Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 12


__ADS_3

    Aku bangun jam 3 sore. ku lihat Nina tidak ada di samping ku. aku pun memutuskan untuk membersihkan wajah ku dan turun ke bawah. ku lihat hanya mama dan ayah yang ada di ruang keluarga.


"Nina mana yah?" tanya ku pada ayah.


"Nina masih tidur di kamar ayah!" jelas ayah. aku pun mengangguk dan menghampiri mereka.


"gimana tadi sayang jalan jalan sama mama seru ga?" tanya ayah pada ku.


"seru sekali yah. terimakasih ya yah, tasya senang sekali.!" ucap ku sambil merangkul ayah. ya aku seperti anak kecil kalo di depan ayah dan mama. perlakuan mereka pun ta berubah pada ku.


"ia sayang. ayah akan bahagiakan kamu dan juga Nina. terimakasih sudah menghadirkan Cucu yang sangat cantik untuk ayah dan mama!" jelas ayah.


"Tasya sayang nanti kalo kamu mau jalan jalan atau bertemu dengan teman kamu biar Nina sama mama aja. jadi mama ada teman nya!" ucap mama mengelus rambut ku di pelukan ayah.

__ADS_1


"terimakasih ma,!" ucap ku lagi.


"kata mama tadi kamu beli hp ya. mana sini simpan nomer ayah.!" ucap ayah setelah melerai pelukan kami.


"ini yah!" ucap ku sambil menyerahkan hp baru ku yang berlogo kan apel di gigit. ayah dan mama pun menyimpan nomernya di hp ku dan menyerahkan nya kembali pada ku. aku tersenyum melihat nama kontak yang tersimpan. Opa Nina dan Oma Nina.


"ayah ajak kemana aja tadi Nina yah?" tanya ku lagi setelah meletakkan hp di meja.


"ayah tadi ke mall beli mainan, makan dan bermain, setelah itu kekantor sebentar. Nina sangat pintar ia ta rewel. hanya sesekali menanyakan kamu. setelah ayah jelas kan ia pun mengerti." ucap ayah menceritakan kemana saja mereka pergi.


"ia Nina sangat senang. setelah ini ia akan sering jalan jalan. ayah ga akan biarkan Cucu dan anak ayah menderita lagi.!" ucap ayah. mama pun tersenyum dan mengangguk.


"opa,,,,!" ucap Nina berlari keluar dari kamar ayah.

__ADS_1


"ets, cucu opa sudah bangun ya.!" ucap ayah yang di peluk oleh Nina.


"bunda dan Oma ga di peluk nih!" ucap ku sambil mengerucut kan bibir. Nina pun memeluk Oma dan setelah itu memelukku. ia pun berceloteh menceritakan tentang kegiatan nya hari ini dengan opa nya. aku pun tersenyum bahagia mendengar cerita nya.


"opa mana mainan Nina tadi, Nina mau lihatin sama bunda opa!" ucap Nina pada ayah.


"tunggu opa ambil di dalam mobil dulu ya.!" ucap ayah sambil beranjak dari duduk nya.


"Nina ikut opa!" ia berlari mengejar ayah. aku dan menggelengkan kepala ku melihat tingkah Nina. mama hanya tersenyum.


"pasti setelah ini Nina akan merepotkan mama sama ayah!" ucap ku pada mama.


"tidak sayang, dia cucu mama dan ayah. kami pasti akan senang di repot kan nya. kami tidak akan merasa kesepian lagi.

__ADS_1


ta lama Nina dan ayah pun datang membawa 2 paper bag yang besar. terlihat ayah cukup kewalahan membawa nya. Nina berjingkrak di samping ayah ke girangan. setelah sampai kami pun duduk di depan tv yang berada depan kursi ruang keluarga. Nina membuka semua mainan yang di belikan nya. banyak sekali mainan khusus anak perempuan yang di belikan ayah. harga nya pun ta main main. ta pernah terbesit di pikiran ku untuk membelikan Nina mainan sebanyak ini sewaktu dulu. tapi sekarang opa nyalah yang membelikan nya. aku sangat bersyukur mama dan ayah sangat menyayangi anak ku seperti aku dulu. yang ku lihat Nina sekarang adalah sosok ku waktu kecil dulu. mainan waktu aku kecil pun masih ada tersimpan di gudang. nanti akan aku ambil kan untuk Nina. mungkin banyak yang sudah rusak. tapi sebagian masih bisa di gunakan. Nina mengajak kami bermain masak masakan dengan nya. ia terlihat sangat bahagia. entah apa yang di lakukan mas Deni sekarang aku jadi kepikiran dia.


__ADS_2