
Sore hari nya aku bangun lalu aku bersiap mengambil wudhu untuk sholat ashar. setelah itu aku melanjutkan memasak di dapur karna hari sudah jam 5. setelah selesai aku duduk di teras depan rumah. aku hanya memakai daster dengan lengan tanggung ta terlalu panjang berwarna merah serta memakai kerudung hitam. aku menunggu kepulangan mas Rendi. ta lama mobil mas Rendi memasuki halaman rumah kami. ia pun turun dari mobil membawa satu kantong hitam.
"assalamualaikum sayang!" ucap nya. aku pun langsung menghampirinya dan mencium tangan nya.
"Waalaikumsalam mas.!" ucap ku.
"mas mau mandi dulu ya sayang. mas belum sholat ashar.!" ucap nya seraya menuju ke kamar. aku pun meletakkan kantong plastik itu di meja dan mengikuti nya ke dalam kamar untuk menyiapkan baju ganti nya. mas Rendi sudah menuju ke kamar mandi aku pun membuka kantong pelastik itu. ada buah mangga dan buah naga. aku berniat untuk membuat jus dari dua jenis buah itu.
''akhir nya jadi juga.!" ucap ku sendiri. ta lama mas Rendi keluar dari kamar. ia terlihat segar aku tersenyum pada nya.
"lagi bikin apa itu sayang?" tanya nya pada ku.
"jus buah manga sama jus buah naga mas. mas mau yang mana?" aku menjelas kan sambil bertanya pada nya.
"mas ingin yang mangga saja sayang!" ia pun duduk dan mengambil segelas jus mangga.
"gimana mas?"
"enak!" ucap nya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah" ucap ku.
"sayang nanti temani mas untuk ke rumah nya pa Gafar ya. ada yang ingin mas bicara kan dengan nya.!"
"pa Gafar suami nya bu Yati ya mas.?"
"ia sayang, ia mandor di pembangunan peroyek mas. karna kata nya pembayaran buruh tidak sesuai dan belum di berikan. kebetulan kita tetanggaan jadi tidak jauh untuk ke rumah nya." jelas mas Rendi.
__ADS_1
"baik lah mas, sekalian kita silaturrahmi. nanti aku bawakan sisa buah ini ya bang untuk bu Yati." ucap ku.
setelah sholat magrib kami pun ke rumah bu Yati. sesampai nya di rumah kami mengetuk rumah nya.
tok,,tok,,tok,,
"assalamualaikum!" ucap ku.
"waalaikumsalam, tunggu sebentar!" terdengar suara bu Yati.
"eh, ada apa kalian malam malam kerumah saya?" bu Yati bertanya dengan penuh selidik.
"kalo untuk ngutang uang ga ada ya!" jelas nya lagi. belum juga kami ngomong ia sudah mencemooh.
"bukan bu. ini suami saya ada perlu dengan bapa nya Kia. ada beliau ada di rumah?" tanya ku sopan.
"boleh saya ketemu!" kali ini mas Rendi yang bicara.
"tunggu sebentar!" ketus bu Yati. bu Yati pun masuk ke dalam rumah tanpa mempersilahkan kami masuk kami pun berdiri di depan pintu.
"siapa sih ma, kalo mau ngambil gajih besok besok aja bilang. bos nya belum kasih uang." terdengar suara pa Gafar sampai ke telinga kami. aku dan mas Rendi saling pandang.
"Dira sama suami nya. aku malas meladeni mereka kamu aja yang keluar!" ucap bu Yati dengan lantang. entah apa yang terjadi setelah suami nya bu Yati melihat siapa yang datang dan di sambut dengan tidak baik. ta lama ada seorang laki laki keluar dari kamar nya lalu menghampiri kami. posisi mas Rendi membelakangi pintu ia bersandar di tembok sebelah pintu.
"ternyata suami kamu bener ya salah satu buruh yang bekerja pada ku,!" ucap pa Gafar langsung saat sampai di hadapan ku. mas Rendi pun menghadap pada nya. kelihatan sekali air muka pa Gafar berubah.
