
Tok,,tok,, bunyi pintu di ketuk. aku bertanya tanya siapa yang datang malam malam begini. aku bergegas keluar dengan masih memakai mukena atasan ku. ku buka pintu. ternya mas Dion yang datang.
"Masuk mas," aku mempersilahkan mas Dion masuk. ia pun masuk dan duduk di ruang tamu.
""ada apa mas , tumben malam malam kesini.?" tanya ku pada mas Dion. tidak biasa nya ia bertamu di malam hari.
"ada yang ingin aku tanyakan sama kamu!''
"kaya nya hal yang serius. tunggu sebentar aku ke dalam dulu mas, " aku gegas melepas mukena ku dan membuat kan air kopi untuk nya.
aku berjalan membawa nampan yang berisi gelas kopi ke ruang tamu. aku pun duduk.
" diminum mas, tapi masih panas," aku menawarkan kopi sambil tersenyum ramah.
"terimakasih" ucap mas Dion.
" apa yang ingin mas tanyakan?" aku sudah tau pasti tentang kehamilan ku.
"apa benar kamu hamil. ?" ia menatap ku dengan lembut.
''pasti indah kan yang kasih tau."
"ia, aku tau dari indah setelah pulang kerja ia mengamuk pada ku. kata nya aku sudah berbohong pada nya. padahal selama kita pisah rumah aku tidak pernah menyentuh mu. " jelas nya.
"lalu...?" aku ingin ia dulu yang bertanya. baru aku jawab.
"itu apa benar anak ku.?" ada seutas harapan terpancar di mata nya.
__ADS_1
"ia mas , ini anak kamu. aku sudah Hamill saat kita di rumah orang tua ku. saat aku pulang ke rumah waktu itu aku dalam pase mengidam mas. mas ingat aku pusing dan ingin mencium ketek mas. aku harap mas tidak lupa. " jelas ku.
"berarti saat aku bawa indah kerumah juga.."
aku mengangguk membenarkan ucapan nya. ada raut penyesalan di mata mas Dion.
"aku berencana ngasih tau mas pada saat ulang tahun mas. aku ingin memberikan kado yang mas tunggu tunggu selama ini. tapi ternyata tidak sesuai rencana." aku pun tersenyum miris. terlihat mata mas Dion berembun.
"maaf kan aku,!" ia menengadah kan kepala nya agar air mata nya tidak jatuh. aku sudah paham karakter suami ku sendiri.
"tidak apa mas, aku sudah memaafkan nya. tapi maaf untuk melupakan belum bisa." jujur ku.
"terimakasih. dan aku ingin mengatakan sesuatu."
"apa mas, katakan." walau aku tau pasti mas Dion ingin kembali.
"mungkin ini konyol di mata mu. tapi jujur aku masih mencintai kamu. apa kamu Sudi untuk kembali bersama ku.!" pertanyaan mas Dion tidak mengagetkan ku. semuanya sudah ku pikirkan.
"kalau kamu sudah ada jawaban nya."
"lalu gimana dengan indah dan Dio.?" tanya ku. aku ingin tau jawaban nya.
"ia akan tetap tinggal di rumah itu mas akan berusaha adil. beri mas kesempatan untuk membuktikan nya." ia meyakinkan aku.
aku pun terdiam sejenak. untuk berpikir.
"gimana kalau aku minta waktu 3 hari untuk memikirkan jawaban yang pas." aku meminta waktu pada mas Dion.
__ADS_1
"ok, aku tunggu jawaban mu. 3 hari dari malam ini nanti aku datng lagi. " ia pun menghabis kan kopi nya dan beranjak pulang. aku melihat punggung mas Dion jujur aku merindukan nya.
setelah mas Dion terlihat masuk kerumah nya aku pun menutup pintu menuju kamar ku. aku meraih gaway yang ada di atas meja. aku berusaha menghubungi Rahmat.
tuuuut,,,tuuuut.. ternyata ia aktif. ta berapa lama telpon pun tersambung.
@Abi : selamat malam Bunda. ada apa nih tumben nelpon. tidak ada masalah kan ?
@ aku : ada.
@Abi : kamu tidak kenapa napa kan?
@aku : tidak, hanya saja mas Dion ngajak aku kembali..
@Abi : ...............
@aku : Abi masih di sana, aku perlu pendapat mu.
@Abi : emm,, aku terserah bagai mana kamu saja. aku selalu dukung kalo itu memang yang terbaik untuk kamu dan membuat kamu bahagia.
@aku : terimakasih. kapan kamu pulang ?
@Abi : kemungkinan 3 bulan lagi. maaf aku tidak ada saat kau butuh kan.
@aku : tidak apa apa. semoga urusan nya cepat selesai dan hati hati di sana ya. see you
@Abi : see you.
__ADS_1
sambungan telpon pun terputus. aku terdiam memikirkan apa yang harus aku jawab. jujur aku masih sayng dan cinta sama mas Dion tapi di sisi lain aku tidak bisa melupakan penghianatan nya.
...****************...