Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 27


__ADS_3

    Seminggu sudah kang Firman berada di rumah mba Nani. malam ini giliran kang Firman kerumah ku. aku pun sudah menyiapkan makanan untuk nya. aku menunggu nya di depan tv. hingga ia pun datang aku pun melakukan ritual pertemuan dengan nya. setelah itu kami duduk di depan tv. hari ini tidak ada kecupan di kening bahkan kami duduk sedikit berjarak. aku kira kang Firman mungkin ada masalah di kerjaan nya. hingga 3 hari ia berada di tempat ku ia ta menyentuh ku sama sekali ia malah seakan dingin terhadap ku. saat malam tiba aku memancing dia dengan menyentuh area sensitif nya dan menciumi lehernya. tapi ia menepis ku katanya ia sedang cape. dan tidak ingin melakukan nya. hati ini serasa sakit aku sudah terlanjur cinta dengan nya. tapi apa ia mulai berubah di saat aku sudah menerima takdir ku. aku mencoba bersabar. mungkin memang ia lelah. aku ta mempermasalah kan tanda merah di leher nya yang bukan bekas ku. saat malam terakhir pun kang Firman ta menyentuh ku sama sekali ia hanya memberikan ku uang 100 ribu. katanya angkutan sepi. aku pun memaklumi nya. karna uang nya terbagi dengan mba Nani dan anak anak nya. ia pun pergi dari rumah menuju rumah mba Nani. aku pun memutus kan untuk pergi ke taman menghilangkan segala pikiran ku. aku meraih kunci motor. karna kang Firman tadi berangkat di jemput Agus. saku melajukan motor ku ke taman. setelah sampai aku duduk di kursi taman. mata ku ta sengaja melihat keluarga kecil yang sedang bermain di ayunan taman yang jauh sari tempat ku duduk. ya aku melihat kang Firman bersama dengan anak dan mba Nani. aku menatap kosong ke arah mereka. mereka asyik bercanda gurau hingga tertawa lepas. di sini aku sendiri. sekilas kang Firman melihat ke arah ku. setelah itu ia kembali lagi fokus dengan keluarga kecil nya. aku pun masih menatap mereka. mba Nani ta melihat ku.


"hey, lagi mandangin siapa?" ucap suara di samping ku.


"Rendi, ngapain kamu di sini?" aku celingukan melihat ke arah belakang nya. kalo aja ia dengan seseorang.


"kamu cari siapa?" tanya nya pada ku.


,"aku cari orang yang bersama mu.!" jawab ku singkat.

__ADS_1


''yang bersama ku sekarang ya kamu.!" ia menoel hidung ku.


"Rendi,, aku ga becanda. masa seorang laki laki ke taman sendirian!" ucap ku lagi.


"aku melihat kamu di persimpangan sana lalu aku ikutin kamu.!" jelas nya.


"jadi kamu dari tadi ada di sini!" ucap ku lugu..


"kamu ta usah cerita. aku sudah tau semuanya.!" ucap nya lagi dan duduk di sampingku tapi masih ada jarak antara kami.

__ADS_1


"aku ta apa, mungkin sudah jalan nya!" jelas ku.


"hahahaa,, aku ta bertanya bagai mana kamu. aku hanya ingin tau bagai mana sikap mu!" ucap nya lagi.


"maksud kamu?" tanya ku ta mengerti arah pembicaraan nya.


"sebenar nya kamu tidak sepenuh nya mencintai dia hanya saja kamu terobsesi ingin membuktikan bahwa kamu lebih dari istrinya. tapi setelah aku lihat semua nya sia sia!" ucap nya panjang lebar. aku menangkap semua maksud dari ucapan nya.


"Hem,, entah lah aku bingung!" ucap ku lagi.

__ADS_1


"ya sudah kita pergi dari sini saja. kita cari tempat yang lebih asik!" ajak nya sambil menggandeng tangan ku. aneh nya aku ta menolak malah mengikuti nya memasuki mobil.


__ADS_2