Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 18


__ADS_3

   BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN


  Setelah mengutarakan keinginan ku ayah mengabulkan nya. bahkan ayah memasukkan aku kuliah di luar negri. 2 hari yang lalu aku sudah menyandang gelar sarjana di bidang bisnis. ayah ,mama dan Nina menyusul ku ke Singapura. untuk menghadiri acara wisudaku. Nina sekarang umur nya sudah 7 tahun. ia tumbuh jadi anak yang cantik dan Solehah. berkat didikan dari ke dua orang tua ku. entah bagai mana kabar mas Deni. ia sekali pun ta pernah menengok anak nya. Setelah lama meninggalkan negri sendiri untuk menuntut ilmu di negri orang. akhir nya aku kembali menginjakkan kaki ku di negri ku sendiri. kami baru keluar dari bandara Syamsudin Noor. kami sudah di tunggu oleh supir pribadi ayah. kami pun naik dan melanjutkan perjalanan untuk pulang. aku melihat Nina yang tertidur duduk di samping ku. wajah nya sangat mirip dengan ku. mungkin sekarang kami bukan seperti ibu dan anak. tapi kaya kaka dan adek. tinggi Nina selengan ku ia seperti mas Deni yang mempunyai postur tubuh tinggi. hingga ta terasa kami pun sampai.


"Nina sayang ayo bangun kita sudah sampai.!" aku mengelus pipi Nina mencoba membangun kan nya.


"ah, sudah sampai ya Bun, Nina ketiduran, hehehehe!" ia duduk dan membenarkan jilbab nya. aku pun tersenyum.


"ayo kita turun opa sama Oma sudah turun!" ucap ku. kami pun turun dari mobil menuju rumah. sekarang Nina sudah tidur sendiri. karna ia sudah besar. kamar nya ada di samping kamar ku di lantai atas. kami pun masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat. hingga jam makan siang baru kami ke luar untuk makan.

__ADS_1


"bunda nanti bunda datang ya ke acar sekolah Nina. ada lomba mengaji. Nina ikut jadi peserta nya bunda.!" ucap nya pada ku.


"wah hebat sekali anak bunda. siapa yang ngajarin ngaji sayang?" tanya ku pada Nina.


"ustadz Hamdan bunda, ia yang di suruh ayah mengajari aku mengaji saat sore hari. tapi hanya 3 kali seminggu bunda!" jelas nya. aku pun mengangguk. Alhamdulillah anak ku sudah bisa mengaji berkat didikan opa dan Oma nya. aku sangat bersyukur Nina bisa merasakan kebahagiaan walau pun tanpa sosok seorang ayah di samping nya. kami pun melanjutkan sesi makan kami sampai selesai setelah itu duduk di ruang keluarga seperti biasa. sekarang Nina masih suka kartun tapi setelah selesai ia akan naik ke kamar nya untuk belajar. setelah itu tidur. ia sangat penurut, ayah dan ibu tidak terlalu repot jadi nya.


"aku libur dulu yah 1 minggu baru nanti cari kerjaan.!" jawab ku.


"apa kamu tidak mau masuk di perusahaan papa saja?" tanya mama.

__ADS_1


"nanti deh ma. aku ingin cari yang lain dulu. kalo tidak ada yang cocok baru melamar di tempat ayah.!" jelas ku.


"baik lah. nanti akan ayah tunggu surat lamaran kerja nya, haaahaaaa!" ayah tertawa.


''berarti kalo tidak sesuai tidak bisa masuk di kantor ayah dong!" ucap mama lagi sambil tertawa.


"kalo ga di terima Tasya akan menganggur saja. menghabiskan uang ayah,!" ucap ku sambil mengerucut kan bibir. kami pun tertawa ber tiga. setelah lama bercengkrama kami pun masuk ke kamar masing masing. sebelum nya aku menuju kamar Nina, ku lihat ia sudah tertidur nyenyak. aku pun menghampiri nya membenarkan selimut yang di pakai nya serta mencium kening nya.


"slamat tidur anak mama,!" ucap ku. setelah itu aku kembali kekamar ku. aku melakukan sholat isya baru aku tidur.

__ADS_1


__ADS_2