Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 33


__ADS_3

     Malam ini aku enggan memejamkan mata. hati ini gelisah. beberapa kali aku mengintip ke rumah mas Dion banyak orng silih berganti bertamu ke rumah nya. entah apa yang mereka lakukan. mas Dion setau ku tidak banyak punya teman saat menjadi suami ku dulu. aku sangat gelisah. hingga memutus kan untuk mengintip lagi. aku lihat masih ada orang yng berkunjung. setelah itu ku lihat mas Dion duduk di teras rumah. selang beberapa saat wanita muda dengan pakaian seksi datang langsung duduk di pangkuan mas Dion. tapi ku perhatikan bukan wanita yang sore tadi. kemungkinan besar istrinya yang lain. aku menggelengkan kepala ku. aku langsung masuk ke kamar untuk mencoba memejamkan mata. aku bingung dengan perubahan mas Dion sekarang ia seperti bukan mas Dion yang aku kenal. sangat pusing rasa nya memikirkan kelakuan mas Dion. apa memang wujud asli nya seperti itu. hingga ta terasa aku pun terlelap.


...****************...


    Pagi sekali ada yang mengetuk rumah ku. Tok,,tok,,tok., aku sampai kaget dan dada ku bergemuruh ta karuan. dengan pelan aku menuju pintu ku intip sedikit dari celah jendela. seorang lelaki berjaket di sertai topi ia sedang membelakangi ku. aku bertanya tanya siapa dia. aku belum berani membuka pintu hingga ia berbalik menghadap ki. tapi aku belum bisa mengenali nya. ia memakai masker. ku beranikan diri membuka pintu.


"maaf cari siapa?" tanya ku.


"hey,, ko cari siapa sih. ya cari janda cantik lah" ia berkata sambil membuka masker dan kaca mata. seketika gugup ku hilang dan aku tersenyum.


"aku sampai lupa kalau aku sudah jadi janda.!", ucap ku dengan cengiran.


"kamu sibuk?" tanya Leo lagi.


"ga juga, aku lagi masak. silahkan duduk." aku menyuruh nya duduk di kursi yang ada di teras. karna tidak enak menyuruh nya masuk. karna setatus ku yang janda ini.


"tunggu sebentar!" aku pun ke dalam membuatkan minum untuk nya. dan membawakan cemilan.


"ku kira kamu ga bakalan tinggal di sini lagi!" ia mengambil gelas teh dan meminum nya.


"entah lah, tapi aku sudah biasa tinggal di lingkungan ini. hingga tidak betah di rumah orang tua ku.


"oh iya, karna setatus mu janda aku ada hadiah untuk mu.!" ia tersenyum lebar.


"jadi kamu senang aku menyandang setatus janda, dasar teman jahat. jangan jangan ini doa mu." ucap ku sambil membuang muka. ia terkekeh mendengar ucapan ku.


"hahaa , mungkin benar, karna aku sudah menunggu status mu dari kamu menikah dengan Dion.!" penjelasan nya membuat mata ku terbelalak . sekarang apa lagi muka mya berubah serius.


"Bunga Lestari apa kah kamu bersedia menjadi tunangan ku." ia berucap sambil memegangi sebuah cincin bermata kan berlian yang sangat indah. bentuk nya kecil tapi elegan. aku terdiam sejenak.


"tapi, apa kamu mau menerima aku, sedangkan kamu tau semua cerita kehidupan ku." dengan muka sendu aku berkata.


"aku akan menerima kekurangan mu dan akan menjaga mu. itu janji ku. " dengan tegas ia menatap ku.


"jadi" sambung nya lagi.


"emm,," aku mengangguk tanda menerima nya. ia pun tersenyum. aku menjulurkan tangan yang sudah tidak ada cincin kawin ku dengan mas Dion. ia pun tersenyum menatap tangan ku. dan memasangkan cincin yang sangat pas di jari manis ku.


"terimakasih." ucap nya dengan senyum mengembang. aku pun tersipu malu.


"kalo begitu aku tunggu di sini cepat kamu siap siap." aku menatap nya heran..


"kemana...?"


''kita jalan jalan merayakan hari jadi kita. !" ucap nya. aku pun tersipu mendengar ucapan nya.

__ADS_1


"tunggu sebentar aku ganti baju dulu" ia pun mengangguk dan aku menuju kamar untuk mengganti baju setelah itu ku raih tas dan menemui Leo di luar.


 ia menatap ku ta berkedip hingga aku melambaikan tangan di hadapan mata nya.


"hey, ayo aku sudah siap.!" ucap ku ia terlihat gugup dan pipi nya merona.


'' i,,ya. ayo. kamu kelihatan lebih cantik." ucap nya.


"jadi kemaren kemaren aku tidak cantik?" tanya ku.


"hee,, cantik tapi sayang masih punya orang, sekarang kan punya ku jadi tambah cantik." ia menggaruk tengkuk nya yang ta gatal.


 Di sebrang sana aku melihat mas Dion memperhatikan kami. ia tampak tak suka. tapi aku abai kan saja. Leo membukakan pintu mobil aku pun masuk. setelah ia sudah masuk ia menyalakan mesin mobil.


"sudah siap syang" aku tercengang saat ia memanggil ku sayang. dada ku berdetak tak karuan. apa aku sudah mulai jatuh cinta.


"iiya .. " dengan gugup aku menjawab nya.


 mobil pun mulai berlalu dari rumah ku hingga saat di halaman rumah mas Dion aku melihat sekilas dari luar pas menuju meja ruang tamu ada berjejer botol minuman yang setau aku itu minuman keras. tapi entah lah. aku memandang ke depan lagi.


