Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 20


__ADS_3

  Kami sampai di rumah jam 5 sore. tapi sebelum nya mama sudah ku beri tau kalau aku mampir ke tempat teman. kami pun langsung masuk kekamar kami masing masing. aku mengambil handuk untuk mandi. setelah itu turun ke bawah mengambil roti. karna jam makan malam belum tiba aku memutus kan menunggu yang lain sambil nonton tv. ta lama hp ku ber bunyi.


*Tasya malam ini keluar yo kita nongkrong.*


ternyata Rita yang mengirim pesan. ia salah satu teman ku. kami dulu tidak akur karna ia selalu merasa aku menyaingi nya.


*sama siapa?*✓✓


*sama Toni Laras martin*


*baik lah*


aku pun meletakkan hp di atas meja. ta lama Nina tiru.


"bunda opa sama Oma mana?" Nina berlari menghampiri ku.


"seperti nya masih di kamar!" ucap ku. Nina duduk di sampingku.


"Nina sudah sholat nya?" tanya ku pada Nina.


"sudah bunda.!" jawab nya. ta lama mama dan ayah keluar kami pun menuju meja makan.


"yah Tasya mau keluar malam ini ketemu teman boleh?" aku meminta ijin pada ayah.


"boleh nak, tapi jangan malam malam pulang nya.!" ucap ayah. aku pun mengangguk.


"Bun, beli kan Nina makanan ya!" ucap Nina pada ku.


"ok sayang!" ucap ku sambil tersenyum.


setelah selesai aku pun naik ke atas menuju kekamar untuk siap siap. setelah selesai aku meraih tas dompet hp dan kunci mobil. setelah itu turun ke bawah. ku lihat mama ayah dan Nina ada di ruang keluarga.


"yah ma Tasya pergi dulu.!" ucap ku sambil mencium tangan mereka bergantian.


"Nina, bunda pergi dulu ya!" Nina mencium tangan ku.


"jangan lupa makanan nya ya Bun!" ucap nya sambil tersenyum aku pun mengangguk.


"beres sayang!" setelah itu aku pun keluar menuju mobil. aku melajukan mobil dangan pelan. aku menuju sebuah cafe yang sudah di kasih tau oleh Rita. setelah sampai ku lihat mereka sudah berkumpul. setelah parkir aku pun menghampiri mereka.


"cantik banget lu Sya,!" ucap Toni.


"terimakasih!" ucap ku menjawab.


"Martin biasa aja dong lo liat Tasya nya!" ucap Rita dengan menyenggol Martin. Martin gelagapan setelah di goda Rita.


"eh ga ko, gue biasa aja.!" ucap nya bohong yang lain tertawa.


"gimana kabar kalian?" tanya ku membuka obrolan.

__ADS_1


Kami pun bercengkrama karna lama ta bertemu. sambil diiringi tawa kami. aku lihat jam tangan ku ternyata sudah jam 10.


"eh, gue pulang dulu ya. mau belikan jajan untuk anak gue!" ucap ku pada mereka.


"ah,, ga asyik sya. ko bentaran aja masih juga jam 10.!" ucap Rita pada ku. Martin hanya menatap ku tanpa berkomentar.


"maaf ya, aku kan dah ada Nina jadi ga bisa lama lama kasian ia di rumah!" ucap ku memelas.


"ia deh, lain kali kita ngumpul lagi ya." ucap Toni.


"ok, gue pulang dulu sampai ketemu lagi!" ucap ku sambil meraih tas ku yang ada di atas meja.


"hati hati sya!" ucap Martin.. aku pun mengangguk.


"ciyee,, hati hati ga tu ton!" ledek Rita pada Martin. aku pun tersenyum pada mereka setelah itu beranjak pergi meninggalkan mereka. aku menuju mobil setelah naik aku melajukan mobil ku untuk mencari pedagang martabak untuk ku bawa pulng. ta lama aku menemukan pedagang martabak itu. aku memarkirkan mobil di pinggir jalan.


"bang martabak manis nya 2 ya rasa keju ke dua nya!" ucap ku. abang nya pun langsung membuatkan pesanan ku. terdengar suara ribut ribut di sebelah sana. ku lihat ada seorang ibu ibu memarahi seorang pemuda. aku memperhatikan wajah nya ia memakai topi. setelah ku perhatikan seperti Teguh. kaka seniorku waktu smp dulu.


"bang aku tinggal sebentar ya!" ucap ku pada pedagang itu.


"ia neng" jawab nya. aku pun gegas menghampiri nya. ternyata benar teguh ku lihat ia membawa gitar di tangan nya. entah apa yang membuat ibu ibu itu marah.


"dasar pengamen ga tau diri, dekil, ga punya mat kamu.kamu harus tanggung jawab baju saya mahal." teriak ibu itu sambil memaki.


"maaf bu saya ga sengaja," ucap nya sambil memohon. aku pun menghampiri nya. betapa kaget nya yang marah marah itu mama Ida. mantan mertua ku knapa juga dia ada di sini. ku lihat mas Deni dan Wati pun ada. ia berdiri di belakang mama Ida. terlihat mas Deni menggendong seorang anak laki laki kisaran umur 3 tahunan dan Wati pun terlihat sedang hamil. sebenar nya aku malas berurusan dengan mereka lagi hanya saja aku kasian dengan teguh.


