Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 14


__ADS_3

  Setelah selesai bermain kami pun pulang ke hotel. Nina tertidur di pangkuan mama. ia terlihat kelelahan. setelah sampai kami pun masuk ke kamar masing masing dengan Nina yang di bawa mama masuk ke kamar nya. aku membersihkan diri dan sholat isya setelah itu aku pun tidur.


Keesokan pagi nya setelah kami makan kami langsung berangkat menuju rumah bu Hindun. akhirnya pun kami masuk di jalan desa yang biasa aku menunggu angkot. mobil berjalan dengan pelan karna jalanan di sini tidak pake aspal. ayah memarkirkan mobil di pinggir jalan. ku lihat bu Hindun sedang membeli sayur. depan rumah nya. ku lihat pun mama mertua ku ada di situ.


"yah ma, itu yang pake baju daster hijau mama mas Deni. dan yang make baju warna merah itu bu Hindun!" jelas ku pada ke dua orang tua ku.


"Hem,, ya sudah ayo kita turun menemui mereka. kelihatan nya mereka juga sudah selesai berbelanja.!" ucap ayah. kami pun turun. ta lama pedagang syur itu pun pergi. ibu ibu menatap kami yang turun dari mobil.


"Tasya Nina,,!" ucap bu Hindun ia mengenali ku. ia gegas menghampiri ku. terlihat mertuaku tercengang hingga membuka mulut nya.


"assalamualaikum bu Hindun, akhir nya kita ketemu lagi.!" ucap ku sambil menyalami nya.


"bu, perkenalkan ini mama dan ayah Tasya.!" ucap ku sambil mengenalkan mereka.


"waalaikumsalam, saya bu Hindun. ayo kita masuk kerumah.!" ajak bu Hindun. mertuaku hanya tercengang tidak bergeming dari tempat nya. mama dan ayah seolah ta mengenal nya. ya karna ia juga ta menghampiri kami. kami pun masuk ke rumah bu Hindun. ia gegas ke dalam membuatkan minum setelah itu kembali membawa nampan berisi air minum.


"Nina tambak gemuk sya, cantik lagi!" ucap bu Hindun sambil menyentuk pipi Nina.


"iyaa nek, Nina di tempat opa makan enak dan banyak. Nina juga di belikan maina.!" jelas Nina yang sedang di pangkuan bu Hindun.


"syukur lah nak, sekarang kalian ber dua terlihat lebih bahagia. ibu senang dengar nya. lalu kalian kesini mau apa. jangan bilang mau pulang ke rumah!" ucap bu Hindun lagi.


"ga bu. kami kesini liburan. sekalian mau berkunjung ke rumah mertuaku. ada yang mau di selesai kan.!" bu Hindun mengangguk.


"diminum air nya pa bu!" ucap bu Hindun. ayah dan mama meminum air sirup hangat buatan bu Hindun.


''oh iya bu, maaf sebelum nya. saya sudah dengar semua cerita tentang ibu yang sering membantu anak saya. sebenar nya saya sudah cari tasya kemana mana hanya saja kota ini yang tidak saya datangi. karna saya pun ta mengenal keluarga Deni. kata nya ia banyak merepotkan ibu selama tinggal di sini. saya sebagai orang tua minta maaf dan sangat berterimakasih telah banyak membantu anak saya pada ibu. !" jelas mama.


"dan ini kata tasya ia memiliki hutang pada ibu waktu mau beli beras dulu dan ongkos pulang kemaren.!" ucap ayah menyerahkan amplop coklat pada bu Hindun.

__ADS_1


"ga usah, bapa sekeluarga ga usah repot repot mengganti saya ikhlas. saya sudah menganggap tasya seperti anak saya sendiri. yang di laku kan tasya selama ini juga dari hasil keringat nya membantu saya di rumah. jadi tidak usah di ganti!" ucap bu Hindun menolak.


"bu, tasya mohon terima ya. nanti tasya tidak tenang kalo tidak ibu terima." ucap ku dan menyerahkan amplop itu ke tangan bu Hindun. ia pun mau mengambil nya. setelah minuman habis kami pun pamit.


"sya yang mana rumah mu. kata nya selama di sini ga tinggal sama orang tua nya Deni.?" tanya mama.


"di belakang sana ma. aku menunjuk arah belakang rumah bu Hindun. kita ke sana ya sebentar tasya mau lihat rumah tasya " ucap ku.


"baik lah kita kesana ya syang, opa mau lihat rumah Nina boleh?" tanya opa pada Nina.


"tapi opa janji ya. Nina di ajak pulang lagi ke rumah opa. Nina ga mau tinggal di rumah Nina. Nina ga punya teman.!" jelas nya.


