
Setelah kami dari mall dan akhir nya tidak membeli apa apa karna aku kurang berminat. jadi kami hanya makan saja. aku pun mengambil handuk untuk membersihkan diri. setelah selesai aku langsung sholat magrib. dan tetap duduk di sejadah untuk menunggu waktu isya. aku sudah tidak memaksa kang Firman lagi untuk sholat. tapi ia tetap melakukan sholat. setelah selesai sholat isya aku pun bersiap untuk nonton tv.
"mau kemana neng!" ucap kang Firman.
"nonton OVJ kang" jawab ku sambil tersenyum. setelah itu aku keluar kamar dan duduk menyalakan tv. ta lama kang Firman menghampiri ku.
"sayang akang rindu sama kamu!" ucap nya sambil berbisik di telinga ku yang membuat aku merinding. ia pun memasukkan tangan nya ke dalam baju ku. ia mulai menyerang ku. tapi perasaan ini sangat aneh. aku merindukan sentuhan nya tapi kenapa rasa nya hati ini sakit. kau tidak bisa sepenuh nya mengimbangi permainan nya. hingga ta terasa menetes air mataku.
__ADS_1
"kenapa neng sakit?" ia bertanya di sela sela adegan nya. aku menggeleng dan tersenyum. ia pun melanjutkan nya, tapi membawaku ke dalam kamar. setelah itu pergulatan kami berlanjut dengan perasaan ku yang ta menentu. hingga dini hari baru berakhir. kami pun sama sama terlelap.
Pagi hari nya aku bangun dan mencoba menerima takdir yang sudah di gariskan sang pencipta. aku sudah selesai dengan semua kegiatan ku. aku masuk ke dalam kamar dan melompat ke arah kang Firman. aku mengganggu nya tidur. aku harus bisa menerima. kalo ia berada di rumah ku berarti ia milikku. tapi kalo di luar milik orang lain. itu yang tertanam di hati ku saat ini.
"sayang bangun.!" aku berada di atas tubuh nya dan menciumi wajah leher dan dada nya. aku tersenyum ada dua warna gigitan yang banyak di tubuh kang Firman yang memudar milik mba Nani. yang masih nampak milikku. mungkin seperti ini cintanya kang Firman saat bersamaku cintanya untuk mba Nani memudar tapi saat dengan mba Nani cinta untuk ku yang memudar.
haaahaaaa, aku menertawakan diri ku sendiri. sekarang sempurna aku sudah menjadi pel*c*r pribadi nya.
__ADS_1
kami pun mandi bersama setelah itu makan pagi pada siang hari. setelah mandi aku pun menggodanya lagi aku ingin membalas permainan nya dengan mba Nina. hingga seharian yang kami lakukan hannya beradu keringat, mandi , sholat, makan , beradu keringat lagi. aku heran tenaga kang Firman tida ada habis nya. hingga malam hari kami asik nonton tv. pasisi kami saling berpelukan.
"kang, kapan akang ke rumah mba Nani?" tanya ku pada nya.
"satu Minggu lagi sayang. pulang kerja aku langsung kesini lagi. !" jelas nya. aku pun merasa lega. setidak nya ia sudah mulai adil.
aku pun tertidur di muka tv dengan memeluk nya. aku sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan kang Firman mengijinkan. aku rasa uang yang di kasih kang Firman untuk ku sudah cukup. aku juga masih ada tabungan bekas penjualan rumah dan selama aku menikah dengan nya uang gajih ku masih utuh.
__ADS_1