
4 BULAN 10 HARI KEMUDIANa
Sekarang hari terakhirku menjalani masa idah. selama masa idah aku pun mengurung diri di dalam rumah. aku sudah bisa menata kehidupan ku. aku sudah bisa hidup kembali normal untuk menyandang setatus janda yang ke 2 kali nya. aku duduk di depan tv. aku memutuskan tetap tinggal di sini. karna menurutku kemana pun aku pergi pasti tetap akan ada cobaan yang aku hadapi. aku pun menuju kamar untuk tidur karna esok hari aku bisa keluar rumah untuk membersihkan halaman yang sudah kotor.
Pagi hari nya aku pun bangun dengan melakukan kegiatan rutin ku. hanya saja hari ini aku bisa keluar rumah. aku pun sudah bersiap untuk menyapu halaman. saat aku menyapu halaman mobil truk kang Firman lewat depan rumah ku. ia menatap ke arah ku dan tersenyum aku pun membalas senyuman nya. di samping nya terlihat mba Nani ikut serta dengan anak anak mereka. aku turut bahagia mereka bisa bersatu lagi. setelah mereka lewat aku pun melanjutkan pekerjaan ku. aku membakar dedaunan yang sudah terkumpul.
"slamat pagi Dira!" ucap Rendi yang datang menggunakan moge nya. aku pun berdiri.
"pagi, assalamualaikum!" ucap ku sambil tertawa kecil karna Rendi melupakan sesuatu.
"Waalaikumsalam, maaf aku lupa.!" ucap nya.
"mari duduk di sana saja!" ajak ku menuju bangku di teras rumah. ia pun mengangguk.
"ada apa nih tumben kesini. kemaren kemaren kemana ga kesini saat kang Firman gaada di rumah lagi!" ucap ku iseng.
"hemm,, aku sudah menahan lama lo ingin berkunjung jangan di ledek dong. kamu kira aku ga tau apa yang sudah terjadi hah!" jelas nya.
__ADS_1
"aku pun tersenyum. !"
"lalu ada perlu apa tuan Rendi yang terhormat hingga mau bertamu dengan seorang janda 2x ini, hee,," aku tertawa. menertawakan perkataan ku sendiri.
"ehemm, aku kesini ingin melamar mu.!" ucap nya dengan serius. aku terbelalak mendengar ucapan nya.
"Indira Larasati maukah kamu menjadi istri ku!" ulang nya lagi. aku terdiam ta biasa menjawab.
"Ra, jangan ngelamun dong. aku lagi serius ini!" ucap nya dengan mengerucut kan bibir.
''kamu tau sendiri sekarang aku hanya hidup sendiri. aku anak tunggal dan mama ku sudah tiada 2 tahun yang lalu. mungkin kamu belum tau. dan aku juga tau perjalanan hidup kamu. jadi aku tidakk akan mengulangi trauma yang sudah terjadi. kecuali trauma berhubungan dengan maut. aku tidak bisa janji." jelas nya dengan bersungguh sungguh.
"apa yang kamu punya sehingga berani melamar ku yang baru saja lepas idah.!" ucap ku sambil mengangkat kedua alis ku.
"aku memiliki hati dan itu akan ku berikan sepenuh nya untuk mu." jawab nya. ku lihat di mata nya tidak ada keraguan.
"Hem,, baik lah aku akan menerima mu. tapi aku tidak ingin acara yang megah aku ingin sederhana saja. tamu sedikit saja. dan aku minta kita nikah secara resmi. kamu sanggup!" ucap ku pada nya.
__ADS_1
"sanggup, sangat sanggup. bersiap lah besok malam aku akan menikahi mu," ucap nya dengan sumringah.
"secepat itu?" jawab ku.
"aku ga mau kamu berubah pikiran atau ada laki laki lain yang melamar mu." jelas nya aku pun terkekeh.
"bercanda mu ga lucu Ren!" ucap ku pada nya.
"sini!" ia meraih tangan ku yang sudah tanpa cincin dan memasangkan cincin bermata kan berlian kecil.
"sangat cocok dan indah!" ucap nya lagi.
"terimakasih" ucap ku sambil menatap jari manis ku.
"sama sama, terimakasih sudah menerima lamaran ku. ini waktu yang cukup lama sudah ku nanti!" ucap nya lagi. aku pun hanya tersenyum. aku sudah membuka pesan dari Rendi ia sudah mengutarakan semua isi hati nya. aku hanya membaca tidak membalas nya.
"baik lah, aku pulang dulu ya sayang, aku ingin mengurus semua nya!" ia tersenyum dan menaiki moge nya untuk pergi. aku pun menatap kepergian nya. hingga trauma ku seakan muncul kembali. aku takut kehilangan untuk yang kesekian kali nya.
__ADS_1