"bos Rendi,, silahkan masuk bos!" ucap nya dengan ramah. kami pun masuk dan duduk di ruang tamu.
__ADS_1
''ma, mama ,, buat kan minum ada bos Rendi datang!" ucap nya sambil sedikit berteriak.
"maaf bos ada perlu apa sampai repot repot bertandang ke rumah kami?" ia bertanya apa mas Rendi.
"tidak repot ko. rumah kita bersampingan.!" jelas mas Rendi.
'' yang benar, berarti pa Rendi suami nya Dira?" ia bertanya lagi seakan ta percaya.
"ia benar sekali. saya yang di bilang tukang bangunan oleh istri anda!" ucap mas Rendi dengan nada mengintimidasi.
"maaf bos, istri saya tidak tau. paling di kira nya Rendi yang baru masuk kerja seminggu yang lalu ." jelas nya.
"Hem,, Sekarang saya langsung saja. 4 hari yang lalu saya sudah menyerah kan uang gajih untuk semua karyawan. tapi ada yang komplen bahwa gajih belum mereka terima. apa anda bisa menjelaskan nya pada saya. saya tidak mau ada kesalahan yang membuat proyek saya tidak jalan. uang yang saya keluarkan tidak sedikit.!" jelas mas Rendi.
"Em,, ini bos. uang nya masih ada pada saya. besok akan saya serahkan pada semua karyawan.!" ucap nya sambil menunduk.
"pa mana tuan Rendi nya. ko yang ada mereka berdua. kan mereka hanya ingin ngambil gajih.?" tanya bu Yati pada suami nya. ia sambil meletakkan nampan berisi air teh hangat.
"bu jaga omongan ibu, suami Dira itu adalah bos Rendi!" jelas suami nya bi Yati. bu Yati pun terlihat melotot mendengar penjelasan suami nya. aku pun tersenyum ke arah nya.
"bu Yati ini ada buah sedikit untuk kalian.!" aku menyodorkan bingkisan itu pada nya ia terlihat masih syok menerima kenyataan yang ada. tapi ia tetap menerima nya.
"kalo begitu saya dan istri saya pamit pulang dulu. lain kali jangan lakukan itu lagi. saya tidak segan untuk melaporkan semua tindakan yang tidak beres kepada pihak yang berwajib.!" ucap mas Rendi. kami pun langsung pulang tanpa meminum air suguhan bu Yati tadi.
"sayang kita langsung sholat isya ya!" ajak mas Rendi saat sudah masuk kedalam rumh. aku pun mengangguk. kami pun mengambil air wudhu dan langsung mengerjakan sholat isya berjamaah. karna jam sudah jam 10 malam kami langsung merebahkan diri. aku sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur yang sedikit menerawang.
"sayang mas minta jatah mas lagi ya!" ucap nya. karna setelah aku selesai halangan mas Rendi selalu minta jatah nya. saat malam pertama dengan mas Rendi aku sangat kaget dengan bentuk pusaka nya yang besar dan sedikit mengeluarkan urat. sangat jauh beda dengan kang Firman. aku sampai menelan ludah ku waktu itu. hingga serasa sesak saat ia menerobos. padahal ku kira akan longgar karna bekas permainan kang Firman yang sangat menggila menurut ku. ia menyentuh bagian sensitif ku. kami pun bergumal durasi sangat lama tapi mas Rendi memimpin permainan dengan lembut. jadi aku bisa rileks dan tidak sakit sama sekali. hingga berakhir penyatuan kami. aku dan mas Rendi langsung ke kamar mandi untuk membersihkan **** ***** kami. ku rasa sangat menikmati sekali dengan permainan mas Rendi. beda dengan kang Firman walau lama tapi berbeda sensasi nya. kami pun kembali tidur untuk mengistirahatkan tubuh kami setelah lelah seharian beraktifitas.
__ADS_1