
Subuh aku sudah bangun. mas Deni masih terlelap. aku membangunkan Nina, dengan pelan. ia pun akhir nya bangun.
"bunda, kita mau jualan ya!" tanya Nina pada ku.
"ia kita mau pergi sayang!" ucap ku padanya. aku gegas memandikan nya dan memakaikan baju yang sudah ku siap kan. aku pun sudah siap sebelum memandikan Nina. Nina ku pakaikan baju lebaran tahun lalu. aku hanya makai baju terusan lengan panjang dan memakai kerudung. itu baju yang paling bagus yang ku punya. aku pun mengambil tas yang ada di lemari sebelum nya aku sudah memasukkan dompet ku yang satu nya. aku menoleh ke belakang melihat wajah mas Deni yang sedang terlelap.
"maaf kan aku mas!" ucap ku lagi. aku sudah meninggal kan sepucuk surat yang ku tindih dengan gelas yang berisi kopi. isi nya semua tentang keluh kesah ku yang tidak mau didengar nya selama ini dan alasan aku pergi. ta terasa menetes air mata ku. sebenar nya aku masih mencintai mas Deni hanya saja sifat dan orang tua nya yang membuat ku ta tahan. aku pun menggendong Nina mengeluari kamar menuju ke luar rumah. setelah menutup pintu aku pun pergi. hari masih sangat pagi masih jam 6.30.
__ADS_1
"tasya Nina, kalian mau ke mana?" tanya bu Hindun yang sedang menyapu teras rumah. aku pun menghampiri nya.
"bu aku mau pulang ke rumah orang tua ku. terimakasih banyak sudah membantu ku selama ini.!" ucap ku sambil menyalami tangan nya. ia pun meneteskan air mata.
"ia sama sama. kamu sudah mengambil keputusan tepat nak, ibu mendukung mu. oh ia tunggu sebentar ya!" ucap bu Hindun seraya masuk ke rumah. ta lama ia pun kembali.
"terimakasih bu. nanti kalo ga ada halangan pasti aku berkunjung ke sini lagi.!" ucap ku sambil menyapu air mata ku.
__ADS_1
"ia nak, ibu pasti merindukan kamu, Nina sayang sini boleh nene cium dan peluk Nina?" ucap nya setelah itu berjongkok.
''boleh ne!" ucap Nina seraya memeluk bu Hindun. bu Hindun menciumi pipi Nina sambil berderai air mata. setelah itu ia berdiri.
"hati hati di jalan ya nak, semoga kehidupan kalian kedepan nya akan selalu bahagia!" ucap bu Hindun sambil memelukku.
"terimakasih bu, aku pamit dulu.!" ucap ku pada bu Hindun ia pun mengangguk dan aku melanjutkan perjalanan ku. aku menunggu angkot untuk ke terminal. setelah angkot tiba aku dan Nina naik. 25 menit kami sampai di terminal bus. dan menaiki bus jurusan ke kota tempat kelahiran ku. untuk menempuh perjalanan ke kota ku butuh waktu 7 jaman. perkiraan ku sore baru kami sampai di tempat tujuan. hati ku serasa sesak kembali saat bus sudah jalan meninggalkan terminal. aku memangku Nina yang mulai mengantuk. karna tadi setelah ia mandi aku sudah memberikan nya makan. aku pun menatap ke samping untuk melihat suasana di luar kaca jendela bus. ta menyangka perjuangan ku selama ini mempertahan kan hubungan ku dengan mas Deni akhir nya berakhir sampai di sini. aku yang kalah aku yang menyerah dengan aku yang tidak bisa lagi bertahan.
__ADS_1