Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 18


__ADS_3

    Saat pagi aku terbangun sudah berada di atas kasur dengan tangan kang Firman berada di atas sebelah gunung kembar ku. aku pun menurunkan tangan nya. karna ingin membersihkan diri dan melakukan kewajiban ku. setelah selesai sholat aku pun langsung meraih kunci untuk membeli sayur yang sudah masak di tempat bu Laksmi. setelah selesai aku langsung pulang dan menyiapkan di atas meja. aku membangun kan kang Firman untuk sholat dan mengajak makan karna aku hari ini harus pergi kerja.


"kang, bangun kang. Dira udah nyiapin makan untuk akang. " ucap ku pada kang Firman.


"emm, sayang akang masih ngantuk.!" ucap nya smbil mata terpejam.


"kalo begitu aku makan duluan ya kang dan pergi kerja. !" ucap ku lagi.


"oke sayang. sini cium dulu" ucap nya. aku pun mendekat kan wajah ku pada nya ia mencium kening ku dan tertidur lagi.


"hati hati neng!" ia mengucap kan kalimat terakhir nya sebelum mendengkur kembali. aku pun menggelengkan kepala. hari ini waktu aku gajihan dan besok hari libur kerja 3 hari. seperti itu peraturan di pabrik tempat aku bekerja. selain hari minggu kami dapat bonus libur 3 hari setelah dapat gajih. aku pun sangat bersemangat ingin pergi ke pabrik. setelah sampai kami pun langsung bekerja hari ini kami hanya setengah hari bekerja setelah menerima gajih kami langsung boleh pulang.


kini tiba saat yang di nanti, kami berbaris menunggu antrian untuk menerima gajih. gajih kami di hitung dan dipotong kalo ada pinjaman sebelum gajihan. tiba waktu nya giliran ku.


"Indira Larasati!" ucap pengawas di pabrik. aku pun maju. kami terhalang meja kerja nya.


"Dira kamu bulan ini menerima gajih pull lagi. karna tidak ada pinjaman!" ucap pengawas itu. aku pun mengangguk. dan menerima amplop yang ia berikan.


"terimakasih pa" ucap ku pada nya ia pun mengangguk. aku melihat tertulis di luar amplop sebesar 2jta 500 ribu. aku pun tersenyum dan memasukkan amplop ke dalam tas.


"hey Ra. " sapa Nisa pada ku.


"ia Nis." jawab ku.

__ADS_1


"enak ya dapat gajih full. kapan aku bisa seperti kamu. !" ucap nya.


"emang nya potongan kamu bulan ini banyak Nis?" ucap ku.


"iya Ra. aku kemaren ngambil untuk bayar bulanan motor ku, hee,,!" jawab nya.


"oh. " ucap ku ber oh ria. dulu sebelum nikah dengan kang Firman aku hanya jalan kaki berangkat ke pabrik karna cukup dekat. setelah itu kami pun pulang ke rumah masing masing.


Saat sampai di halaman kontrakan aku melihat ada seorang perempuan berdiri di depan teras kontrakan ku. aku pun lekas turun dari motor dan menghampiri nya.


"maaf mba cari siapa ya?" tanya ku pada nya. ia terlihat kaget.


"emm, cari mas Maman?" ucap nya. aku pun mengerutkan kening. apa mungkin kang Firman yang ia maksud dengan Maman.


"di sini ga ada yang nama nya Maman mba. yang ada Firman Sahroni. apa dia yang mba maksud.?" aku memastikan dengan menyebut nama kang Firman dengan lengkap.


"maaf sebelum nya ada keperluan apa ya mba?" tanya ku lagi. penasaran melihat seorang perempuan yang sedang hamil muda mencari suami ku. terlihat dari perut nya aga sedikit menonjol tapi bukan lemak.


"em,, gini. mba maaf sebelum nya saya istri sah nya mas Maman sudah seminggu ini ia ta pulang dan ta memberi kan saya uang. saya memiliki anak yang sudah sekolah dasar. saya bingung karna nomer nya tidak aktif. saya juga tau kalo dia sudah menikah dengan mba. saya memang yang mengijinkan nya menikah lagi. karna saya tidak bisa melayani dia sepenuh nya. saya harap mba tidak marah!" jelas nya panjang lebar.


aku pun terdiam sejenak dan berfikir. jadi sebenar nya di sini yang telah merebut kang Firman adalah aku. lalu wanita di warung itu apa selingkuhan nya juga atau sekedar mampir sebentar menghilangkan penat.


"mba,,!" panggil nya membuyarkan lamunan ku

__ADS_1


"ah, ia maaf mba aku ngelamun ya. mari masuk. kita bicarakan di dalam saja.!" ajak ku.ak u pun membuka pintu dan mempersilahkan nya masuk . karna kontrakan nya kecil jadi hanya duduk di depan tv.


"duduk dulu ya mba aku masuk dulu mau manggil kang Firman dulu." ucap ku. aku pun masuk ke kamar dan melihat kang Firman sedang tidur siang. aku pun membangun kan nya.


"kang,, bangun. istri akang ada di luar!" ucapan ku sontak membuat nya langsung bangun dari tidur nya.


"siapa?" ia bertanya dengan wajah gugup.


"istri akang. ia ada duduk di depan tv. cepat akang temui dia. aku akan buat kan air minum dulu." ucap ku. ia pun gegas memakai baju dan celana karna tadi ia hanya memakai sarung. aku pun menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk kami ber 3. saat aku menuju ke depan tv terlihat mereka saling diam. aku menaruh minuman djdepan mereka.


"silah kan di minum mba.!" ucap ku."


"terimakasih mba!" jawab nya. kang Firman terlihat canggung di hadapkan dengan ke dua istri nya. sekarang aku sudah menemukan jawaban kenapa kang Firman menikahi ku secara siri. ini lah jawaban nya.


"ko pada diam?" tanya ku. mereka masih diam.


"mba udah sampaikan maksud mba kesini tadi sama kang Firman?" tanya ku lagi.


"belum mba!" jawab nya


"kalo begitu boleh aku saja yang nyampein nya mba?" tanya ku lagi pada nya. ia pun mengangguk. seperti nya ia takut dengan kang Firman.


"kang sebelum nya aku juga terkejut dengan kenyataan yang ada. akang sudah berbohong dengan ku. tapi ini semua sudah terjadi apa boleh buat aku akan terima. tapi Dira minta akang harus adil dengan istri sah mas. apalagi kalian sudah punya anak. aku ga mau jadi benalu di rumah tangga kalian!" ucap ku. kang Firman hanya diam diam tanpa suara.

__ADS_1


"mba bukan benalu. tapi penyelamat bagi kami. karna kalo tidak ada mba mas Maman pasti tersiksa. karna aku sebagai istri sah tidak bisa melayani nya di atas ranjang karna ada sesuatu yang tidak bisa mengharuskan ku untuk memenuhi hasrat nya.!" ia menjelas kan sambil menunduk. aku rasa sangat beruntung mendapat madu tua seperti dia. karna terlihat ia sangat sabar menghadapi kenyataan yang ada.


"kang sekarang tinggal jawaban kamu saja yang kami tunggu. kami ingin tahu berapa gajih kamu selama ini. kami ingin permasalahan uang tidak akan jadi panjang.!" ucap ku lagi. istri sah kang Firman terlihat menatap ku kaget karna aku bisa berbicara seperti itu pada kang Firman. mungkin selama ini ia hanya nurut saja dengan apa yang kang Firman pinta. kami pun menunggu jawaban dari kang Firman.


__ADS_2