"maaf ada apa ini.?" tanya ku setelah sampai. mata mereka melotot ke arah ku seakan melihat hantu. mas Deni jadi salah tingkah karna keberadaan ku di sini.


"kenapa ka!" aku mengabaikan mama Ida dan bertanya pada ka Teguh. ia pun menceritakan kronologi nya. ternyata ia ta sengaja menabrak mama Ida. karna terburu buru ingin beli makanan.


"lalu apa yang ibu ini minta sama kaka?" tanya ku .


"ia minta ganti rugi kata nya aku sudah mengotori baju nya.!" jelas nya.


"sya jelas ia yang salah. jadi mama minta uang ganti rugi 500 ribu. baju mama kan kotor terkena keringat nya!" ucap mama Ida. aku pun langsung mengeluarkan uang di dalam dompet ku dan memegang tangan mama Ida untuk menyerahkan uang 500 ribu yang di minta nya.


"ini uang ganti rugi nya. !" ucap ku setelah itu aku menarik tangan ka teguh menjauh dari mereka. terlihat wajah mama Ida sumringah mendapat kan uang itu.


''kaka belum sempat beli makan nya?" tanya ku setelah sampai di pedagang martabak.


"belum, baru mau masuk. maaf kamu siapa ya. aku lupa. apa kita pernah bertemu!" ucap nya bingung. aku pun tersenyum.


"aku Tasya adik kelas kaka di SMP dulu. dulu kaka pernah menolong aku saat di jahili Rita. " jelas ku. ia pun mengingat ingat. setelah itu mengangguk.


"berapa bang?" tanya ku pada pedagang martabak itu.


"30 ribu neng!" jawab nya. aku pun menyerahkan uang pas pada nya.


"ka kita cari makan di tempat lain aja.!" ajak ku. ia pun mengikuti ku ke arah pojokan yang menjual nasi lalapan.

__ADS_1


"kenapa kaka jadi terburu buru?" tanya ku.


"aku mau belikan nasi buat ibuku sya. ia ada di rumah.!" jelas nya.


"kaka ngamen!" tanya ku lagi melihat ke arah gitar nya.


''ia sya, kalo malam aku ngamen kalo siang aku kerja bangunan. sekarang ijasah SMA sudah cari kerjaan.!" aku pun mengangguk mendengarkan cerita nya. setelah giliran kami. aku pun maju.


"bang 2 ayam komplit nya makan sini dan satu di bungkus.!" ucap ku pada pedagang itu.


"kita duduk di pojokan sana aja ka.!" ucap ku karna tempat nya hanya tersisa di situ. kami pun duduk di tempat yang aku tunjuk tadi sambil menunggu pesanan.


"minum nya apa mas mba?" tanya salah satu pelayan.


"es sirup aja 2 " jawab ku. aku melihat ka Teguh bingung mungkin uang nya tidak cukup untuk membayar makanan kami. aku pun tersenyum.


"ka aku yang teraktir kali ini. tapi lain kali kaka ya yang traktir.!" ucap ku.


"baik lah" jawab nya sambil tersenyum. ia adalah salah satu idolaku waktu sekolah dulu. walaupun ia berpakaian sederhana tapi ia terlihat tetap ganteng. hidung mancung alis tebal mata sayu.


"nanti aku boleh ikut ngamen?" tawar ku.


"tapi,,!" ucap nya menggantung.


"besok aku temui kaka di taman itu jam 8 ok!" aku langsung menyela perkataan nya. ia pun mengangguk. saat pesanan kami datang kami pun makan.


"ka boleh aku minta nomer hp kaka?" tanya ku pada nya.


"boleh!" ucap nya. ia mengeluarkan ponsel nya yang sudah retak layar nya. aku pun mencatat nomer hp nya yang tertera di layar hp nya. setelah itu ku simpan. setelah makanan ku selesai aku berdiri menuju kasir.


"aku bayar dulu ya ka, tunggu sebentar.!" ucap ku. dan pergi menuju kasir.


"berapa mba?"


"115 ribu ka!" jawab nya. aku pun menyerah kan uang 150 ribu. setelah mengambil kembalian aku mengambil bungkusan nasi yang ku pesan tadi. setelah itu menghampiri ka Teguh lagi.


"ini ka untuk ibu nya kaka!" ucap ku sambil menyerahkan kantong plastik berisi kotak nasi dan lauk tadi. ia pun menerima nya.


"Terimakasih sya!" ucap nya. aku pun mengangguk dan kami keluar menuju mobil ku. saat di depan mobil kami berbincang sebentar.


"besok malam aku tunggu ya sya!" ucap nya.


"ia ka, aku pasti datang.!" ucap ku.


"terimakasih atas traktiran nya.!"


"sama sama ka, ga sekalian aku antar ka.!" ucap ku pada ka Teguh.


"ga usah sya lain kali aja!" ucap nya.

__ADS_1


"ya sudah aku pulang dulu ya ka. assalamualaikum!" ucap ku sambil membuka pintu mobil.


"waalaikumsalam" ucap nya sambil tersenyum. saat jalan ku buka kaca mobil untuk melambaikan tangan pada nya. ia pun melambaikan tangan pada ku. aku pun menuju rumah karna hari sudah jam 11.15.


__ADS_2