya aku bisa apa." jelas nya.


"dan kamu percaya...?" tanya ku..


"ya mau gimana lagi. kan kamu istri nya juga lagian anak yng kamu kandung anak mas Dion juga. " terlihat ada kejujuran di mata nya. gajih mas Dion padahal termasuk banyak yaitu 8 juta.


4,5 nya ke mana. dan yang aku tidak suka nya ia berbohong tentang biyaya melahirkan. padahal belum ada omongan dari mas Dion. aku tambah kecewa.

__ADS_1


"semua itu bohong. ia hanya ngasih aku 3 juta. kamu 500 ribu masih ada 4,5 juta. ia kan. "


"benar juga. 500 ribu sekarang cukup ke mana. untuk beli susu dan popok Dio pun sudah habis. " dengan wajah sendu ia menjelas kan.


"ya sudah, kita makan dulu aja. ayo Dio ganteng. " aku menciumi pipi nya yng gembul. kami pun menuju ke meja maka. di sana masih ada lauk sisa tadi pagi. malah masih bnyak. indah mengambilkan aku nasi dan lauk nya. karna aku lagi memangku Dio. setelah itu baru mengambil untuk nya sendiri. kami pun makan dengan hening. saat sudah selesai makan indah mencuci piring kami saling mengobrol tentang perkembangan Dio, aku ingin banyak belajar dari masalah hamil dan juga melahirkan. indah pun ternyata orang nya asik juga. setelah selesai di indah menghampiriku. ternyata Dio sudah tertidur.


"biar kan Dio tidur di sini dulu." aku menggendong nya kekamar.


" kamu juga istrahat di sini. aku mau kekamar sebentar." ucapku pada indah. ia pun mengangguk.


setelah dari kamar aku kembali kekamar yang ada indah dan Dio.


"indah, maaf sebelum nya aku tidak bermaksud apa apa. aku harap kamu tidak tersinggung. ini uang pemberian mas Dion pagi tadi belum aku pakai sepeserpun. untuk keperluan Dio. ambilah" aku menyerahkan uang 3 juta itu. dan indah pun menerima nya dengan ragu.


"lalu kamu bagai mana. ?"


"aku masih ada uang pemberian orang tua ku !"


"baik lah, terimakasih."


"sama sama"


    aku pun berbaring di samping Dio dan indah di sebelah nya. Dio ada di antara kami. tak lama kami pun terlelap.

__ADS_1


...****************...


 (hayo gimana Bunga dan indah akurni apakah mereka akan membalas dion. 🤔 ikutin terus ya kelanjutan nya🤭🤗


__ADS_2