Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 6


__ADS_3

   Pagi hari nya aku pun bangun seperti biasa jam 5. aku mandi dan sholat setelah itu masak nasi. hari ini rencana nya aku akan beli sayur di tukang sayur keliling karna lama sudah Nina dan aku tidak pernah makan ayam dan ikan. entah jam berapa mas Deni pulang kerumah. saat bangun ia sudah ada di tempat tidur. aku pun menuju kamar untuk melihat Nina dan mas Deni. aku pandangi wajah mas Deni. ia suami ku tapi kenapa sulit sekali menggapai nya. entah sudah berapa lama ia ta menyentuh ku. aku pun ta mempermasalah kan itu karna aku tidak ingin akan ada pertengkaran yang ujung ujung nya mama mertuaku akan membela anak nya dan menyalah kan aku.


"mas, aku mau nunggu sayur dulu ya tolong jaga Nina!" ucap ku sambil menggoyang kan tubuh nya.


"emm,,!" ucap nya. aku pun langsung meraih dompetku dan keluar dari rumah untuk menjaga sayur. ternyata di depan rumah bu sukma ada tukang sayur yang sedang di kerumuni oleh ibu ibu. ku lihat mertua ku juga ada. aku pun berjalan menuju ke arah mereka.


"eh, neng tasya, ga jualan neng" ucap bu Linda.


"ga bu, hari ini libur. ga ada yang di bawa ke pasar!" jelas ku.


"eh, bu Ida. coba anak nya di bilangin suruh cari kerja kasian tasya sama Nina cari uang sendiri. mana lagi saya ga pernah lihat tuh bu Ida bawa makanan ke tempat tasya untuk ngasih Nina.!" ucap bu Linda pada mertua ku.


"biar Deni ga kerja aku masih bisa memberi makan dia. jangan asal ngomong ya bu. kalo tasya sama Nina itu bukan urusan saya karna ia bukan anak saya.!" ucap mama Ida marah pada bu Linda.


"dasar di kasih tau yang bener malah nyolot. mana jawab nya salah lagi. coba ibu pikir anak ibu itu laki laki ia harus bertanggung jawab sama anak istrinya. kalo anak istri nya kesusahan ya ibu dari pihak laki laki yang bertanggung jawab. ibu Ida kaya ga ngerti agama aja.!" bu Linda berucap sambil dengan nada marah.


"kamu tau apa tentang keluarga ku. hah, sosoan ikut campur. puas kamu tasya, kamu sudah mempermalukan ku dan Deni.!" ia berbalik marah pda ku.

__ADS_1


"dasar orang tua aneh wong mantu nya diam aja malah di salah kan!" tambah bu Linda lagi. yang lain hanya menyaksikan saja. karna perkataan bu Linda memang benar. mereka juga sudah tau semua nya bagai mana watak mertua ku.


"ya tau lah, ibu kan mertua yang menelantarkan menantu dan cucu nya sendiri. tanya aja sama ibu ibu yang lain mereka juga tau dan melihat sendiri. sebenar nya aku sudah lama geram melihat tingkah mertua seperti bu Ida. ku kira hanya di sinetron mertua kejam ternyata di dunia nyata ada juga. belum nyadar bu!" tambah bu Linda dengan geram.


"sudah sudah ko malah berantem sih. jadi ga beli sayur nya ko ga saya mau ngider lagi.!" ucap akang penjual sayur yang bernama Oman itu.


"ga jadi,,,!" ucap mertuaku sambil menghentakkan kaki pergi.


"huuuu,,,!" sorak bu Linda dan ibu ibu yang lain. aku hanya diam saja.


setelah itu kami lanjut memilih belanjaan tanpa membahas perihal tentang ku lagi. setelah membeli ayam aku pun pulang. terlihat mas Deni duduk di teras rumah. dengan segelas kopi yang aku bikin kan di atas meja dapur tadi.


"assalamualaikum mas, Nina nya masih tidur?" tanya ku.


"waalaikumsalam, ia main boneka di ruang tengah.!" jelas nya.


"ya sudah aku masuk dulu mas, mau masak lauk untuk makan!" ucap ku pada nya.

__ADS_1


"nih bawa sekalian, aku mau ke rumah mama!" ucap nya sambil menyerah kan gelas kopi kosong yang sudah habis ia minum. aku pun masuk setelah mas Deni pergi.


"assalamualaikum sayang, maaf bunda lama ya.!" tanya ku pada tasya.


"waalaikumsalam bunda sudah pulang yee,,!" ucap nya kegirangan.


"Nina nangis ga tadi?"


"ga bun !" ucap nya. mungkin mas Deni sudah memberi tahu nya kemana aku pergi tadi.


"ya sudah bunda masak ayam dulu ya. Nina suka kan!" ucap ku pada Nina.


"yeee,, makan ayam!" ia sangat senang mendengar menu hari ini.


"bunda tinggal dulu ya. nanti kalo mau apa apa bunda ada di dapur!" ucap ku ia pun mengangguk. aku langsung menuju ke dapur dan memasak ayam goreng dengan bumbu kemasan siap saji yang aku beli tadi.


Nina terlihat lahap sekali makan nya. saat aku menyuapi nya aku kepikiran perkataan bu Hindun tadi. apa penantian ku untuk menunggu mas Deni berubah itu sia sia. aku jadi kepikiran orang tua ku. aku sudah lama ingin pulang tapi belum berani dan belum punya ongkos. aku akan melihat dalama 1 ban apa kah mas Deni berubah kalo tidak aku akan mempertimbangkan ucapan bu Hindun.

__ADS_1


__ADS_2