
Saat subuh tiba kang Firman masih tertidur aku sudah beres dengan rutinitas ku pagi ini. masakan pun sudah siap. aku membangun kan nya untuk mandi dan melakukan rutinitas pagi. ia pun bangun dan sholat. aku sengaja saat ia sholat aku berada di atas ranjang. ternyata ia benar benar solat hingga selesai. setelah selesai ia menggantung sarung dan peci nya. ia menghampiri ku.
"neng, sedang apa kamu?" ia bertanya sambil menelusup kan kepala nya di dua gunung kembar ku.
"liat vidio tok tok bang,"ia mendusel disel kan wajah nya.
"neng akang mau lagi" ucap nya sambil sedikit menggigit kecil gunung kembar ku.
"akang,,,"ucap ku sedikit menghindar.
__ADS_1
"boleh ga neng!" ucap nya lagi.
"aku pun mengangguk.!" ku rasa begini nasip istri supir ia pergi harus dengan keadaan kenyang dan pulang dalam keadaan lapar. aku sebagai istri harus siap memberi makan sampai kenyang. tapi ini bukan tentang makanan.
Kami pun kembali bergulat di pagi hari berbagi keringat saling mendesah. hingga 30 menit ia selesai. aku bersyukur tidak memakan waktu lama. kami pun mandi berdua. di dalam kamar mandi pun kang Firman menyerang ku. ku kira sudah selesai ternyata masih bersambung. hingga akhirnya kami selesai mandi langsung menuju meja makan.
"syukur lah bang. semoga kita bisa beli tanah dan bikin rumah. kan tidak mungkin kita selama nya mengontrak" ucap ku. ia pun mengangguk.
"ini ada uang sayang untuk kamu!" ia menyerahkan 3 lembar uang 100 ribu. aku pun menerima nya. ya aku tidak keberatan aku hanya di kasih uang belanja biar kang Firman yang menyimpan uang untuk masa depan kami.
__ADS_1
"terimakasih kang, akang berangkat jam berapa?" tanya ku.
"jam 3 siang nanti sayng. nanti kamu antar akang lagi aja. kali aja kamu mau berangkat kerja kan bisa pake motor !" ucap nya. ya besok hari aku mulai kerja lagi. sebenar nya kang Firman sudah melarang aku untuk kerja tapi aku beralasan bosen kalo di rumah saja.
"baik kang. berapa hari kang?" tanya ku lagi.
"1 hari neng, deket nganter nya, mungkin besok pagi akang sudah sampai di gudang!" jelas nya. aku pun mengangguk.
setelah selesai makan aku pun menyiapkan keperluan kang Firman. setelah itu mengantarkan nya ke gudang tempat truk terparkir. aku melewati proyek itu lagi. tidak terlihat mobil Rendi. hingga sampai di tempat yang di tuju kang Firman dan aku menuruni motor. aku dan kang Firman berpisah setelah melakukan ritual sebelum berpisah. aku pun pamit dan melajukan motor ku ke arah kontrakan ku. ku lihat mobil Rendi berasa di peroyek itu. ia menatap ku dan tersenyum. aku pun mengangguk dan menatap nya. hingga melewati tempat itu. ta berapa lama aku sudah sampai di halaman kontrakan ku. aku langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci nya. aku pun menuju kamar dan membuka kerudung ku. aku merasa ada getaran yang aneh setelah melihat senyuman Rendi. ia terlihat berbeda dari yang dulu. aku pun menggeleng kan kepala untuk membuang pemikiran yang tidak tidak. karna aku sudah mempunyai kang Firman.
__ADS_1