Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 31


__ADS_3

    Pagi hari nya aku terbangun. aku melihat sosok lelaki yang seutuh nya milik ku. semoga ini adalah pernikahan terakhir ku. ia masih terlelap karna aku bangun belum waktu subuh adzan subuh pun belum berkumandang. sekitar 10 menit lagi baru berkumandang. aku pun bangun meraih handuk menuju kamar mandi. sebelum selesai mandi terdengar kumandang adzan subuh. aku pun melanjutkan mandi ku. setelah selesai aku keluar kamar mandi.


"mas, sudah bangun?" tanya ku yang melihat mas Rendi duduk di kursi meja makan.


"ia sayang. mas mau mandi dulu!" ucap nya seraya menghampiri ku dan mengecup kening ku. ia tersenyum pada ku aku pun membalas senyuman nya. setelah itu aku mengambil wudhu dan menunggu mas Rendi untuk sholat berjamaah. ta lama menunggu ia pun masuk ke kamar mengenakan baju kaos oblobg, peci dan sarung.


"sudah siap sayang?" ia bertanya aku pun mengangguk. kami sholat berjamaah aku sangat bersyukur mendapat kan imam yang bisa membimbing ku. setelah selesai aku pun mencium tangan nya ia pun mencium kening dan pipi ku.


"sayang terimakasih!" ucap nya.


"untuk apa?" tanya ku pada nya.


"sudah mau jadi istri mas!" jelas nya aku pun mengangguk dan memeluk nya.


Saat ini kami berada di meja makan. waktu masih menunjukkan jam 6.


''mas mau minum apa?" tanya ku pada nya.


"kopi aja sayang. !"


"Dira bikinin dulu ya mas. oh ia nanti Dira keluar sebentar untuk beli sayur masak. Dira belum nyetok sayuran untuk di masak mas.!" ucap ku sambil membuatkan minum.


"mas ikut boleh. kita jalan kaki saja!" ucap nya lagi. aku pun menghampiri nya membawakan segelas kopi dan ku serahkan pada nya.


"masih panas ya mas. jangan langsung di minum!" jelas ku sambil tersenyum.


"ok sayang!" ucap nya sambil tersenyum pada ku.


"Dira, mau ambil kerudung sama dompet dulu mas.!" ucap ku seraya berdiri menuju kekamar setelah melihat mas Rendi mengangguk sambil menyeruput kopi nya.


Ya subuh tadi aku sudah mandi bersih karna kemaren sebenarnya sudah selesai hanya saja belum yakin bersih. jadi aku putus kan untuk menunda mandi nya.


"sudah siap syang?" ucap mas Rendi pada ku setelah melihat aku keluar dari kamar.


"sudah mas.!" ucap ku. hari ini aku memakai baju daster lengan panjang berwarna marun dengan motif bunga yang pas di tubuh ku tapi tidak memperlihatkan lekuk tubuh ku dan menggunakan kerudung berwarna hitam.


"cantik nya istri ku!" ucap mas Rendi sambil mencium pipi ku setelah menghampiri ku.


"terimakasih."


kami pun menuju ke luar rumah. mas Rendi mengenakan kaos putih dan memakai sarung tanpa peci. setelah mengunci pintu kami pun menuju waru bu Laksmi.


"sayang nanti klo urusan mas sudah selesai di sini kita akan pindah ke rumah mas ya, kamu tidak keberatan kan.!" saat di perjalanan ia bertanya pada ku.


"tidak papa mas. aku ikut kemana mas pergi." ucap ku sambil tersenyum. aku merangkul sebelah tangan mas Rendi. banyak ibu ibu yang sedang mengantri di warung bu Laksmi.


"eh, janda nya Firman kan, udah punya suami aja ya. baru juga cerai. apa udah ga tahan neng!" ucap salah satu ibu yang aku pun tidak terlalu kenal dengan nya. hanya saja anak nya satu kerjaan dulu dengan ku di pabrik tempe. ya dia mama nya Kia. anak nya juga suka julit waktu di kerjaan ternyata mama nya lebih julid. aku hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu Yati. mas Rendi pun ta menggubris nya.


"eh, bu Yati jangan sembarangan ngomong. kamu ga tau suami nya neng Dira siapa!" jelas bu Laksmi pada bu Yati.


"emang siapa. kan hanya karywan bangunan di perusahaan yang ingin di bangun di sana.!" ia menunjuk ke arah proyek yang sedang di dirikan mas Rendi.


"ia dia memang yang membangun perusahaan itu!" ucap bu Laksmi tanpa menjelas kan sebenar nya.


"alah dapat tukang bangunan aja belagu. nanti kamu akan jadi bawahan menantuku. Kia akan menikah dengan yang punya peroyek itu. siap siap kamu jadi kacung nya menantuku ya. haaahaaaa!" ucap bu Yati sambil tertawa. bu Laksmi ingin menjelas kan tapi mas Rendi menggeleng kan kepala. ia pun melanjutkan pekerjaan nya lagi. karna sudah dapat kode dari mas Rendi.


