Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 68


__ADS_3

    Sesampai nya di rumah aku pun di antar bang Rahmat kedalam rumah, untuk beristirahat. aku belum tenang kalo pelaku nya belum tertangkap.


"abang temani Bunga ya, Bunga takut.!" aku berucap smbil memeluk nya di posisi duduk.


"ia sayang abang akan menemani kamu, abang tidak akan meninggalkan kamu!" ucap bang Rahmat pada ku. aku pun merebah kan diri di ikuti bang Rahmat. kami saling berpelukan hingga aku terlelap tidur.


Saat aku terbangun bang Rahmat tidak ada di samping ku.


"bang,,,,bang,,,!" aku berteriak memanggil nya ku lihat jam dinding sudah menunjukkan waktu jam 3 dini hari. aku pun gegas bangun untuk mencari nya.


"bang,, kamu di mana?" ucap ku lagi belum ada sahutan.

__ADS_1


aku mengitari rumah yang sedikit berantakan entah apa yang sudah terjadi. aku mendengar di luar sudah ada suara deru motor yang melaju. aku gegas menuju pintu ku lihat bang Rahmat sudah terluka. Tio dan yang lain nya entah di mana.


"bang,, kamu terluka!" aku menghampiri bang Rahmat. ia sedang meringis memegangi perut nya yang berdarah. aku gegas ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobil. saat memasuki rumah ku lihat bi Asih terbaring di depan pintu nya. ia ku bangunkan tidak bergeming. aku mengabaikan nya dan mengambil kunci mobil dan tas ku.


"bang ,, ayo kita masuk mobil!" ajak ku. ia terlihat lemas karna banyak da**h yang keluar dari luka nya. aku pun memapah nya masuk ke dalam mobil.


"sayang maaf,, orang itu berhasil melarikan diri.!" ucap nya dengan pelan saat mobil sudah melaju.


"suster tolong suami saya terluka,,,,,!" teriak ku pada petugas yang ada. saat sudah sampai di depan rumah sakit. mereka pun gegas membawa brankar untuk membawa bang Rahmat ke UGD. aku menunggu dengan gelisah di luar ruangan bang Rahmat sedang di tangani. aku mondar mandir menunggu salah satu dokter keluar dari ruangan itu. hingga 30 menit baru terdengar pintu ruangan terbuka.


"bagai mana dok dengan kondisi suami saya?" tanya ku dengan gugup.

__ADS_1


"Alhamdulillah suami anda sekarang baik baik saja. luka nya tidak terlalu dalam, dan sudah kami jahit. pasien sudah bisa di pindahkan ke ruangan rawat inap. kami akan menyiapkan ruangan nya dulu, kami permisi!" jelas dokter itu membuat ku lega.


"terimakasih dok!" ucap ku. aku langsung masuk ke ruangan di mana bang Rahmat di beri tindakan tadi. ku lihat wajah pucat nya. ia tidak memakai baju. ada kain kasa yang terlihat tebal di sebelah kanan perut bang Rahmat. hingga perlahan aku mendekati nya. ta lama suster datang ia memberi tahu kan bahwa bang Rahmat segera akan di pindah kan ke ruang rawat inap. aku pun hanya mengikuti dan menggenggam tangan nya. sesampai nya di ruangan bang Rahmat pun belum bangun. aku menunggui nya di kursi sambil merebahkan kepalaku di ranjang nya. hingga aku pun terlelap.


Aku merasa ada tangan seseorang menyentuh kepalaku. aku pun gegas bangun. ternyata bang Rahmat. dengan wajah pucat nya ia tersenyum pada ku.


"sayang,,!" ucap ku sambil menciumi tangan nya yang menggenggam tangan ku.


"em,, aku baik baik saja sayang. trimakasih sudah menyelamat kan ku!" aku pun mengangguk.


"abang mau minum?" tanya ku. ia terlihat mengangguk. aku mengambil kan air mineral gelas laluku berikan pada nya ia menyedot air mineral itu hingga habis. aku ingin mendengar bagai mana kejadian waktu itu hingga ia terluka. tapi suster datang untuk memeriksa nya. hingga ku undur untuk bertanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2