
Entah berapa lama sudah Rahmat tidak ada kabar hingga nomernya pun tidak aktif. aku menatap foto nya yang ku copy saat kami terakhir melakukan vidio call. aku merindukan sosok sahabat sepertinya. dan entah berapa lama aku pun ta pernah pulang ke rumah orang tua ku. aku berencana minta ijin dengan mas Dion ingin pulang ke rumah orang tua ku. sudah satu bulan aku kembali membina rumah tangga yang separuh dan separuh nya lagi dengan indah. terdengar aneh kan. tapi ini kenyataan dan aku lah jadi salah satu pemeran utama nya. sore ini aku duduk di teras rumah sambil menikmati teh hangat melati buatan ku sendiri. usia kandungan ku sudah menginjak 14 minggu dan perutku sudah mulai sangat kelihatan. karna kandungan ku lemah saat periksa mas Dion menemani ku periksa aku belum di perbolehkan berhubungan badan dengan mas Dion. itu saran dari dokter. mas Dion pun sangat menghargai keputusan Dokter. hingga sekarang ia belum sekali pun menyentuh ku. hari ini jadwal mas Dion ke rumah ku. terdengar lucu kan. ia seperti bola dioper kesana kemari. tapi itu sudah jadi resiko dia. deru motor mas Dion terdengar dari belokan yang pas berhadapan dengan rumah yang di tempati indah. mas Dion sudah terlihat dari kejauhan. ia sempat menoleh ke rumah nya tapi sepertinya indah di dalam.
"assalamu'alaikum sayang." setelah memasukkan motor nya ke garasi ia menghampiri ku.
"waalaikumsalam mas," aku mencium tangan nya dan ia mencium puncak kepala ku. kami pun masuk ke dalam rumah. setelah ke dapur menaruh gelas aku menyusul mas Dion ke kamar.
"mas ,, ini handuk nya.!"
__ADS_1
"ia, sayang. aku mandi dulu ya." lalu mas Dion memasuki kamar mandi. aku memungut baju mas Dion yang terjatuh. karna ia memasukkan tidak pas ke dalam keranjang nya. aku memungut nya dan ingin memasukkan dalam keranjang. tapi apa yang ku lihat ada jiplakan bekas bibir berwarna nude yang samar nyaris ta terlihat. aku colek bekas itu dan ku gesekkan antara telunjuk dan jempol. ya ini pasti benar lipstik. tapi siapa yang makai. satahu aku indah menggunakan lipstik warna merah menyala. aku berwarna pink peach. mencurigakan , ku cium lengan baju nya ada bau farpum wanita. yang ku tau indah tidak memakai aroma ini. apa mas Dion punya wanita lain. terdengar suara pintu kamar mandi yang mau di buka. aku gegas menaruh baju itu dan bersikap normal lagi.
" sudah selesai mas...?" aku menyerah kan baju ganti nya. setelah selesai kami menuju meja makan. karna makanan sudah aku siap kan dari sore tadi.
"mas aku ingin kerumah orang tua ku boleh. tapi nanti saat mas di rumah indah.?"
"mungkin 3 atau 5 hari mas."
__ADS_1
"boleh. tapi mas tidak ikut ya. nanti kamu pake trevel aja. oh ia hari ini mas gajihan ini bagian untuk kamu." ia menyerah kan uang sebanyak 3 juta kepada ku. jatah yang sama seperti aku dulu.
"terimakasih mas." aku menerima uang itu.
kami pun melanjutkan makan hingga selesai. dan seperti biasa mas Dion duduk di ruang tamu tapi untuk kali ini ia memainkan gaway nya seperti waktu ia dekat dengan indah. aku sudah faham ada yang tidak beres dengan mas Dion. entah apa lagi alasan nya. klo aku tidak bisa memenuhi nafkah batin nya kan ia bisa ke tempat indah. lalu kalo masalah makan indah tidak bisa memenuhi ia bisa ketempat ku. tapi kalo memang lelaki nya yang bermasalah tidak bisa berbuat apa apa. walupun kita sebagai wanita sudah sempurna pun tetap ia bisa main di belakang. aku hanya geleng geleng kepala.
kalo begini lebih baik aku tinggal tidur aja. aku pun menuju ke kamar dan beristirahat.
__ADS_1
...****************...