Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 3


__ADS_3

   Pagi hari nya aku sudah siap siap untuk berangkat ke pasar pada jam 6 pagi. aku membangunkan Nina dan memandikan nya. setelah selesai aku pun bersiap dengan dagangan yang ada di dalam bakul ku. kami pun sudah makan sisa sayur dan nasi semalam yang aku panas kan.


"Nina sudah siap?" tanya ku.


,"sudah Bun, ayah tidak ikut Bun?" ia bertanya pada ku.


"ayah sedang cape sayang jadi biarkan ia istirahat dulu. Nina mengerti kan sayang!" ucap ku sambil mengelus pipi nya. ia pun mengangguk.


"sekarang Nina minta gendong atau naik ke punggung bunda.?" tanya ku pada nya agar melupakan soal mas Deni.


"naik di punggung aja bunda!" jawab nya. aku pun berjongkok. setelah ia naik aku pun melangkah kan kaki untuk menghadang angkot di pinggir jalan. ta berapa lama angkot pun datang. setelah sampai aku pun menggelar karung yang biasa ku jadikan alas untuk jualan. aku berjualan di samping toko orang jualan kelapa tua.


"sayur bu!" aku menawarkan pada ibu ibu yang lewat.

__ADS_1


"bunda Nina mau itu!" ucap Nina sambil menunjuk orang yang sedang jualan pentol.


"kita kesana ya!" ucap ku sambil menggendong nya.


setelah mendapatkan apa yang ia mau. Nina akan diam dan tidak meminta lagi. karna aku membiasakan dia jajan hanya satu macam saja.


"neng jantung pisang nya berapa?" tanya seorang ibu pada ku.


"8 ribu bu, jantung pisang nya besar bu dari biasa nya,!" jelas ku. karna biasanya kalo kecil aku jual 5 ribuan.


"ia bu, bisa nambah bu kalo teman nya nasi panas panas sama ikan asin!" ucap ku sambil tertawa kecil.


"ah benar sekali kamu neng, ibu mau beli ikan asin jadi nya hee,!" ucap nya sambil tertawa.

__ADS_1


"ini bu semua nya 16 ribu!" ucap ku sambil menyerahkan kantong plastik berisi 2 jantung pisang.


"kembalian nya ambil aja neng!" ucap nya setelah menyerahkan uang 20 ribuan.


"terimakasih banyak bu!" ibu itupun mengangguk dan pergi.


"Alhamdulillah penglaris penglaris.!" aku sambil menepuk nepuk kan uang itu ke dagangan ku.


hingga jam 10 siang dagangan ku sudah habis. aku pun menghitung hasil jualan hari ini.


" hari ini aku dapat uang 54 ribu tambahan di kasih ibu tadi 4 ribu. syukur Alhamdulillah dapat uang 58 ribu hari ini. " ucap ku sendiri. setelah memasukkan uang itu ke dompet. aku membereskan karung yang menjadi alas. aku menaruh di bawah meja penjual kelapa. setelah itu kami pun pulang ke rumah. sesampai nya di rumah mas Deni sudah tidak ada. entah pergi kemana dia. nasi dan sayur di atas meja tidak tersentuh masih sama seperti aku tinggal tadi. rupanya mas Deni tidak mekan di rumah ia langsung pergi. setelah menggantung bakul di belakang pintu dapur. aku menghampiri Nina dan merebahkan diri di dekat nya.


"Nina sayang kita tidur siang ya!" ajak ku. ia pun mengangguk karna sudah terlihat mata nya mengantuk. aku pun menggendong nya menuju kamar. ku buka jendela kamar agar angin masuk. ta lama Nina langsung tertidur. aku membelai rambut dan wajah nya.

__ADS_1


"Nina pasti cape!" gumam ku sendiri. aku pun merebah kan diri di samping Nina. hingga kami tertidur berdua sambil berpelukan.


__ADS_2