Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 21


__ADS_3

  Malam ini aku sudah bersiap untuk pergi mengamen dengan ka Teguh. aku menuruni tangga untuk menemui orang tua ku dan Nina. aku duduk di sofa dekat dengan ayah.


"yah, Tasya ke taman kota dulu ya,!" ucap ku pada ayah.


"ko akhir akhir ini anak ayah sering ke luar malam?" tanya ayah.


"Tasya mau nyanyi bantu teman tasya ngamen. ia lagi kesusahan kaya nya!" ucap ku jujur.


"teman nya laki-laki atau perempuan sayang?" tanya ayah lagi. mama sedang asyik menonton sekilas melihat ke arah ku.


"laki laki yah, hanya temen ko yah tasya hanya mau bantu aja. !" ucap ku sambil memohon.


"ya sudah boleh tapi nanti suruh ia kerumah ayah mau tau siapa laki laki itu.!" ucap ayah. mata ku berbinar karna ayah mengijinkan ku untuk pergi.


"terimakasih ya, nanti aku bilang sama dia.tasya pergi dulu!" ucap ku yang sangat senang karna di ijin kan. Nina dan mama hanya memandangku bingung. aku menyalami dan mencium pipi ayah dan mama. Nina mencium tangan ku.


"bunda kenapa ko ceria sekali kelihatan nya?" tanya Nina.


"ah, masa sih. perasaan bunda biasa aja. ya udah bunda pergi dulu ya. nanti bunda belikan makanan lagi.!" ucap ku seraya beranjak pergi sari rumah. terdengar Nina ayah dan mama sedang membicarakan ku. tapi aku ta menggubris mereka aku menuju mobil dan Menjalan kan nya menuju taman kota.


30 menit akhir nya sampai ke tujuan aku memarkirkan mobil ku di parkiran taman. setelah itu aku duduk di kursi yang sudah di sediakan di taman ini.


*ka aku sudah di taman kaka di mana?*✓✓


*aku lagi berjalan menuju ke arah kamu sya*


aku pun melihat ke kiri dan ke kanan. terlihat dari arah kanan ku ia sedang berjalan ke arah ku dan melambaikan tangan. aku pun melambaikan tangan ku ke atas.


"udah lama nunggu?" tanya ka Teguh.


"ga ko ka aku baru sampai!" jawab ku.


"Hem,, kemaren aku belum sempat nya sama kamu.!" ucap nya.


"nanya apa ka?" tanya ku ia duduk di samping ku.


"yang ku tabrak semalam kenapa ia manggil diri nya mama ke kamu, apa ia mama kamu?" ka Teguh bertanya soal mama Ida.


"oh, kaka liat laki laki yang gendong anak di belakang ibu itu semalam?" tanya ku memastikan.


"liat knapa sya?" ucap ka Teguh.


"dia itu mantan suamiku dan ibu yang marah semalam mantan mertua ku ka!" jelas ku. ia pun terlihat kaget.

__ADS_1


"kamu sudah pernah menikah?" ka Teguh bertanya seolah ta percaya dengan apa yang ku ucap kan. aku pun mengangguk.


"aku juga sudah punya seorang anak perempuan yang usia nya 7 tahun ka." jawab ku lagi sambil tersenyum. ka teguh terlihat melotot ta percaya.


"kaka ga percaya?" tanya ku lagi ia pun menggeleng.


"kebetulan besok ayah tasya ingin ketemu sama kaka. besok dtang ya kerumah tasya. tasya tunggu, sekalian liat anak tasya.!" ucap ku.


"em,,, besok kaka kerja sya jam 4 sore baru pulang. kalo malam gimana!" ucap ka Teguh.


"boleh!" ucap ku lagi.


"ayo kita ngamen nya nanti ke malaman.!" ajak ku. kami pun mendekati kerumunan orang yang sedang duduk di lesehan menikmati keindahan taman di malam hari. aku bernyanyi ka Teguh memetik gitar. aku memegangi kantong plastik bekas sneck untuk uang yang orang beri kan. sambil menyanyi aku menghampiri pengunjung dengan menyodorkan plastik sneck itu. setelah selesai kami mencari kerumunan yang lain. hingga 2 jam kami berkeliling kami memutuskan untuk duduk di bangku taman kota lagi.


 "seru tenyata ya ka heee,,,!" ucap ku sambil tertawa.


"kamu cape.?" ia bertanya pada ku.


"lumayan. tapi aku suka." jawab ku jujur.


"tunggu di sini ya, kaka mau cari minum dulu!" ucap nya pada ku. aku pun mengangguk ia berlari ke arah pedagang dekat sini. ta lama ka Teguh kembali membawa 2 botol air mineral. ia menyerahkan satu untukku yang sudah di buka.