"ya sudah bu ini sayur ibu dan ikan nya. semua nya 35 ribu.!" ucap bu Laksmi pada bu Yati.

__ADS_1


"ini uang nya 15 ribu nya ngutang dulu bu!" ucap bu Yati setelah itu ia buru buru pergi.


"eh bu jadi nya 165 ribu hutang nya ya!" ucap bu Laksmi sedikit berteriak pada bu Yati yang sudah menaiki motor metik baru nya.


"dasar bisa nya merendah kan orang tidak nyadar diri nya bagai mana!" gerutu bu Laksmi.


"ah maaf neng Dira mau pesan apa!" ucap nya pada ku ramah sambil tersenyum.


"em, mas mau sayur sama ikan ap?" tanya ku pada mas Rendi.


"terserah kamu aja sayang asal jangan ada udang nya saja aku alergi!" jelas nya.


"hemm, ya sudah bu aku minta sayur opor terong dan ayam goreng nya 2" ucap ku pada bu Laksmi.


"baik neng!" ia pun membungkus pesanan ku.


"semua nya 34 ribu neng!" ucap bu Laksmi sambil menyerah kan kantong pelastik yang berisi pesanan ku.


"ini bu!" aku menyerahkan uang 50 ribu pada nya. dan menerima kantong pelastik itu.


"ini kembalian nya ya neng 16 ribu!" aku pun menerima kembalian.


"terimakasih bu, kami pamit dulu. !" ucap ku sambil tersenyum. aku dan mas Rendi meninggal kan Warung bu Laksmi dengan bergandengan tangan.


"Memang nya kerjaan mas masih lama di sini?" tanya ku.


"ya harus nya sih lama. karna harus mengawasi proyek yang sedang di bangun. perusahaan yang di kota sudah aku serah kan pada Pebri ia orang kepercayaan ku. sama dengan di 2 perusahaan lain sudah di tangani oleh orang kepercayaan ku yang lain. sekarang aku mau bangun usaha lagi di sini dan seperti sebelum nya aku akan


 mengembangkan nya dulu sampai jadi lalu aku serahkan ke orang kepercayaan ku. lalu aku bikin lagi yang baru. begitu sayang!" jelas nya panjang lebar. aku hanya menganggukkan kepala ku.


 kami pun sampai di depan rumah. aku membuka pintu rumah dan kami pun masuk langsung menuju meja makan.


"lalu kalo kita nanti pulang ke kota. Giman kerjaan mas di sini?" tanyaku pada mas Rendi. aku menyerahkan piring yang sudah berisi nasi sayur dan ayam goreng pada nya.


"hemm,, nanti mas akan bolak balik kesini sayang. kenapa ada yang ingin kamu utarakan pada mas?" jelas nya sambil bertanya pada ku.


"gimana kalo kita menetap di sini aja mas. kan kerjaan mas di sini. aku ga mau kalo nanti harus sering di tinggal!" jelas ku pada nya.


"ternyata istriku takut ditinggal jauh jauh ya. hee,,!" ucap nya sambil tertawa. kami mengobrol sambil makan.


"mas,,,!" ucap ku.


,"oke maaf sayang. kalo begitu kita akan beli rumah di sini. kita akan menetap di sini bagai mana!" jelas nya.


"em, begitu lebih baik mas!" aku pun tersenyum. kami melanjutkan sesi makan kami.


"mas akan cari rumah dulu di daerah sini!" tambah nya lagi.


"mas kalo bisa rumah nya jangan yang besar agar aku bisa mengurus nya sendiri. aku ga mau punya ART. " jelas ku.


"baik lah." ucap nya lagi. kami pun menyelesaikan makan kami. mas Rendi masih di meja makan menikmati kopi nya ia sambil menemani aku beberes di dapur.


"sayang,, gimana kalo kita nanti tanya sama bu Laksmi siapa tau ia punya teman atau kenalan yang mau jual rumah. !" ucap mas Rendi pada ku.


"boleh mas, aku selesaikan ini semua nya dulu ya mas. !" ucap ku sambil menoleh ke arah nya.


"akhir nya selesai juga!" ucap ku sambil melap tangan ku pada lap yang menggantung di sisi tembok.

__ADS_1


"bisa kita berangkat sekarang!" usul nya.


"boleh mas,!" jawab ku.


"mas ambil tas mas dulu!" ia pun beranjak menuju kamar. ta lama ia keluar menggunakan tas selempang di depan dada nya.


"ayo syang!" ajak nya. aku meraih dompet ku yang berada di atas meja makan. kami pun keluar dari rumah. kali ini kami naik moge nya mas Rendi. sangat nyaman karna tempat duduk nya luas.


"assalamualaikum bu. sudah mau tutup bu?" sapa ku pada bu Laksmi yang sedang membereskan meja dagangan nya.