  Di sepanjang jalan kami menyanyi Leo tak pernah melepas tangan ku. ia kelihatan sangat bahagia. tapi aku belum tau bagai mana hubungn nya dengan Sandra. semoga saja sudah selesai. karna aku ta mau ada yang mengganggu aku lagi. tapi ku tepis dulu pemikiran yang belum tentu terjadi. aku akan menikmati saat saat bersama Leo.


kami mampir di sebuah resto berbintang lima. ia memesan tempat privat room. hanya ada kami berdua. setelah pelayan membawakan pesanan kami, kami pun makan dengan hening. rasa canggung masih mendominasi ku. hingga aku bingung ingin memulai obrolan.


"Sandra apa kabar ?'' ia langsung menatap ku.


"oh, ia aku belum bercerita ya masalah itu. aku dan Sandra sudah selesai. satu bulan lalu kami resmi bercerai. aku tes DNA anak nya dan sudah di pastikan anak itu DNA nya tidak cocok dengan ku.


"lalu..."


"dengan berat hati ia melepas kan aku. ia janji tidak akan mengganggu mu lagi. yang ia tau kamu adalah istri ku.hee, " setelah menjelas kan ia tertawa.


"bagus lah. semoga tidak ada hal yang tidak kita ingin kan. " ucap ku.


   setelah makan kami menuju mall, Leo mengajak ku belanja aku sampai mencegah nya.


"ets, tidak ada penolakan ok.!" cegah nya. aku mau ta mau mengikuti nya kami menuju toko perhiasan. ia menunjuk satu kotak perhiasan lengkap, ada kalung gelang dan cincin. semuanya bermata kan berlian. aku sampai terbelalak melihat harga yang tertera. aku membisikkan sesuatu di telinga nya.


"mahal sekali itu benar 500 juta harga nya.?" tanya ku. ia hanya tersenyum ke arah ku. setelah membayar kami ke toko baju dan tas. hingga ada 5 lembar baju 3 buah tas yang ia beli untukku. aku tidak bisa mengelak sedikit pun. hingga perjalanan kami berakhir di sebuah salon.


Di salon ini aku dan Leo melakukan tritmen lengkap. hingga aku merasa rileks dan segar. dari ujung kuku hingga kepala semuanya di berikan sentuhan sentuhan yang sangat nyaman. hingga aku merasakan sensasi luar biasa. hingga jam 6 sore baru selesai. aku di antar pulang oleh Leo. ia pun langsung pulang karna mengerti aku ingin beristirahat setelah seharian penuh jalan jalan dengan nya. pasti nya kami sudah melakukan sholat di mesjid yang kami singgahi tadi.


 Setelah Leo pulang aku pun duduk sejenak di ruang tamu menatap belanjaan yang memenuhi meja. aku menggelengkan kepala.


"apa ia ingin menyogok ku. haha " gumam ku sendiri.

__ADS_1


 Susah payah aku membawa belanjaan ku menuju kamar dan ku bereskan kan semua nya. ku tatap perhiasan yang ada dikotak besar. aku mencoba satu persatu.


"cantik,, aku suka" gumam ku lagi sambil menatap diri ku yang sedang tersenyum di pantulan kaca.


aku merona mengingat Leo sekilas mencium bibir ku saat pulang tadi. ia mencuri nya dariku tanpa ijin tapi aku ta keberatan. pipi ku tambah memerah mengingat itu semua. hingga akhir nya ku lepas kan lagi perhiasan itu. dan aku bersiap untuk membersihkan diri. setelah selesai melakukan sholat aku ke dapur untuk mengambil segelas air putih. ku dengar ada suara ribut ribut. aku pun ingin melihat apa yang terjadi. saat aku mengintip ada dua wanita sedang bertengkar hebat di teras rumah mas Dion. tapi tidak terlihat wanita hamil di sana.


"malam ini giliran aku yang di sini kamu pulang lah. dasar wanita gatel." ucap salah satu wanita dan menunjuk wanita lain.


"tapi aku istri baru nya kami ingin malam pertama. iya kan mas, mas yakin melewatkan nya aku masih perawan lo." aku merasa jijik dengan tingkah wanita itu apa ia tidak punya malu. aku pun kembali kekamar untuk beristirahat sebelum waktu isya. setelah melakukan sholat isya. gaway ku berbunyi. dari Leo.


@tuan Leo : assalamualaikum sayang. lagi ngapain ini.?


@Aku : Waalaikumsalam habis sholat. kamu.


@Tuan Leo : ini..!


ia menunjukan pakaian nya ya itu ia mengenakan baju koko peci dan sarung. bertambah kadar ke gantengannya. aku pun tersipu melihat nya.


@aku : aduh ganteng nya. udah ada yang punya belom. ?


canda ku pada nya yang ku lihat ia jadi salah tingkah aku pun tertawa.


@tuan Leo : kamu nanya, ,? ya sudah ah. kita tidur saja. sudah malam.


ia mengalihkan pembicaraan karna malu.


@Aku : ya sudah selamat malam. terimakasih untuk hari ini i love you.


@Tuan Leo : boleh di ulang


@aAku : selamat malam


@tuan Leo : bukan yang satu nya.


@Aku : terimakasih.


aku tau yang ia maksud tapi aku mengulur waktu.


@Tuan Leo :aauaahh kamu mengerjai aku.


ia dengan wajah cemberut menatap layar aku pun tertawa terpingkal-pingkal.


@Aku : ok ok baik lah I LOVE YOU Leo ganteng.


@tuan Leo : slamat malam mimpi indah ya LOVE YOU TO BUNGA KU YANG CANTIK.

__ADS_1


Tut,,Tut,, Leo mematikan sepihak mungkin ia malu. aku malah ketawa lagi mengingat tingkah nya. dan bersiap tidur.


...****************...


__ADS_2