
Hari ini adalah hari ke 2 di mana kang Firman tidak pulang. sore hari aku masih duduk di teras menunggu ke kepulangan nya karna nomer hp nya tidak aktif sedari kemaren malam. aku takut terjadi sesuatu dengan nya. karna tarauma ku kehilangan suami masih sangat melekat di ingatan ku. ta lama terdengar deru motor metik kang Firman. aku pun serasa lega karna ia pulang hari ini.
"hey, sayang ko duduk di luar sih?" ia bertanya setelah turun dari motor nya dan menghampiri ku.
"Dira menunggu akang pulang.!" jelas ku sambil mencium tangan nya dan memeluk nya.
"maaf kan akang ya neng, akang lupa kasih tau kalo akang pergi nya 2 hari. banyak muatan selain kedelai yang akang antar. lumayan sayang untuk tambah tambah. !" jelas nya aku pun melerai pelukan ku. dan ia menyerahkan kantong pelastik.
"apa ini kang?" tanya ku sambil mengambil kantongan itu.
"ini bakso tadi abang beli di pertigaan sana. ayo kita masuk!" ajak nya. kami pun masuk ke dalam rumah.
"ko satu kang?"
"untuk neng saja. akang sudah tadi maka. akang mau mandi dulu ya!" ucap nya sambil ke arah kamar mengambil handuk. kau pun duduk menikmati bakso yang di bwa kan kang Firman.
setelah selesai kang Firman menghampiri ku. terdengar suara adzan magrib yang sangat jelas karna kontrakan kami cukup dekat dengan mesjid itu.
__ADS_1
"akang ga ke mesjid?" tanya ku pada nya.
"tidak neng, akang cape sekali. akang sholat di rumah aja.!" ucap nya. aku pun mengangguk.
"kenapa nomer akang tidak aktif. setau Dira akang bawa cesan hp?" tanya ku penasaran.
"emm,, itu neng abang lupa naruh cesan nya. ternyata terselip di jok kursi depan!" jawab nya. tapi aku meragukan ucapan nya karna ia seperti salah tingkah. aku pun hanya mengangguk.
"gimana apa masih sakit?" kang Firman bertanya. aku tau arah pertanyaan nya kemana.
"masih kang, sedikit!" ucap ku jujur.
"neng, ini uang untuk keperluan kita ya!" ucap nya sambil menyerahkan uang 100ribu kepada ku. aku pun menerima nya dan memasukkan ke dalam dompet ku. uang kemaren masih ada sisa 80 ribu karna aku hanya beli sayur yang sudah jadi di warung dekat mesjid.
"terimakasih kang!" ucap ku. ia merangkul aku. dan mencium puncak kepala ku.
"akang kangen sama kamu neng, 2 hari ta bertemu rasa nya 2 tahun!" ucap nya.
__ADS_1
"akang gombal ah,!" ucap ku sambil memukul lengan nya.
"ga neng, beneran deh." jelas nya lagi. aku pun tersipu malu mendengar ucapan nya.
"tapi maaf kang, Dira minta waktu untuk menyembuhkan area bawah Dira dulu. Dira takut sakit lagi kang!" jelas ku sambil sedikit memohon. karna tangan kang Firman sudah bergerak menyusuri tubuh ku. ia langsung berhenti setelah mendengar ucapan nya.
"ok sayang ta apa. akang bisa tahan!" ucap nya sambil tersenyum miris.
"terimakasih kang, maaf Dira tidak bisa melayani akang. mungkin 2 hari lagi sudah sembuh." ia terlihat sedikit kaget kentara dari mimik wajah nya. tapi setelah itu ia tersenyum pada ku.
"tak apa sayang. itu semua karna aku, jadi yang seharusnya minta maaf itu akang!" ucap nya lagi sambil mengecup bibir ku sekilas. aku pun mengangguk.
"akang mau kerumah nya Agus sebentar mau ngantar uang nya ya sayang, kamu mau ikut?" ucap nya sambil bertanya.
"engga kang, aku masih agak sulit untuk berjalan malu nanti di lihat teman akang" ucap ku dengan menunduk.
"baik lah. akang berangkat sekarang ya!" ia pun berdiri dan mengambil tas selempang nya.
__ADS_1
"ia bang hati hati!" ucap ku lagi pada nya. aku pun menyalami tangan nya dan mengantarkan kang Firman sampai teras rumah. ia melambaikan tangan sebelum berangkat. kenapa hati ku selalu takut saat ia pergi dari rumah. aku takut kehilangan untuk ke 2 kali nya. setelah ia ta terlihat lagi aku pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.