"Waalaikumsalam neng. ia neng sudah habis. maaf neng!" ucap nya. di kira nya aku mau beli sayur lagi.


"ia bu. tapi aku ada keperluan lain sama ibu!" jelas ku.


"eh, iya neng mari masuk kedalam rumah aja ngobrol nya.!" ajak nya seraya masuk membawa bakul berisi wadah wadah kosong bekas jualan nya.


"silahkan duduk neng mas,!" ucap nya lagi. kami pun duduk di ruang tamu nya. dengan lesehan.


"sebentar ibu bikinkan minum dulu ya neng.!" ucap nya seraya ingin berdiri.


"ga usah bu kami baru makan dan minum masih sangat kenyang." tolak mas Rendi dengan sopan.


bu Laksmi pun duduk kembali.


"emm, gini bu. saya dan istri saya mau tanya sama ibu. apa ada di sekitar sini yang mau jual Rumah!" ucap mas Rendi pada bu Laksmi.


"ada mas, kaka ibu mau jual rumah nya. karna ia mau pindah ke kampung suami nya.!" jelas ibu Laksmi.


"dimana letak rumah nya bu.?" tanya ku.


"tapi rumah nya bersebelahan dengan bu Yati mas. yang ibu ibu julid pagi tadi.!" jelas nya lagi.


"tak apa bu. asal kan semua surat nya lengkap saja.!" ucap mas Rendi lagi.


"kapan mas dan neng mau lihat rumah nya. surat dan semuanya ada pada ibu. kaka ibu terima beres saja!" jelas nya lagi.


"em,, gimana kalo sekarang. kalo sesuai kami langsung bayar!" ucap nya lagi.


"boleh mas.!" ucap bi Laksmi dengan semangat. kami pun menuju rumah yang di maksud. aku mengendarai motor bersama mas Rendi sedang kan bu Laksmi bawa motor sendiri. sekitar 10 menit kami sampai.


 Nah itu rumah bu Yati. dan ini rumah yang ibu maksud. Rumah nya luas berbentuk L. ada tempat parkir mobil di teras samping dan teras depan juga lumayan luas. halaman tidak terlalu luas mungkin hanya 5 meter dari teras rumah. kami pun masuk setelah bu Laksmi membuka pintu. kami langsung masuk rumah nya kosong tidak ada satu barang pun. tapi bersih walau sudah di tinggalkan mungkin bu Laksmi yang membersihkan nya. kami langsung menginjak ruang tamu setelah masuk. di sisi kanan kami ada kamar yang berjejer 2 seperti nya kamar utama dan kamar anak. di depan kamar langsung bertemu dengan ruangan tv. antara dapur dan ruang tv di halangi oleh tembok. kami masuk melihat kamar utama hanya ruangan tidur tidak ada kamar mandi. kami pun menuju dapur. sudah tersedia meja permanen untuk kompor dan lain nya di sisi kiri. tepat besebrangan den meja dapur ada 2 pintu kamar mandi dan toilet. setelah membuka pin tu belakang ada ruangan yang tertutup khusus untuk menjemur pakaian. di antara ruang tv dan tembok ada pintu yang menuju teras samping. aku suka dengan tatanan rumah ini.


"bagai mana mas dan neng tertarik. mungkin kalo mau bagus lagi tinggal di kasih chat dengan warna kesukaan kalian!" jelas bu Laksmi kami pun manggut manggut saja.


"Hem,, gimana sayang kamu suka?" tanya bang Rendi pada ku.


"suka bang, pas dengan yang Dira ingin kan.!" ucap ku sambil tersenyum.


"baik lah bu kami akan beli rumah ini.!" ucap mas Rendi.


"kalo begitu kita ke rumah ibu lagi mas untuk melihat surat surat dan melakukan akad jual beli. semuanya sudah lengkap tinggal tanda tangan saja. !" jelas bu Laksmi pada kami.


kami pun kembali ke rumah bu Laksmi. setelah ia mengambil berkas di dalam kamar ia keluar dan memperlihatkan pada mas Rendi.


"baik bu semua nya sudah saya cek. nanti saya minta balik nama nya ibu yang mengurus gimana?" ucap mas Rendi.


"ia mas itu sudah ada di dalam kesepakatan yang tertulis.!" kata bu Laksmi.

__ADS_1


"baik lah saya bayar sekarang bu.!" ucap mas Rendi ia keluar menuju moge nya yang terdapat boks di ujung jok blakang. ia membawa uang 2 baris tinggi yang di hitung ada 25 gepok uang 10 juta an. ia meletakkan di atas meja. aku sempat kaget bisa bisa nya ia menaruh motor itu di luar rumah dengan ada uang di dalam boks nya. aku menggeleng pelan kepala ku. setelah kami selesai melakukan transaksi jual beli kami pun pulang ke rumah.


__ADS_2