Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 35


__ADS_3

     Kami sedang menunggu pesanan makan yang kami pesan tadi. setelah dari kantor kami pulang dan mampir di resto untuk makan. sedari tadi kami berbincang hangat. aku rasa cinta dulu bersemi kembali. yang sempat terpisah karna kesalahan pahaman.


"Bunga, aku ingin melamar mu kepada ke dua orang tua mu apakah kamu setuju.?" ucap nya.


"apa kamu sudah yakin?" aku bertanya agar ia tidak berubah pikiran pada suatu saat nanti.


"aku sangat yakin dan sangat menginginkan mu. aku tidak mau kita dipisahkan lagi." tegas nya.


''kalo itu sudah keputusan mu aku pun terima. kapan kamu akan kerumah orang tua ku.?" tanya ku lagi.


" bagai mana kalo 3 hari lagi setelah aku pulng dari Medan.!" ucap nya aku pun mengangguk setuju.


"semoga niat baik mu selalu di permudah.!" itu harapan ku.


"aamiin" ucap nya.


"aku bisa minta sesuatu sayang. ?'' aku pun mengernyit kan kening. curiga dengan permintaan nya.


"apa...?" tanyaku dengan was was. aku takut ia akan meminta macam macam.

__ADS_1


"tolong panggil aku abang ya. karna kalo aku minta kamu panggil mas itu sudah tersemat pada Dion." ucap nya.


"abang,, bagus juga." ucap ku.


"jadi."


"aku setuju. apa aku harus panggil abang Rahmat atau abang Leo nih. ?" tanya ku dengan mengangkat alis ku.


"emm,, abang Rahmat aja. supaya lain dari yang lain. ok" usul nya.


"baik abang Rahmat tercinta." ucap ku lagi. saat itu pula pelayan datang membawa pesanan kami. kami pun makan dengan hati gembira.


"sayang, aku pamit dulu ya. besok aku langsung terbang ke Medan. kamu jaga diri baik baik ya. " ia pamit dan mencium puncak kepala ku. aku pun mencium tangan nya. terlihat ada yang memperhatikan kami dari kejauhan. aku melirik dengan ekor mata ku. hingga membuat wajahku ta bergerak jadi aku rasa orang itu tidak mencurigai ku.


''hati hati bang, nanti aku tunggu di rumah orang tua ku!" ucap ku. ia pun memasuki mobil nya. setelah mesin mobil bebunyi ia melambaikan tangan nya. aku pun melambaikan tangan pada bang Rahmat hingga ia berlalu pergi. aku mengambil kunci di dalam tas ku dan membuka pintu. setelah itu mengunci pintu lagi. aku mengintip sebentar di kaca jendela.


deg,, ada wajah mas Dion tepat di depan kaca.


"aaaaakkhh,,, " seketika aku berteriak. dan berlari ke kamar dan mengunci kamar. aku sangat ketakutan hingga menangis. aku raih gaway ku dan menelpon bang Rahmat.

__ADS_1


Tut,,Tut,,. sambungan belum di angkat oleh bang Rahmat.


"angkat bang,,aku mohon.." dengan panik aku tak sabar ingin mengadukan yang terjadi pada bang Rahmat.


MAAF NOMER YANG ANDA TUJU BERADA DI LUAR JANGKAUAN


aku semakin gusar. hingga 5 kali mencoba menghubungi nya.


@Abang Rahmat : halo sayang. kangen ya..


@aku :hiks,, hiks,, bang tolong..


@Abang Rahmat : kamu kenapa sayang. apa yang terjadi


@aku : Bang, aku takut tadi mas Dion setelah abang pulang ia tiba tiba ada di depan pintu ku dengan muka yang menyeramkan aku takut bang.. hiks,,hiks,,


@Abang Rahmat : aku akan ke sana tunggu aku.


Tut,,Tut,, sambungan pun berakhir. aku pun meringkuk di dalam selimut menunggu bang Rahmat datang....

__ADS_1


__ADS_2