"terimakasih ka!" ucap ku. lalu aku meminum air kemasan dalam botol itu.


"kasian sekali mas mantan istri mu. ternyata sekarang suami nya pengamen." ada suara wanita yang terdengar mengejekku. aku pun mendongak melihat siapa yang bicara. ternyata ada Wati juga mas Deni. terlihat mas Deni hanya diam ia sedang menggendong anak nya.


"kalo ia kenapa, lagian bukan urusan kalian kan!" jawab ku sekena nya.


"mas Deni kan, kita teman satu kerjaan!" ucap ka Teguh.


"ia, aku Deni" ucap nya.


"jadi ka Teguh kenal sama dia!" ucap ku.


"ia, dia banyak cerita tentang mantan istri nya yang masih sangat ia sayang sya. pasti nya itu kamu kan!" ucap ka Teguh yang kontan membuat mata Wati melotot terhadap mas Deni.


"hati hati lo mba, jagain mas Deni nya nanti ku ambil lagi lo,haaahaaaa!" ucap ku sambil tertawa dan sebelah tangan ku memukul ka Teguh. ia pun bingung dengan tingkah ku. mas Deni di tarik oleh Wati ia terlihat marah sama mas Deni. mas Deni masih menatap ke arah ku sesekali.


"kamu ko ketawa sih emang nya apa yang lucu?" tanya ka Teguh.


"ga ada, hanya ingin ketawa saja.!" ucap ku asal.


"tasya ko kepo ya.!" ucap ku.

__ADS_1


"kepo kenapa?" tanya ka Teguh.


"kaka sama mas Deni udah kenal lama?" tanya ku.


"kira kira dari 2 tahun yang lalu. waktu itu aku duluan yang masuk di proyek lalu ta lama mas Deni datang." jelas nya. aku pun mengangguk.


"2tahun di sini tapi ga pernah mau lihat anak" gerutu ku.


"kenapa sya?" tanya ka Teguh.


"ga papa ka, kita hitung penghasilan kita malam ini ka. ucap ku sambil menumpahkan isi yang ada di dalam plastik Snack.


"lumayan banyak ka!" ucap ku.


"suara kamu bagus jadi pengunjung bnyak yang ngasih.!" ucap nya.


"Hem,, kaka juga bagus metik gitar nya!" ucap ku. kami pun menyusun uang nya lalu kami hitung.


"ka ada 312 ribu." ucap ku. sambil menyerahkan uang nya pada ka Teguh.


"yang bener sya. banyak juga. kaka bisa nya ga sampai 50 dapet nya. " jawab nya jujur.


"sekarang kaka yang traktir aku makan ya!" ucap ku pada nya.


"boleh. mau makan di mana?" ka teguh bertanya.


"aku mau makan sate itu aja ka!" ucap ku. kami pun menuju ke abang sate itu. saat kami menunggu pesanan aku baru melihat bahwa di sini juga ada mas Deni dan Wati. tapi aku ta menghiraukan mereka. aku asyik memainkan hp ku.


"ka kita foto ya.!" ajak ku. kami pun berfoto dengan berbagai gaya. aku melihat kembali hasil foto kami tadi. aku tertawa melihat saat ka Teguh belum siap.


"yang ini lucu ka heee,,!" aku memperlihatkan nya pada ka Teguh.


"jelek ah Sya, hapus aja.!" ucap nya. kami pun saling berebut hp.


"kasian suami cuman kerja bangunan si istri ngeredit hape merek apel di gigit. ga tersiksa mas jadi suami nya?" ucap Wati tiba tiba. kami langsung berhenti bercanda nya.


"ga ko aku bahagia. bagai mana pun aku akan membahagiakan istriku dan mengutamakan dia.!" ucap ka Teguh tiba tiba membuat ku melotot. hebat juga ekting nya. aku mengerjapkan mata menatap nya.


''ini beneran kamu syang?" ucap ku.


"ia syng siapa lagi!" ucap ka teguh sambil mengusap atas kepala ku yang memakai kerudung. ia mengedipkan mata sebelah kepada ku. pedagang sate itu membawakan pesanan kami ke meja.


''terimakasih bang!" ucap ku kami pun makan dengan tenang. ku lihat mas Deni dan Wati beranjak dari duduk nya. sekarang aku tau kenapa mas Deni ga pernah menemui Nina. pasti takut sama Wati. setelah makan aku pun pamit pulang sama ka Teguh besok malam kami akan bertemu di rumah. aku pun di. antar sampai parkiran mobil. Teguh juga membelikan Nina mama dan ayah sate. aku pun melambaikan tangan saat ingin meninggalkan nya.

__ADS_1


__ADS_2