Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 55


__ADS_3

    Aku meregangkan tubuh ku yang terasa sangat kaku. ku lihat jam di dinding sudah jam 12 siang. aku pun menutup leptop ku aku beranjak dari duduk ku untuk berniat turun mengambil air putih. saat menuruni tangga aku mendengar ada suara ribut ribut.


''ma kalo mama membiarkan Leo tinggal di sini bagai mana mas Bagas biasa jadi direktur utama. di perusahaan kita ma. nanti mas Bagas akan menceraikan Maya. karna Maya tidak bisa memberikan nya keturunan.!" suara ka maya terdengar jelas.


"Maya, ,bagai mana pun Leo adalah pewaris di perusahaan itu. ia anak mama laki laki satu satu nya." mama Laras berkeras.


"terserah mama!" Maya pun meninggal kan mama Laras menuju ke luar rumah.


aku pun menuruni tangga setelah mama Laras masuk ke kamar. aku mengambil air di kulkas dan langsung menuju kekamar untuk beristirahat.


hingga sore aku berada di kamar. saat gaway ku berbunyi, ada pesan masuk dari bang Rahmat.


@Bang Rahmat : sayang sebentar lagi aku pulang. kamu mau di belikan apa...?"


@Aku : iya bang aku tunggu di rumah. aku tidak mau apa apa. hati hati di jalan syng.


@Bang Rahmat : Baik lah. sampai jumpa di rumah.


aku pun ta membalas pesan itu lagi. aku bersiap membersihkan diri dan turun ke bawah untuk menunggu bang Rahmat. aku duduk di ruang tamu sambil memain kan gaway ku.


"sendirian aja. ?" ucap Bagas suami ka maya. ia terlihat baru datang dari kantor.


"ia ka, ga barengan sama ka Maya?"


"tidak ia lagi ada keperluan.!" ucap nya sambil duduk di hadapan ku. aku merasa canggung dengan ke beradaan nya.


"kamu cantik juga." ia berucap dengan nada yang hampir ta terdengar tapi aku masih bisa mendengar nya. ta berapa lama terdengar deru mobil bang Rahmat. aku bersyukur karna ia cepat datang jadi aku bisa menghindar dari Bagas. aku pun berjalan menuju pintu depan.


"sayang,, " ucap bang Rahmat. aku pun mencium tangan nya dan mengambil tas kantor nya.


"tidak usah sayang ini berat." ia mencegah ku. sambil memeluk dan mencium ku.


"tak apa bang. ini sama sekali tidak berat."


"ya sudah ayo kita masuk.!"


'' abang mau Bunga bikin kan teh?".

__ADS_1


" boleh. abang ke atas duluan ya. mau mandi sudah gerah." aku pun mengangguk. dan menuju dapur. tas kerja tadi di bwa bang Rahmat lagi.


saat di dapur Bagas tiba tiba datang.


"mesra juga ya Leo itu." ucap Bagas tiba tiba. ia mengambil air minum di kulkas. aku ingin sekali cepat pergi dari hadapan nya. aku ta menggubris ucapan nya.


"apa di ranjang ia semesra itu, ah aku rasa tidak yang seperti aku lihat. pasti kamu kurang puas.!" tambah nya lagi.


aku pun ta mendengarkan ucapan nya. aku langsung pergi karna teh melati nya sudah jadi. ia terlihat masih memandangi ku hingga aku sampai di atas tangga.


bang Rahmat kelihatan nya masih didalam kamar mandi. ku letakkan teh melati itu di nakas. aku menyiapkan pakaian ganti untuk nya.


"hey sayang ko ngelamun sih.?" ia sudah keluar kamar mandi hanya mengguna kan handuk di pinggang nya. ia terlihat segar.


"tidak bang, ini baju ganti nya.!"


bang Rahmat mengenakan baju dan celana pendek.


"ada apa sayang ayo cerita." ia menghampiri ku dan merangkul ku.


"ya sudah sini abang peluk. anak Abi baik baik kan di dalam perut. tumben tidak minta yang aneh aneh.!" ia berucap sambil mengelus perutku yang masih rata.


aku pikir nanti malam saja ingin membicarakan perihal Bagas pada nya. sekarang ia masih kecapean.


saat makan malam kami sudah duduk di meja makan. semua berkumpul, kami makan dalam hening. karna bang Rahmat tidak bnyak bicara kalo dengan keluarga nya. setelah selesai kami pun naik menuju kamar. suasana rasa nya sangat canggung saat di meja makan karna mama Laras dan ka Maya masih tidak menyapa satu sama lain. Bagas pun kelihatan ada masalah dengan Maya entah ada masalah apa.


"bang, Bunga mau bicara...?"


ku lihat bang Rahmat sedang memain kan gaway nya. ia meletakkan gaway nya setelah mendengar ucapan ku.


"ia sayang sini, apa yang ingin kamu bicara kan.?"


"apa kita tinggal di apartemen mu saja sayang. !"


"apa yang sudah terjadi hingga kamu mau tinggal di apartemen.!"


"tidak ada hanya saja aku merasa tidak enak dengan ka maya karna kehadiran ku di sini ia tadi bertengkar dengan mama!".aku sedikit berbohong dengan bang Rahmat.

__ADS_1


"baik lah nanti kita beli rumah saja sayng agar kita bisa tinggal ber dua saja." ucapan nya membuat aku senang.


"beneran bang!"


"emm,, " ia menganggukkan kepala nya. aku sangat senang karna bisa keluar dari rumah ini. suasana nya memang nyaman di sini hanya saja orang di dalamnya yang membuat aku tidak nyaman aku tidak bisa beradaptasi dengan sifat mereka.


bang Rahmat terlihat menghubungi seseorang.


"halo,, Tio, bisa Carikan rumah buat ku yang biasa saja jangan terlalu luas. karna nanti hanya akan di tinggali kami ber dua. Carikan juga pembantu yang bisa menemani istri ku di rumah. "


"baik lah kalo sudah beres kabari aku." bang Rahmat pun menutup telepon nya.


"sudah beres sayang kita tunggu kabar dari Tio''


"terimakasih bang" ucap ku dan memeluk nya.


aku pun lekas beristirahat setelah meminum susu bumil. bang Rahmat terlihat masih duduk di meja kerja nya. aku berusaha memejamkan mata tapi tidak bisa. hingga aku pun bangun menuju meja kecil yang ada leptop nya.


"sayang belum tidur.?"


"belum bisa tidur mas. aku ingin melanjutkan novel ku aja deh. abang lanjut aja!" ucap ku sambil tersenyum pada nya. aku menguncir tinggi rambut ku dan memasang kaca mata siap untuk berselancar di dunia khayal ku. hingga jam 10 aku dan bang Rahmat masih berkutat di meja masing masing.


"sayang kita tidur yu..!" ajak nya. ia memelukku dari belakang dengan posisi duduk.


"sebentar lagi bang sisa 100 kata lagi."


"emm,, baik lah abang tunggu. kamu masih membuat novel, setau ku waktu SMA saja dulu. "


"aku baru siang tadi memulai nya bang. karna merasa bosan tidak ngapa ngapain. lagian setelah ku buka bnyak pembaca yang minta aku membuat novel lagi." aku menjelas kan sambil tersenyum.


"asal jangan kelelahan aja sayang. aku tidak melarang!".


"pasti bang. ini udah selesai. ayo kita tidur.!" aku menutup leptop ku dan mengajak nya ke tempat tidur.


kami pun berbaring, ta perlu lama kami pun terlelap.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2