Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 60


__ADS_3

  Kami hari ini berencana untuk memasukkan Bunga kecil ke sekolahan yang dekat dengan kontrakan nya. sekalinya kami ingin mengurus keperluan warung bunda. rencana nya jam 12 an kami akan ke rumah bunda. sekarang kami masih di kantor. aku lagi mengerjakan kelanjutan novel ku. bang Rahmat tentu nya lagi bekerja. sambil ngemil aku mengetik nas kah.


"sayang kamu mau sesuatu?" ucap bang Rahmat.


"mau gorengan bang!" jelas ku.


''halo Ani tolong belikan goreng dan es kelapa muda ya.!" bang Rahmat setelah bertanya langsung menelpon Ani. ia terlihat menghampiriku.


"sayang aku gemas deh, kamu kelihatan chuby..!" ujar bang Rahmat mencubit pipi ku lembut.


"tau nih bang akhir akhir ini aku sering ngemil dan makan hee,,!" jelas ku.


"tak apa sayang, malah bagus untuk calon anak kita.!" aku pun mengangguk.


kemaren malam bang Rahmat sebelum tidur ia bertanya pada ku. apa ingin kami mengadakan resepsi pernikahan yang megah. tentu saja aku menolak. karna aku sudah bahagia sekarang tanpa melakukan resepsi yang di maksud. bang Rahmat tidak ke Beratan. aku memandangi foto ku waktu SMA hang masih terpampang di dinding. di samping nya ada foto kami setelah nikah dengan memamerkan buku nikah. ta lama Ani pun masuk membawa kan pesanan kami.


"terimakasih Ani.!" ucap ku pada nya.


"sama sama non!" setelah itu ia keluar.


aku mulai mengeksekusi makanan yang ada di atas meja. bang Rahmat pun ikut makan gorengan yang ku pesan.


"emm,, enak!" ucap bang Rahmat. aku pun tersenyum melihat ekspresi nya.


setelah makan kami melanjutkan pekerjaan kami. saat jam 12 tepat. kami pun menuju ke rumah bunda. sesampai nya di sana ku lihat bunda dan bunga sedang duduk berjualan kue donat di dekat sekolahan. aku lihat kegigihan dari bunda berjuang untuk bunga kecil. aku sangat terharu. kami pun menghampiri mereka. terlihat dagangan nya sisa 5.


"assalamualaikum bunda, hey, bunga kecil lagi bantu bunda ya?" aku menyapa bunda dan bunga kecil.


"waalaikumsalam neng, ia nih bunga nya lagi bantu bunda. neng mau.?" tanya bunda.


aku mengambil donat yang ada toping coklat kacang nya.


"bunga ikut kaka sebentar yo!" ajak bang Rahmat pada bunga kecil. bunga kecil pun mengikuti bang Rahmat ia saling bergandengan tangan. menuju ke sekolahan. aku menemani bunda.


"mau kemana mereka neng?" tanya bunda.


"mau daftarin bunga kecil skolah Bun,!" jelas ku.

__ADS_1


"biar nanti bunda saja neng!" ucap bunda.


''bundakan tau sendiri bagai mana watak suami ku kalo ia sudah bertindak. hee,," jelas ku.


"ya sudah, semoga allah saja hang membalas kebaikan kalian"


"aamiin, bunda hari ini kita ke toko bangunan dan cari tukang untuk bikin warung bunda bisa.?" tanya ku pada bunda.


"bisa neng. kapan?"


"nanti setelah bang Rahmat selesai mendaftarkan bunga sekolah." jelas ku.


"baik neng." ucap bunda.


setelah menunggu sekitar 30 menitan bang Rahmat dan Bunga keluar dari salah satu ruangan. ia menghampiri kami. terlihat bunga membawa buku dan bang Rahmat membawa pelastik yang pasti isi nya seragam sekolah.


"bunda besok aku sekolah." dengan senyum sumringah ia mengabarkan hal bahagia pada bunda nya.


"Alhamdulillah nak!" bunda menangis memeluk bunga kecil.


