Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 22


__ADS_3

 Kami sedang duduk di ruang keluarga. aku mama ayah dan Nina. aku bercerita tentang ka Teguh yang mau kerumah menemui ayah. kami pun sedang menunggu ke datangan nya.


"sayang ayah tidak akan melarang mu lagi dekat dengan laki laki. mungkin sekarang saat nya kamu membuka hati lagi. karna sudah cukup waktu 4 tahun mu untuk sendiri!" ucap ayah tiba tiba. aku pun kaget.


"yah, tapi ka Teguh hanya teman ku saja. aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan nya.!" jelas ku.


"ok sekarang teman, kita tidak tahu ke depan nya kan sayang. makan nya papa ingin mengenal nya dulu walau masih jadi teman.!" ayah tersenyum pada ku. aku pun mengangguk. ta lama satpam di rumah ku masuk.


"maaf mengganggu tuan ada yang ingin bertemu. nama nya Teguh.!" ucap satpam rumah kami.


"suruh dia masuk!" ucap ayah seraya ia berdiri. aku pun mengikuti langkah ayah ke depan pintu.


satpam itu pun sudah keluar. ta berapa lama ka Teguh muncul di depan pintu.


"assalamualaikum om,!" sapa nya. sambil menyalami ayah.


"Waalaikumsalam, masuk nak. silahkan duduk.!" ucap ayah. aku hanya diam. ka Teguh pun menurut dengan perkataan ayah. kami duduk di ruang tamu. ta lama bibi datang membawakan minum dan makanan ringan.


"seperti nya saya pernah bertemu dengan kamu. bukan nya kamu yang dulu menolong saya waktu mau di rampok. bagai mana keadaan mu?" tanya ayah.


"ia om ga nyangka ya om kita ketemu lagi. saya baik baik saja. hanya luka sedikit dan sudah sembuh. lagian sudah 3 minggu yang lalu kejadian nya.!" jelas ka Teguh. aku pun memandang mereka bergantian. minta penjelasan. setelah itu ayah menjelas kan waktu mau pulang kerja ayah di hadang oleh pengendara motor dan sempat menyuruh ayah turun ia ingin meminta dompet dan benda berharga lain nya. ka Teguh waktu itu pas pulang dari kerja bangunan. ta sengaja ia melihat ayah yang sedang terancam. ia pun menolong dan sempat terjadi perkelahian. hingga tangan nya sedikit tersayat benda tajam.


"syukur lah kalo kamu tidak apa, ya sudah ngobrol aja sama Tasya ya om ke dalam dulu." ucap ayah. lalu ia beranjak pergi.


"kata nya mau kenal dekat setelah nanya nanya di tinggal" gerutuku dengan bingung. aku pun lanjut mengobrol dengan mas Teguh.


"sya, ini aku ada bawa martabak manis untuk Nina sekalian mau lihat Nina!" ucap ka Teguh.

__ADS_1


"tunggu ya tasya panggilkan Nina nya dulu!" ucap ku seraya beranjak dari duduk untuk menemui Nina. setelah itu aku kembali ke ruang tamu bersama Nina.


"hey,, ini ya yang nama nya Nina. sangat cantik seperti mama nya,!" ucap ka Teguh memuji Nina. Nina pun mendekati teguh dan mencium tangan teguh.


"ia om,, bunda emang cantik. om temen nya bunda?" tanya Nina. ia memang cepat akrap dengan siapa saja. walau orang yang baru ia kenal sekalipun. terlihat Teguh mengangguk.


"ini untuk Nina, semoga Nina suka ya!" ucap ka Teguh menyodorkan keresek hitam berisi martabak manis.


"terimakasih om, Nina suka ko. kita makan sama sama ya om. Nina ambil piring dulu!" ucap nya seraya berlari ke dalam. aku hanya tersenyum melihat interaksi mereka ber dua.


"cepat jua ka akrab nya" ucap ku sambil tersenyum.


"Nina anak nya sangat terbuka jadi gampang untuk mengakrabkan diri pada nya!" jelas ka Teguh. aku pun mengangguk. ta lama Nina datang dengan membawa sebuah piring.


"ini om piring nya Nina taruh sini ya martabak manis nya. baru kita makan sama sama!" ucap nya.


"ia Nina cantik." ucap ka Teguh.


"ko Nina nanya nya seperti itu?" ucap ku pada Nina menetralkan kecanggungan antara aku dan ka Teguh.


"kan Nina ga pernah lihat bunda akrab dengan laki laki, selain ayah dan om ini!" jelas Nina dengan santai mengunyah kembali martabak nya. terlihat ka Teguh tersenyum tipis mendengar cerita Nina.


"masa sih Nin, bunda kamu ga pernah bawa teman laki laki selain om?" tanya ka Teguh memastikan.


"benar om, kalo ga percaya tanya aja opa sama Oma!" tambah Nina lagi. aku pun hanya menunduk malu.


sekarang malah Nina dan ka Teguh yang asyik mengobrol aku di cuekin. aku hanya memperhatikan mereka saja.

__ADS_1


"kalo om jadi papah nya Nina gimana Nina mau?" tanya ka Teguh tiba tiba. aku menatap nya ta percaya.


"Nina mau,asal om jangan suruh mama jualan d pasar seperti ayah. Nina ga mau!" jelas Nina.


"kapan mama jualan di pasar nya?" tanya ka Teguh ga percaya.


"dulu om. Nana ingat sekali Nina di bawa ke hutan untuk cari sayuran!" jelas nya lagi. aku sampai ga percaya kalo Nina mengingat masa itu.setau aku ia kan masih kecil apa ada trauma yang membekas sampai ia mengingat nya. ku lihat ka Teguh hanya mengangguk saja.


Hingga jam 10 malam ka Teguh masih di rumah karna Nina minta ajarin untuk mengerjakan PR. aku pun ikut membantu mereka.


"seru sekali, Oma dan opa boleh gabung ga nih?" tanya Oma.


"boleh Oma,!" jawab Nina. mama dan ayah pun duduk bergabung dengan kami. mama dan ayah ikut bercanda gurau dengan ka Teguh. ayah dan mama terlihat menyukai ka teguh. padahal baru pertama kali bertemu. bukan seperti mereka bertemu dengan mas Deni.


"terimakasih om, om sudah membantu mengajari Nina mengerjakan PR. !" ucap Nina sambil tersenyum.


"sama sama Nina cantik. kalo begitu om pulang dulu ya. Nina juga lekas istrahat besok kan sekolah!" ucap ka Teguh pada Nina.


"baik om.!" ucap Nina. ia pun menyalami ka Teguh dan mencium tangan nya. setelah itu langsung masuk ke dalam.


"om, tante saya ijin pulang dulu. maaf saya terlalu lama bertamu nya!" ucap nya.


"ga papa nak, kalo ga ada kesibukan nanti kesini lagi. om lihat Nina menyukai mu!" ucap ayah.


"baik om. aku pamit assalamualaikum?" ucap nya sambil menyalami kedua orang tua ku sambil mencium tangan mereka.


"Waalaikumsalam!" ucap mama dan ayah bersamaan.

__ADS_1


"sya aku pulang dulu.!" ucap nya pada ku. aku pun mengangguk.


"terimakasih ka sudah membantu Nina mengerjakan PR.!" ucap ku. ka Teguh pun mengangguk. aku mengantarkan ka Teguh ke depan pintu. ku lihat ia memakai motor yang sudah ta layak pakai. aku pun menatap punggung nya sampai motornya mengeluari pagar rumah.


__ADS_2