
Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. hari ini suasana hati ku terasa lebih baik dari kemaren. sehingga hari ini aku lebih semangat menjalani hidup. aku mengunci pintu lalu menunggu angkot di pinggir jalan. saat aku menunggu angkot ada sebuah mobil berhenti di depan ku.
"pagi Indira,,?" ucap lelaki di dalam mobil itu.
"Arif, !" ucap ku setelah mengenali lelaki itu. Arif adalah teman kantor ku. ia selalu mengejar cinta ku dari dulu sampai setelah aku mempunyai hubungan dengan mas Adi ia masih gencar mengejar ku hingga saat mas Adi meninggal ia serasa mempunyai kesempatan untuk mendapat kan ku lagi.
"ayo naik, kita kan satu tujuan!" jelas nya.
''maaf tapi aku tidak bisa.!" ucap ku mencoba menolak. tak lama mobil Caca berhenti.
"Ra ayo. !" ucap nya dengan kencang. ia tau apa tujuan Arif.
"maaf Rif aku sudah janjian sama Caca!" ucap ku setelah itu aku masuk ke mobil Caca.
"untung kamu datang Ca.!" ucap ku pada Caca.
"em,, tapi kamu ta di paksa nya kan!" tanya Caca lagi.
"tidak, dia hanya ngajak aku bareng.!" jelas ku lagi.
"syukur lah.!" ucap nya lagi. ta berapa lama kami sampai di depan kantor. banyak orang berkerumun di depan kantor. entah apa yang membuat mereka berkerumun.
__ADS_1
"ada apa itu Ra, ko anak anak pada rame.?" tanya Caca pada ku.
"aku juga ga tau Ca. ayo kita lihat aja!" ucap ku sambil gegas turun dari mobil. kami menghampiri yang lain .
"Tan, ada apa?" tanya ku pada intan teman kantor ku."
"itu Arif lagi di datengin oleh wanita hamil katanya Arif bapa dari bayi yang di kandung nya itu. entah lah aku juga sekilas mendengarnya. ya udah ya aku masuk dulu!" jelas nya ia pun. meninggalkan kami. aku dan Caca saling berpandangan dan kemudian masuk ke dalam kantor.
"Ra, sampai ketemu makan siang nanti ya!" ucap Caca pada ku.
"ok,!"jawab ku singkat.
aku pun melanjutkan pekerjaan ku. hingga jam makan siang tiba. aku pun keluar menunggu Caca. ta lama Caca datang.
"ga juga. " jawab ku.
kami pun menuju kantin. kami memesan makanan setelah itu makan sambil mengobrol kecil. hingga Arif datang.
"hay, ciwi ciwi cantik. boleh dong ikut gabung?"Arif menawarkan diri.
"boleh, tapi sayang kami sudah selesai!" ucap Caca sinis.
__ADS_1
"yah,, tunggu sebentar dong!'' ucap nya memohon.
"baik lah, kita tunggu sebentar Ca!" usul ku. Arif pun tersenyum ia langsung memesan makanan nya. dan langsung makan.
"oh ia Rif, tadi ribut ribut apa di depan kantor.?" tanya Caca.
"em, itu ibu ibu hamil mau bikin akta tapi ia tidak punya suami. bingung mau bikin nya gimana.!" Arif menjelas kan.
"bukan nya dia mau minta tanggung jawab Rif sama kamu?" Caca bertanya lagi.
"Enak aja, kapan aku ngehamilin dia.!" jawab nya dengan ketus sambil melirik ke arah ku.
"kata Intan tadi!" jawab Caca.
"ah Intan di percaya. ia cemburu terhadap mu Ra, karna ia suka sama aku!" jujur Arif.
"ko jadi aku sih. aku kan ga ikut ikutan!" jawab ku. Arif mengangkat bahu nya. ta lama ia selesai dan membayar semua tagihan kami.
"terimakasih ya traktiran nya, besok lagi ya
!" ucap Caca
__ADS_1
"enak aja, lama lama aku bangkrut kalo neraktir kamu. tapi untuk kamu Ra pengecualian.!" ucap nya sambil mengangkat kedua kening nya.
"terimakasih Rif, tapi lain kali aku bisa bayar sendiri ko.!" ucap ku. di sambut tawa oleh Caca. Arif pun mengerucut kan bibir nya. kami pun kembali ke kantor karna jam istrahat sudah hampir habis. saat kami ke kantin tadi ternyata anak kepala desa sudah datang. karna ada keperluan di bank makannya ia terlambat datang. semua sedang berbisik bisik membicarakan anak pa Ridwan ia adalah kepala desa di kampung kami. dengar dengar nama anak nya Iwan Herlambang. aku pun belum sempat melihat nya.