
Deru mobil bang Rahmat terdengar memasuki pekarangan rumah. aku pun langsung menoleh melupakan sejenak syomai ku. bang Rahmat terlihat membuka pintu mobil ta lama pun ia keluar.
"assalamu'alaikum syang, lagi makan apa nih klihatan nya enak sekali?" tanya bang Rahmat, aku pun menaruh piring di meja dan menghampirinya seraya mencium tangan nya.
"lagi makan syomai bang, punya abang ada di dalam. ini apa bang?" ia menyerahkan kantong pelastik hitam.
"ini tadi abang beli jajanan di pinggiran taman. pasti kamu suka kan?" ia tersenyum sambil duduk di bangku teras.
"terimakasih bang, sekalian kita makan di dalam!" ucap ku sambil mengambil piring syomai dan gelas jus tadi. kami pun masuk ke dalam rumah.
"abang mau mandi dulu atau makan ini dulu?" tanya ku memastikan.
"emm,, makan aja deh dulu. hee,,!" ucap nya sambil melepas dasi dan satu kancing di kerah baju nya.
"ya sudah, aku bikinin teh ya bang!" ujar ku lagi.
"ia sayang, terimakasih." ucap nya sambil tersenyum.
__ADS_1
"bibi mana syang?"
"tadi ia kekamar bang, mungkin istrahat.!" aku menoleh sambil menjawab.
"oh, ya sudah." ucap nya lagi. setelah selesai membuatkan teh kami pun makan dengan sedikit bergurau.
"oh ia bang, abang pesen paket?" bang Rahmat terlihat bingung.
"engga sayang. emang nya kenapa?"
"itu tadi ada paket, bibi yang nerima. Bunga taruh di atas meja kerja abang. habis di kata Asih ia ga ada pesen paket. Bunga juga ga ada bang. tapi paket nya ga ada nama pemesan hanya polosan.!" jelas ku.
ta lama bibi keluar dari kamar nya.
"bi sini, makan jajanan ini.!" ajak ku pada bibi. ia menghampiri ku.
"bibi sudah kenyang non, kalian saja yang makan, hee,,!" ucap bibi sambil mengelus perut nya.
__ADS_1
" kata Istri ku tadi ada paket ya bi, siapa yang ngantar?" tanya bang Rahmat memastikan.
"oh ia tuan, tadi waktu pulang dari warung saya melihat paket itu tergeletak di depan pintu. saya kira waktu tukang paket datang non tertidur makan nya ia taruh begitu saja. lalu saya bawa masuk tuan!" bang Rahmat terlihat bingung. dengan penjelasan bibi. biasa nya tukang paket akan menghubungi sang pemesan nya. ini malah menaruh paket itu begitu saja.
"oh ia bang tadi juga pas bi Asih sudah pergi ke warung ta berapa lama ada yang mengetuk pintu kencang dan lama. saat aku keluar ku lihat di kaca tidak ada siapa siapa aku tidak sempat buka pintu. setelah melihat tidak ada orang aku kembali ke kamar.!" jelas ku.
"ya sudah kita habis kan dulu makan nya baru kita lihat apa isi paket itu. " ucap bang Rahmat.
"tadi juga aku ke rumah bunda kan bang ada yang ingin menyerempet ku. untung tidak kena. ia pake jaket hitam dan helem. ia sempat menoleh tapi aku tidak bisa mengenali nya. saat pulang tadi pun aku sempat melihat orang berjaket hitam itu sempat mengamati ke rumah kita. setelah ia pergi aku baru keluar dari balik pohon dan pulang berlari." aku menceritakan semua kejadian yang tadi.
"pantes aja bibi lihat non seperti orang ke takutan tadi waktu pulang dari rumah temen non!" tambah bibi. itu kontan membuat bang Rahmat semakin mencurigai, pasti isi paket itu dari orang yang berniat jahat. bang Rahmat mengambil gaway nya dan menelpon seseorang.
"Halo Tio. kamu bisa bawa 3 orang kita ke sini?" ucap bang Rahmat di sambungan telpon. ternyata ia menghubungi Tio.
"baik lah saya tunggu!" setelah itu ia mematikan sambungan telpon itu.
"Sayang nanti biar orang orang abang yang membuka paket itu. abang takut itu akan mencelakakan kita.!" jelas nya. kami pun menunggu orang orang nya bang Rahmat sambil duduk di teras kembali. aku tidak nafsu lagi dengan jajanan yang ada karna aku merasa sangat takut. 30 menitan menunggu mereka akhir nya datang juga. 4 orang laki laki bertubuh tegap menuruni mobil. aku belum tau yang mana yang nama nya Tio karna belum pernah ketemu hanya tau nama nya saja. di kantor pun tidak pernah ketemu.
__ADS_1
"selamat malam tuan Leo, non Bunga. saya Tio.!" ucap nya sambil menunduk kan tubuh nya sedikit.
"slamat malam" jawab ku.