Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 63


__ADS_3

Sekarang kami sudah berada di rumah. bi Asih sudah membereskan semua baju bawaan kita. kami sedang duduk di teras rumah. tapi ta sengaja kami melihat seorang pengendara di ujung persimpangan yang sedang berhenti menyalakan roko. ia seperti menatap ke arah kami.


"abang lihat orang itu.?" aku bertanya bang Rahmat.


"ia, dia seperti mengawasi kita!" ucap bang Rahmat.


ta berapa lama orang itu pun pergi.


"mungkin hanya mampir menyalakan roko nya bang!" aku berucap lagi.


"ya mungkin saja sayang." jawab nya singkat. aku pun tersenyum pada nya.


''syang besok jadwal kita periksa kandungan mu kan?" ia memastikan lagi.


"ia bang, tapi kalo abang sibuk aku bisa sendiri bang"


''tidak, besok kita periksa dulu baru setelah itu abang ke kantor. aku sudah bisa tenang karna ada bi Asih yang menemani mu di rumah sayang.!" jelas nya smbil mengelus pucuk kepala ku.


"em,, abang jangan khawatir aku akan baik baik saja di rumah!" jelas ku. aku meyakinkan bang Rahmat lagi.


"ya sudah kita masuk yo, sudah malam juga.!" ajak bang Rahmat. aku pun mengangguk. kami masuk ke dalam rumah. setelah mengunci pintu. bi asih terlihat masih nonton tv.


"BI kami istrahat dulu.!" ucap ku pada bibi yang sungkan menyapa kami.


"ah, ia non, silahkan. sya sudah membuatkan nona susu ada di atas meja non.!"


"Oia, bi. terimakasih.!" aku pun meminum susu setelah itu menghampiri bang Rahmat yang masih menunggu ku di meja makan.


"sudah bang,!"


bang Rahmat pun beranjak dari duduk nya dan kami menuju ke kamar kami untuk beristirahat. ta lama setelah berbaring kami pun tertidur.


...****************...


Pagi hari nya aku dan bang Rahmat sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan.setelah pamit dengan bi asih kami pun pergi. sekitar 30 menitan kami sampai di rumah sakit yang kami tuju. aku dan bang Rahmat masih menunggu antrian. sekitar 10 menit menunggu nama ku pun di panggil.


"nyonya Bunga Lestari..?" salah satu suster memanggil nama ku.


"sayang ayo" bang Rahmat menggandeng tangan ku untuk memasuki ruangan dokter kandungan.


"selamat pagi tuan Leo dan ibu Bunga!" sapa dokter itu ramah.


"slamat pagi dok.!"


"baik kita periksa tekanan darah nya dulu ya bu?" ucap dokter itu. aku pun menurut dan mengikuti semua prosedur yang ada. ternyata kehamilan ku sudah menginjak 8 minggu. bayi kami pun sehat. tapi masih tetap harus di jaga. termasuk berhubungan pun tidak boleh sering dan tetap harus hati hati. karna riwayat ku dulu yang pernah melahirkan prematur serta ada sedikit cedera di kantong rahim ku. bang Rahmat menyimak perkataan dokter. setelah periksa pun kami mengambil vitamin yang di tulis kan dokter pada resep. setelah itu bang Rahmat mengantar kan ku pulang.

__ADS_1


"sayang nanti abang langsung ke kantor ya!" saat kami di mobil ia berucap.


"ia bang, nanti pas pulang Bunga nitip leptop yang Bunga tinggal kan di kantor abang ya!" jelas ku.


''em baik lah,!" dengan tersenyum ia menjawab nya. saat sampai di halaman aku pun turun. bang Rahmat langsung putar arah dan melambaikan tangan pada ku. aku pun masuk ke rumah.


''sudah pulang non..?" tanya bibi.


"ia bi, kenapa bi?" tanya ku balik.


"ini bibi mau ke warung sebentar mau beli deterjen. non tak apa kan bibi tinggal sebentar.?"


"tak apa bi, saya juga mau langsung istrahat. !" jelas ku.


"kalo begitu bibi pamit dulu non, assalamualaikum," setelah ia berpamitan ia pun pergi aku menuju kamar untuk merebahkan diri. karna merasa pinggang ku sakit.


tok,,tok,,tok,,tok,,tok,,


suara pintu di ketuk dengan keras dan lama. aku pun berusaha bangkit.


"siapa sih, apa bi asih ya. tapi sebentar sekali ia kembali. ?" aku bertanya tanya dan bergumam sendiri.


aku berjalan menuju pintu depan untuk membuka pintu.


"siapa...!" aku sedikit berteriak. tidak ada jawaban. aku intip di jendela kaca. tidak ada orang yang berdiri di depan pintu. mungkin orang iseng. aku pun kembali ke kamar untuk merebahkan diri.


"saya tidak mesan paket bi,!" jawab ku setelah membuka pintu kamar.


"bibi juga ga mesan non, apa mungkin tuan non.?" ujar bibi.


