Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 64


__ADS_3

Dengan berdebar aku menunggu jawaban bunda. bunda pun terlihat meneteskan air mata nya. bunga kecil memeluk bunda nya. bunga kecil ta mengenali ayah nya karna ia masih berusia 5 tahun. ia sudah lupa dengan wajah ayah nya.


"benar neng ini mas Bagas Abi nya bunga.!" jelas nya ia sambil menyeka air mata nya menyodorkan gaway ku. aku pun menerima gaway itu.


"maaf Bun, sebelum nya aku san bang Rahmat tidak tau apa apa dengan permasalahan Bagas. jadi ibu jangan berpikiran yang tidak tidak tentang kami!" jelas ku sebelum aku menceritakan semua nya yang aku tau.


"tidak apa neng ini semua sudah terjadi. bunda juga sudah ikhlas." ucap bunda pada ku.


"sebenarnya Maya yang ibu maksud adalah kaka kandung bang Rahmat. tapi kami tidak tau asal usul Bagas dari mana. karna hubungan kami dan ka Maya tidak terlalu baik. !" jelas ku. bunda terlihat terkejut mendengar penjelasan ku.


"tapi yang bunda liat memang perangai mereka berdua sangat berbeda neng, bunda sempat bertemu dengan maya saat mas Bagas membawanya kerumah waktu ingin mengambil pakaian nya. ia terlihat sangat angkuh dan perkataan nya sangat sombong sekali. berbeda dengan tuan Rahmat." jelas bunda. kami pun mengobrol hingga jam 4 sore. bunda sambil melayani pembeli. aku bermain dengan bunga kecil. setelah puas bermain aku pun pamit pada bunda. karna hari sudah sore.


"Bun, bunga pamit dulu ya sudah sore. besok bunga kesini lagi. !" ucap ku pada bunda.


"ia neng, maaf bunda ga bisa nganterin belum punya motor, hee,,!" bercanda bunda pada ku.


"bunda bisa aja. lagian deket ini. kaka pulang dulu ya bunga kecil. assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" sambut bunga dan bunda. aku pun meninggalkan warung itu berjalan menuju rumah. aku sempat melihat orang berkendara motor itu mengintai rumah ku tapi masih tetap di atas motor nya aku bersembunyi di balik pohon. ta lama pun orang itu pergi hingga orang itu ta kelihatan lagi baru aku ke luar. sedikit berlari menuju rumah. bi Asih terkejut melihat aku membuka pintu dengan terburu buru.

__ADS_1


"ada apa non kelihatan nya seperti ada yang mengejar?" tanya bi asih pada ku.


"ga ada bi,.!" aku pun langsung ke dapur mengambil air putih dan meminum nya sampai habis. bibi masih mengikuti ku terlihat khawatir.


"beneran non tidak ada apa apa?" tanya nya lagi mencurigai ku.


"bener bi. hanya ada anjing saja tadi makan nya aku lari. hee,,!" aku berbohong.


"bibi kira kenapa.. bibi mau ke belakang dulu non ngangkat jemuran.!" ucap nya sambil berlalu meninggal kan aku. aku pun masuk ke kamar ingin mandi dan sholat asar. setelah selesai aku menunggu bang Rahmat di teras rumah sambil menikmati jus buatan bi Asih.


"bang beli,,!" aku sedikit berteriak saat ada pedagang somay yang lewat.


"ia neng, !" ku lihat abang nya putar balik menuju ke pekarangan rumah ku.


"ia neng" jawab bang syomai itu sambil tersenyum. aku pun berlalu mengambil 3 piring. untuk membelikan orang rumah sekalian.


''ini bang 3 ya. tong yang satu piring buat 2 porsi jadi satu. jangan pedes" ucap ku pada pedagang itu.


"baik neng. pake pare nya juga neng.?" tanya bang syomai nya.

__ADS_1


"ga usah deh bang!" jelas ku. ku lihat bi asih keluar dari rumah.


"bi sini?" aku memanggil nya.


''ia non,!" bi Asih menghampiriku.


"ini yang dua bawa ke dalam untuk bibi satu, untuk bang Rahmat satu!" jelas ku.


"baik neng!" ia pun membawa 2 piring ke dalam rumah. yang porsi besar untuk ku.


"berapa semua nya bang?"


"40 ribu neng!" aku pun menyerahkan uang 50 an pada nya.


"bang ambil aja kembalian nya,terimakasih ya bang!" ucap ku sambil berlalu menuju teras rumah.


"terimakasih banyak neng." aku pun mengangguk menanggapi ucapan nya . ta berapa lama ia pun pergi. aku kedalam mengambil sendok dan garpu. ku lihat bibi sedang makan.


"enak neng, terimakasih bnyak ya."

__ADS_1


"ia bi, sama sama." setelah itu aku kembali ke teras untuk makan syomai ku tadi. sambil menunggu kepulangan bang Rahmat.


...****************...


__ADS_2