
Sore hari aku bangun jam menunjukkan jam 5 sore. saking lelah nya aku tidur sngat lama . aku gegas mengambil air wudhu untuk melakukan sholat ashar. setah selesai aku pun ke luar dari kamar. aku mencoba mengintip dari balik gorden ke arah rumah mas Dion. ada wanita berpakaian serba pendek ia memakai dress tanpa lengan dan memperlihat kan paha jenjang nya. terlihat umur nya masih muda sekitar 20 an. dengan pakaian seperti itu sangat memperlihatkan perut nya yang mulai buncit kira kira 3 bulanan. apa setelah bercerai dengan ku ia langsung menikah atau itu wanita hang jadi Mala petaka mlm itu. aku pusing memikirkan nya. aku masih mengamati nya. ia menyalakan sebatang roko dan menghisap nya dengan menengadah kan kepala. aku bergidik makin kesini mas Dion aneh aneh saja pilihan wanita nya.
Mas Dion kelihatan keluar dan langsung mencium bibir wanita itu. mereka bercumbu di depan rumah. aku bergidik melihat nya apa tidak malu. aku pun tidak jadi keluar. dan memutus kan untuk ke dapur memasak karna aku lapar. ku lihat hanya ada roti. aku harus ke warung bu Agus untuk membeli bahan yang lain nya.
Aku pun meraih dompet ku. dan bernjak ingin ke luar rumah. tapi aku ragu,aku mengintip sejenak, ternyata mereka sudah duduk santai. aku pun keluar. mas Dion melihat ke arah ku. aku pun tak sedikit pun melihat nya aku berlalu karna arah rumah mas Dion berlawanan dengan bu Agus aku merasa lebih leluasa berjalan.
"Eh neng Bunga, ibu kira bakalan ga kesini lagi. duduk dulu neng ibu mau cerita." aku pun di giring untuk duduk di kursi yang sudah tersedia.
"ada apa bu?"
__ADS_1
"ibu harap neng jangan mau lagi kalau di ajak Dion balikan ia banyak sekali memiliki istri. nah yang sekarang itu istrinya yang nomer 3. tiap giliran mereka ada nanti neng pasti bakal liat sendiri. bibi bergidik jadi nya. "
"massa bu. tapi itu bukan urusan saya juga asal jngn ganggu saya. nanti kalo ada apa apa jangan sungkan untuk teriak ya neng." ucap bu Agus lagi.
"ya sudah bu, saya mau beli telur sama mi instan nya.!" bu agus pun berdiri ia mengambil kan pesanan ku.
"36 ribu neng." aku pun ngasih uang pas. dan pamit pulang.
Saat di pekarangan rumah mas Dion menatap ku dengan penuh nafsu. aku bergidik . aku mempercepat langkah ku agar cepat sampai.
__ADS_1
gaway ku berbunyi tanda ada pesan masuk. masih belum normal detak jantung ku malah di kaget kan bunyi gaway. Rahmat mengirim pesan pada ku.
@tuan Leo : malam ini aku mau kerumah mu
@aku : ke rumah mana ?
@tuan Leo : kerumah mu lah. kata ayah mu kamu sudah pulang.
@aku : iya iya aku tunggu.
__ADS_1
setelah itu aku lanjut memasak mie instan dan terlur. aku makan ada rasa takut di hati ini. rasa nya diriku seperti ada yang mengincar hingga hati ini gelisah. semoga itu hanya pemikiran ku saja. aku pun menghabis kan makanan ku hingga habis. setelah itu terdengar kumandang adzan magrib. aku pun beranjak dan lekas kekamar untuk melakukan sholat magrib.
...****************...