Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 59


__ADS_3

  Setelah sampai rumah rumah kami pun masuk menghampiri yang lain sedang makan malam.


"ayo sayang makan dulu..." ajak mama Laras.


"kami sudah makan ma di luar. hanya ingin ngambil air hangar untuk membuat susu.!" jelas ku. bang Rahmat hanya diam tanpa suara.


ka maya melirik kepada ku dengan sorot mata yang tidak suka. aku pun mengabaikan nya dan pergi mengambil air hangat.


"sudah sayang, yo kita naik.!" ajak bang Rahmat.


"Leo bagai mana perkembangan perusahaan,?" ucap mama tiba tiba.


"ada yang mengorupsi uang perusahaan ma, tapi aku sudah tau siapa pelakunya. !"


"apa,, yang benar kamu,!" ucap mama kaget. bang Rahmat hanya mengangguk.


"ya sudah ma aku mau naik dulu.!"


"baik lah.!" padahal mama masih kelihatan penasaran hanya saja bang Rahmat sudah membawa ku naik untuk menuju kamar.


"sayang apa benar ada yang korupsi di kantor?" tanya ku penasaran.


"em,, Bagas pelaku nya ia mengambil sebanyak 3M." jelas bang Rahmat.


"banyak sekali. untuk apa ia uang nya.!" bang Rahmat mengangkat bahu tanda tidak tau. aku pun mengangguk.

__ADS_1


"sayang kita mandi bareng yu?" ajak bang Rahmat.


''baik lah tunggu sebentar bang!" ucap ku seraya mengambil handuk. kami pun masuk ke kamar mandi. kami mandi bersama. saling bergantian menggosokkan badan. hingga saat selesai kami pun ke luar bersama.


"sudah sedikit kelihatan perubahan di perut mu sayang." ucap bang Rahmat sambil mengusap perutku.


"ia bang, tapi tanggal periksa nya masih lama lagi sekitar 2 mingguan." jelas ku.


"tak apa, vitamin nya masih ada kan?"


"masih bang, hanya obat anti mual nya saja tidak aku minum lagi. karna tidak merasa mual lagi.!" jelas ku.


"baik lah ayo kita istirahat." ajak nya setelah sudah beres berganti pakaian. bang Rahmat sangat mematuhi anjuran dokter. ia tak akan menyentuh ku sampai usia kandungan 3 bulan. ia sangat melindungi aku dan calon anak ku. sangat beruntung aku bisa jadi istri nya.


...****************...


"sayang ayo bangun..!" ucap nya.


"emm,, jam berapa bang?" tanya ku sambil menyipitkan mata.


"sudah jam 7 sayang. kamu harus bangun dan ikut aku ke kantor. nanti lanjut tidur nya di kantor saja.!" jelas nya aku pun bangun dan membersihkan diri. setelah itu sholat subuh hang tertinggal lalu siap siap ikut ke kantor. abng Rahmat hanya melihat aku yang mondar mandir seperti setrikaan ia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.


"sudah siap sayang..!" ucap ku sedikit berteriak.


aku sudah memakai setelan baju gamis serta kerudung. bang Rahmat menatap ku dengan sangat takjub.

__ADS_1


"kenapa sayang?" aku menelisik ke pakaian ku. takut ada yang salah.


"tidak, kamu sangat cantik.!" jelas nya yang membuat aku bingung. biasanya kanan pakaian ku juga seperti ini kalo ke luar rumah. ya setelah bertemu dengan istri ustadz Hamzah aku memutuskan untuk berhijab. ibu juga sangat setuju karna ibu ku juga memakai hijab.


"terimakasih..!" aku pun memeluk bang Rahmat. ia mencium keningku.


"kali ini kita makan di rumah aja ya sayang. mama pasti akan membahas tentang korupsi malam tadi. aku ingin lihat ekspresi Bagas!" jelas nya. aku pun mengangguk. kami pun turun dan menuju ke meja makan yang sudah ada mama Laras ka maya dan Bagas. terlihat sekali Bagas gelisah.


"selamat pagi syang, ayo sini makan,!" sapa mama..


"pagi juga ma,!" aku pun duduk di samping bang Rahmat. mama duduk di jalur berbeda dengan kami. aku dan bang Rahmat berhadapan dengan ka maya dan Bagas.


"mama masih penasaran dengan cerita mu malam tadi!" ucap mama.


"ya. korupsi itu sudah di lakukan nya selama Leo pergi dari rumah. total semua nya 3M mah?" jelas bang Rahmat. ia menatap Bagas dengan mata nyalang nya. setelah itu berpaling menghadap mama Laras.


"klo begitu laporkan saja. ia sudah membuat perusahaan merugi.!" ucap mama yang membuat Bagas berkeringat dingin.


"nanti akan ku laporkan. tim masih mencari bukti kuat ma. setelah itu baru di laporkan!" jelas bang Rahmat. lagi.


"aku sudah kenyang, aku duluan.!" Bagas berdiri pamit ingin ke kantor. maya memang ta kerja di kantor ia menggeluti usaha kuliner yang mana ia memiliki lestoran bintang 5.


''ko buru buru mas. ini baru jam brapa...?" tanya ka maya bingung.


"aku banyak kerjaan!" Bagas pun pergi setelah menjawab pertanyaan ka maya.

__ADS_1


"ya sudah lanjutkan makan kalian. nanti telat.!" ucap mama. kami pun makan tanpa membahas masalah korupsi lagi. setelah selesai makan kami pun pamit untuk ke kantor. mama sempat mencegah ku untuk ikut tapi bang Ramat berkeras untuk membawaku. ia beralasan ingin di temani oleh ku. mama ta bisa berbuat apa apa lagi. kami pun menuju kantor..


...****************...


__ADS_2