Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 19


__ADS_3

   Suasana masih terasa tegang karna terlihat wajah kang Firman yang sedikit mengeluarkan keringat dingin.


"kang,!" aku memanggil nya.


"eh, ia neng. akang lagi berfikir. sebelum nya maaf neng, akang sudah berbohong. dan juga akang akan mencoba adil pada kalian. gajih akang kalo di toltal 1 bulan nya 3 sampai 4 juta. tapi itu total nya kalo banyak angkutan. kalo sepi angkutan hanya 1,5 sampai 2 juta.!" jawab nya.


"lalu sekarang akang megang uang berapa?" tanya ku pada nya. mba Nani hanya diam. ya itu nama istri sah nya kang firman. kang Firman mengambil dompetnya di dalam kamar. aku pun mencoba tersenyum pada mba Nani. ia pun tersenyum membalas senyuman ku.


"terimakasih de Dira. aku kira tadi kita bakalan bertengkar hebat karna memperebutkan mas Maman,!" ucap nya sambil terkekeh.


"ga dong mba. aku bagai mana sikap tamu yang datang kalo memang ia menghormati ku aku pun akan menghormati dan menghargai nya.!" jelas ku pada nya.

__ADS_1


"di minum mba!" ucap ku lagi. ta lama kang Firman datang ia membawa dompet dari kamar.


ia pun duduk di tempat tadi. aku dan mba Nani berpandangan.


"ini uang ku semua!" ia mengeluarkan uang di dalam dompet nya. aku meraih nya dan menghitung nya ada 3juta 400ribu.


"semuanya ada 3juta 400ribu. jadi gimana kang?" tanya ku kembali pada kang Firman.


"terserah kalian saja. !" ucap nya pasrah. aku sudah menerima 700 malam tadi.


"baik lah. ini untuk mu dulu." ia menyerahkan uang pada mba Nani sebanyak 1juta 500 ribu.

__ADS_1


" dan nanti kalo mas dapat uang tambahan mas akan memberimu lagi!" tambah kang Firman lagi pada mba Nani. mba Nani pun menatap ku ia merasa sungkan.


"ambil saja mba. itu sudah hak nya mba dan anak anak.!" ucap ku sambil tersenyum.


"trimakasih de!" ya sekarang mba Nani memanggil ku de. karna aku ade madu nya.


"sama sama mba. semoga hubungn kita selalu baik ya mba. nanti kapan kapan boleh aku berkunjung ke rumah mba. aku ingin liat anak kalian.!" ucap ku. mba Nani menatap kang Firman ia meminta persetujuan. ku lihat kang Firman mengangguk.


"baik lah de, nanti ajak saja mas Maman kerumah." ucap nya sambil tersenyum.


"kalo begitu aku pamit dulu mas de. maaf sudah mengganggu waktu kalian!" ucap nya sambil bersalaman mencium tangan kang Firman dan menyalami ku.

__ADS_1


"kang, antar mba Nani. kasian ia kalo harus cari ojek." ucap ku.


"baik neng, akang antar Nani dulu.!" aku pun menyalami nya ia mengecup kening ku di hadapan istri sah nya. mba Nani terlihat tersenyum. sungguh aku merasa aneh saat ini ada di dalam hubungan cinta segi tiga. mereka pun pergi dari halaman rumah. mba Nani masih mengangguk dan tersenyum ia memegang pinggang kang Firman. aku merasa itu adalah hak nya. di sini aku yang sudah bersalah memasuki kehidupan mereka. tapi aku tidak merebut nya karna istri sah nya pun menyetujui nya. aku pun masuk membereskan bekas minuman tadi. dan menuju kamar untuk mengambil handuk untuk melakukan sholat ashar. setelah itu aku berbaring. entah bagai mana akhir rumah tangga ku dengan kang Firman.


__ADS_2