"ia opa janji!" ucap ayah pada Nina. kami pun berjalan menuju rumah ku dan mas Deni. sangat miris ku lihat rumah ku tidak terawat banyak dedaunan yang menutupi teras dan halaman rumah. baru seminggu ku tinggal.


"ini Rumah Nina opa!" ucap Nina ke girangan.


"ia ma, disini tempat Nina dilahirkan.!" jawabku singkat.


" maaf kan opa ya. opa tidak tau kalo cucu opa sangat menderita di sini!" ayah meneteskan air mata nya.


"tidak opa. bunda selalu membelikan jajan ko sama Nina!" ucap Nina polos.


"ayah pun mengeratkan pelukan nya pada Nina yang di gendong nya.


"ya sudah kita kerumah nenek mu ya sayang!" ucap ayah pada Nina.


"ga mau opa, nenek jahat. kita pulang ke rumah opa aja ya!" celoteh nya.


"Nina ga mau kasih tau nenek kalo Nina punya opa dan Oma!" mama berkata pada Nina.

__ADS_1


"em,, mau,ayo opa kita ke rumah nenek!" rengek nya. tadi aja ga mau sekarang malah ia yang paling semangat. aku mengabadikan rumah ku dulu di hp ku untuk kenang kenangan. setelah itu aku menyusul mereka. kami berjalan menuju mobil untuk menuju rumah mertua ku. setelah sampai aku melihat Wati menangis di depan mertua ku. entah apa yang sudah terjadi. kami pun turun. menuju ke rumah mertuaku. mertuaku langsung merubah mimik wajah nya menjadi lembut tidak seperti tadi penuh amarah. Wati pun berdiri melihat kehadiran ku. mas Deni pun ada di samping mertua ku.


"asalamualaikum mas ma,!" aku mencium tangan mas Deni dan mama nya bergantian di sambung dengan orang tua ku menyalimi mereka. Wati terlihat canggung dan ia langsung pergi.


"Waalaikumsalam tasya. eh, cucu nenek juga ada. kenapa lama berkunjung ke rumah orang tua mu?" ucap mertuaku dengan lembut. mama dan ayah terlihat berpandangan.


"maaf ma. semalam ga sempat ijin karna mendadak!" jawab ku singkat.


"ayo mari masuk.!" ajak mertua ku. kami pun. masuk. mertuaku termasuk orang berada karna bapak nya mas Deni adalah pensiunan pegawai negri yaitu seorang guru. kami duduk di ruang tamu. mas Deni hanya diam tanpa bersuara.


"tunggu sebentar saya tinggal ke belakang dulu" ucap mertuaku. mungkin ia ingin membuatkan minum untuk kami. waktu dulu jangan kan di buatkan minum di hiraukan aja ga waktu ke sini.


"ehem,, Deni tujuan kami kesini untuk mempeejelas setatus anak kami Tasya. saya harap kamu tidak mempersulit nya. karna saya pikir kamu juga menyadari apa yang sudah terjadi hingga Tasya kembali ke rumah kami!" ucap ayah dengan tegas. mas Deni ta berani menatap wajah ayah ia hanya menunduk.


"saya minta nanti di hadapan orang tua kamu, kamu bersedia mentalak Tasya.!" tambah ayah. mas Deni tercengang ia langsung menatap ayah.


"tapi itu tidak mungkin yah. karna aku masih mencintai tasya. aku mohon ijin kan kami untuk hidup bersama lagi!" ucap mas Deni memohon.


"tidak ada kesempatan ke 2 lagi. dulu aku sudah memberikan kesempatan untuk membiarkan kalian hidup bersama. tapi apa, kamu telah memberikan penderitaan pada anak dan cucu ku. jadi saya minta kamu bersedia memenuhi permintaan saya!" ucap ayah lagi. ta lama mertua ku datang dengan membawa air teh dan kue kering di dalam toples.


'"silahkan di minum dan makan kue nya!" ucap mertua ku pada kami.


"jangan di makan opa nanti nenek marah. sama seperti dulu Nina minta satu nenek mencubit Nina!" celetuk Nina. ayah dan mama ku memandang mama Ida bersamaan setelah mendengar cerita Nina.


"ah Nina ini pinter bohong ya sekarang. mana pernah nenek begitu" ucap nya salah tingkah.


ayah dan mama tidak menyangkal perkataan mertua ku. mereka kelihatan ta mau memperpanjang urusan.


"gimana Deni sudah siap" ucap ayah lagi. mas Deni nampak masih berfikir. aku pun sama gugup nya. aku takut mas Deni akan menolak permintaan ayah. cukup lama ia diam. hingga akhir nya membuka suara.

__ADS_1


__ADS_2