"terimakasih tuan. tuan dan neng Bunga sangat baik terhadap kami. kehidupan kami berubah setelah bertemu kalian.!" jelas nya.


kami pun beranjak dari tempat bunda berjualan menuju rumah bunda yang berada di sebrang sekolahan. setelah itu kami menuju toko bangunan. karna rumah mengontrak jadi kami tidak bisa membuat warung semi permanen jadi terpaksa hanya papan saja. setelah membeli kami pun mencari tukang untuk membuatkan warung. setelah dapat info dari tetangga kami pun menemui tukang itu.


"assalamualaikum, permisi.!" saat sudah sampai di muka rumah tukang yang di kasih tau tetangga kami pun mengucap salam.


"waalaikumsalam, cari siapa ya...?" ia kelihatan kebingungan karna kami datang ber 4.


"cari pak Joko, apa benar ini rumah nya..?" tanya bang Rahmat.


"ia dengan saya sendiri, silahkan duduk.ada keperluan apa ya mas...?"


"begini pa, bapa bisa bikin kan warung di sebrang sekolahan sana.?" tanya bang Rahmat lagi memastikan.


"bisa mas, tapi saya tukang kayu, kalo bangunan semi permanen bukan keahlian saya.!" kelas nya.


"kebetulan saya minta bikin kan warung sama dengan ke ahlian bapa. apa bisa bapa mengerjakan mulai besok?"

__ADS_1


"bisa pa, kebetulan saya sudah menganggur 3 harian.!"


"apa bapa ada teman untuk membantu bapa?"


"saya ada teman 2 pa, kalo bisa ia saya ajak untuk bantu saya bagai mana!"


"boleh pa. kalo boleh tau sistem bayar nya bagai mana pa. borongan apa harian.?" tanya bang Rahmat lagi.


"klo saya boleh minta harian aja pa. tapi saya minta lebihan sedikit dari biasa nya bagai mana.?" usul nya.


"memang nya biasa nya berapa pa dan minta tambahan berapa.?" tanya bang Rahmat, aku bunda dan bunga kecil hanya menyimak pembicaraan mereka.


"biasa nya upah saya sebagai tukang 125 ribu perhari nya. upah yang bantu saya. 100 ribu. saya minta pada bapa untuk upah saya 150 ribu dan upah yang membantu sya 125 ribu bagai mana mas?"


"bisa pa. saya setuju. berarti mulai besok bapa mulai bekerja nya ya.!" bang Rahmat memastikan.


"baik mas. tapi kalo boleh saya minta bayaran 3 hari ke depan bisa mas. saya sudah 3 hari menganggur. saya tidak bisa ngasih istri saya uang." jelas nya. ta berapa lama seorang wanita seperti nya istri pa Joko keluar dengan membawa minum.


"silahkan di minum" ucap nya pada kami.


"terimakasih, "ucap ku menanggapi nya.


"soal upah tadi pa ini saya kasih segini untuk bapa dan teman bapa.!" bang Rahmat membuka tas kecil nya mengambil uang sebanyak 1,5 juta. ia menyerahkan nya pada pa Joko.


"ini kebanyakan mas.!"


"tidak apa pa, nanti bisa kita hitung kembali dengan berapa hari bapa kerja. dan saya minta nanti bapa catat berapa bapa mengasih pada teman bapa. !"


"baik mas. terimakasih banyak. besok pagi saya akan mulai bekerja." jelas nya meyakinkan kami.


setah meminum kami pun pamit pada pa Joko. kami menuju rumah bunda berjalan kaki karna rumah nya dekat. bunga kecil kelihatan riang. sesampai nya di rumah kami pun masuk ke dalam rumah dan duduk di depan tv.


"bu ini ada uang nanti setelah selesai warung nya baru ibu belanjakan. semoga bermanfaat ya bu." ucap ku pada bunda dan menyerah kan uang sebanyak 8juta.


"terimakasih banyak neng. bunda jadi bingung mau bilang apa lagi" ucap nya sambil menggenggam uang yang aku berikan. aku terharu melihat nya.


"semuanya saya serahkan pada ibu. " tambah ku lagi.

__ADS_1


setelah mengobrol dengan bunda dan bunga kecil dan urusan sudah beres kami pun pamit pulang. tapi bunda menyarankan agar kami makan dulu. kami pun sungkan untuk menolak nya. akhir nya kami makan bersama di rumah bunda dan juga bunga kecil. setelah itu baru pulang ke rumah.


...****************...


__ADS_2