Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 23


__ADS_3

  Malam ini kang Firman seperti biasa menyerang ku tanpa henti tapi untuk kali pertama aku merasa hambar dan tidak menikmati nya. walau ku lihat itu ta berarti bagi kang Firman, ia tetap menyerang ku. hingga selesai ia pun tertidur. aku memandangi wajah nya. aku seperti pel***r pribadi nya. aku meringis ngeri. saat pulang ke rumah memberi uang dan menggauli tubuh ku sesuka hati nya. saat lelah aku pun tertidur.


   Pagi hari aku masih bersantai untuk menikmati libur terakhir ku. hingga kang Firman bangun dan menghampiri ku.


"neng kenapa ngelamun.!" ucap nya saat menghampiri ku di teras rumah.

__ADS_1


"ah ga ko kang, akang udah makan,?" tanya ku mengalihkan pembicaraan.


"sudah barusan.!" ucap nya sambil duduk di kursi samping antara aku dan kang Firman terhalang meja yang ada asbak nya. ia menyalakan roko nya. ia menghisap roko nya dengan nikmat. tidak ada pembicaraan antara aku dan kang Firman. kami sama sama tenggelam dalam pikiran masing masing.


...****************...

__ADS_1


   Hari ini kang Firman menginap untuk pertama kali nya di rumah mba Nani karna sudah melahirkan 4 bulan yang lalu dan mendapat kan seorang putri yang di idam idamkan kang Firman. seminggu yang lalu ia sudah selesai dengan masa nifas nya. dan untuk pertama kali nya kang Firman pergi bukan untuk bekerja tapi untuk menemui istri pertama nya. pasti nya ia akan meminta jatah yang sudah lama ia nantikan. aku pun menantikan saat ini untuk membuktikan apakah kang Firman berubah atau tetap seperti sebelum nya. hati ini serasa sakit sekali membayangkan kenyataan yang akan terjadi antara kang Firman dan mba Nani. aku pun menangis untuk yang pertama kali nya. aku memeluk guling yang setia menemani ku. hati ini sangat perih. ingin sekali aku berteriak sekencang kencang nya. mungkin ini pula yang di rasakan mba Nani saat tau suami nya memutus kan menikah lagi. tapi mungkin lebih sakit dia. karna dia sudah memiliki anak sedang kan aku belum. aku menangis sejadi jadi nya malam ini seperti di malam aku meratapi nasip untuk mengikhlaskan mas Adi dulu. tapi kali ini sakit nya sangat teramat sakit. dada ini sesak seakan ada beban berat menimpa di atas nya. hingga ta bisa ku tahan lagi. hingga aku tertidur karna kelelahan.


Pagi sekali aku terbangun dan mengerjakan semua aktifitas ku. tapi setelah masakan ku siap aku enggan menyentuh nya. aku kembali ke tempat tidur. aku duduk dengan memeluk lutut ku sendiri. air mata masih ta mau berhenti. hingga ia bebas keluar dari mata ku. ta perduli lagi dengan keadaan mata ku yang mulai membengkak akibat menangis.


Satu minggu sudah berlalu kang Firman belum saja pulang. karna ia langsung pergi kerja dari rumah mba Nani ia membawa mobil truk kesana karna halaman rumah nya bisa untuk parkir. aku masih meratapi nasip ku. kang Firman sudah melanggar janji nya yang berkata akan adil pada kami berdua. nyata nya sekarang aku yang di sisihkan. aku menyadari ini sudah menjadi resiko bagi diriku. sedari awal aku sudah tau aku hanya pelarian nya saja. aku berdiri menatap cermin betapa berantakan nya diri ku. aku pun menyisir rambut ku untuk merapikan nya.

__ADS_1


tok,,tok,,tok,, ada yang mengetuk pintu rumah ku.


__ADS_2