"oh, ia biar saya simpan dulu.!" aku mengambil kotak paket yang berwarna hitam itu. aneh nya ta ada nama pemesan yang tercantum. aku pun masuk meletakkan nya di meja belajar. aku memutuskan untuk kembali beristirahat. hingga jam 1 siang aku baru bangun. aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan sholat setelah itu keluar dari kamar.


"non mau makan sekarang.?" ucap bibi yang sedang duduk di depan tv.


"ia bi, saya ambil sendiri saja. bibi lanjut nonton nya!" aku berucap pada bi asih karna ia seperti nya ingin bangkit.


"baik non." ia kembali duduk aku menuju meja makan. aku makan dengan lahap. setelah itu membuat susu. aku menuju ke kamar membawa segelas susu.


"aku ingin ke rumah Bunga kecil aja ah, bosen di rumah." gumam ku sendiri. aku berganti pakaian setelah itu meraih tas dompet dan gaway. aku menuju ke luar.


"bi, aku ke warung dekat sekolahan dulu ya.!"


"ah, ia non"


setelah pamit aku berjalan di pinggir jalan untuk ke rumah bunda. rumah bunda sekitar 15 menitan jarak nya kalo di tempuh dengan jalan kaki. saat asyik jalan ada sepeda motor yang sangat kencang di samping tubuh ku. aku pun kaget. di jalan yang ramai seperti ini motor malah kencang.

__ADS_1


"astagafirullahhhh...!" aku memekik kaget serta memegangi dada ku. ku lihat pengendara motor itu masih kencang mengendarai motor nya menjauh. ku lihat ia memakai jaket hitam dan helem. setelah sedikit tenang aku pun melanjutkan jalan ku untuk ke rumah bunda. setelah sudah kelihatan warung bunda aku pun mempercepat langkah. kelihatan warung bunda ramai banyak pembeli yang makan di sana.


"assalamu'alaikum bunda.!" sapa ku.


"waalaikumsalam neng. sini duduk. bunda bikin kan teh ya.!" tawar nya aku pun mengangguk. kelihatan rona bahagia di wajah bunda.


"Bunga kecil nya mana Bun?" tanya ku karna tidak melihat bunga kecil di sini.


"bunga nya lagi nganter pesanan nasi bungkus sama gorengan neng ke buruh bangunan di ujung sana. mungkin sebentar lagi ia pulang" jelas bunda.


"neng sendirian aja. mana tuan Rahmat?"


"bang Rahmat nya ke kantor Bun. oh ia. rumah bunga di gang sebelah Bun, nanti kalo ga sibuk mampir Bun,!" ucap ku sambil menerima teh es yang di berikan bunda.


"kapan pindah nya ko ga bilang neng, kan bisa bunda bantu beres beres!" bunda bertanya dan ia menawarkan diri.


"baru malam tadi Bun, semua nya sudah beres Bun. ada bi Asih juga yang bekerja di rumah.!" jelas ku. bunda menganggukkan kepala.


"berapa semuanya Bun...?" kata salah satu pengunjung yang sedang makan tadi.


,"tunggu sebentar ya neng!"


bunda pun melayani pembeli itu dengan sangat ramah. hingga wajar warung nya ramai. ta berapa lama bunga datang.


"eh, ada ka bunga ya.!" sapa nya pada ku ia mencium tangan ku aku pun tersenyum pada nya.


''ia sayang sudah tadi antar pesanan nya.?" tanya ku.


"sudah ka, ini mau kasih uang nya sama bunda.!" jawab nya smbil duduk di bangku yang ada berseberangan dengan ku. setelah selesai melayani pembeli bunda menghampiri kami.


"maaf neng, bunda tinggalin tadi.!" ia merasa enggan pada ku.


"ta apa Bun, nama nya juga jualan, bunga ngerti ko. rame ya Bun?"


"Alhamdulillah rame neng." ia menjawab sambil tersenyum. ku lihat bunga kecil sedang membereskan piring dan gelas yang di pakai pembeli tadi ia sangat rajin membantu bunda nya. setelah selesai ia menghampiri kami.


"Bun ini uang dari buruh tadi.!" ia menyerahkan uang itu pada bunda nya.


"ia nak, terimakasih ya." ucap bunda sambil mengelus puncak kepala bunga.


aku sampai sore di rumah bunda, bunda banyak bercerita tentang suami nya yang meninggal kan nya. aku tambah curiga setelah ia menyebutkan nama wanita yang menjadi perebut laki nya itu. sama dengan nama ka maya. aku sempat memfoto Bagas waktu ia makan siang dulu.


"Bun maaf, sebelum nya apa ini Bagas yang ibu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


maksud..?" aku menyodorkan gaway ku pada bunda memperlihat kan foto Bagas suami ka maya. bunda sempat mempertajam penglihatan nya karna foto itu ku ambil jarak nya tidak dekat. aku menunggu dengan ta sabar jawaban bunda apa kah benar orang nya sama dengan suami nya.


...****************...


__ADS_2