
Pagi ini aku sudah siap berangkat untuk kerja . aku menaiki motor metik dan melajukan nya dengan santai. 15 menit di perjalanan akhir nya aku sampai juga. Nisa menghampiri ku.
"Ra, suami kamu ada di rumah?" ia langsung bertanya tentang kang Firman.
"ga Nis emang nya kenapa?" jawab ku. aku sedikit heran dengan pertanyaan nya.
"aku malam tadi melihat suami mu ada di warung xxx. ia bersama Agus kernet nya. mereka sedang asyik merangkul wanita Ra." jelas nya.
"kamu yang benar Nis.!" tanya ku dengan serius.
"bener Ra aku juga sempet memfoto mereka.!" ia pun menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan kang Firman sedang merangkul pinggang wanita yang memakai pakaian seksi. dada ku langsung berdenyut nyeri.
"maaf Ra aku sebenar nya bingung mau ngasih tau kamu atau engga. tapi kamu harus tau kenyataan ini!" jelas nya.
"ia ga apa Nis terimakasih ya. nanti tolong kirim foto itu ke aku ya!" ucap ku. kami pun melanjutkan masuk ke dalam pabrik dan mulai bekerja. setelah siang pun kami makan bersama tidak ada lagi kata yang keluar dari mulut Nisa mungkin ia tidak enak hati dengan ku karna sudah memperlihatkan hal yang tidak aku ingin lihat. tapi aku sangat berterimakasih pada Nisa hingga tau semua kebenaran nya tapi aku harus cari tau sendiri. baru aku bisa percaya.
Hingga jam 4 kami pun pulang ke rumah masing masing. kang Firman terlihat duduk di teras rumah. entah siapa yang menjemput nya.
"assalamualaikum kang!" ucap ku langsung menghampiri nya dan mencium tangan nya.
__ADS_1
"waalaikumsalam, baru pulang neng. akang sudah beli makanan. ada di atas meja.!" ucap nya seraya tersenyum pada ku. dari tingkah nya seolah ta ada sesuatu yang ia sembunyikan. aku pun masuk ke dalam rumah dan mengambil handuk. aku membersihkan diri dan sholat ashar. setelah itu aku duduk di ruang makan.
"neng kenapa diam aja?" tanya kang Firman pada ku.
"ga kang, Dira hanya cape. !" ucap ku singkat.
"ah ia neng ini uang untuk belanja!" ia menyodorkan uang 500 ribu pada ku.
"terimakasih kang" ucap ku singkat.
"akang kapan berangkat kerja lagi?" tanyaku pada nya.
"mungkin 2 harian lagi neng. karna stok masih bnyak di gudang yang akang kirim. kenapa neng?"
"em, begitu ya.!"
kami pun makan bersama hingga setelah makan kami menonton tv. setelah adzan magrib berkuman kang Firman langsung bangkit dari duduk nya.
"akang ke mesjid dulu neng!" ucap nya aku pun mengangguk. aku masih berada di depan tv saat ia akan keluar rumah. aku pun penasaran. aku ikuti kang Firman dari kejauhan. ternyata ia malah duduk di bawah pohon di samping rumah. ia menyalakan roko nya dan duduk santai. hingga selesai orang di mesjid sholat ia pun gegas bangkit. aku gegas kembali ke dalam rumah. karna aku mengintip dari balik teras rumah yang ada tembok penghalang dengan kontrakan sebelah. aku gegas ke belakang mengambil wudhu. saat selesai wudhu kang Firman masuk.
__ADS_1
"belum sholat neng?" ia bertanya pada ku.
"belum kang, tadi acara tv nya seru. ini mau sholat. !" jawab ku dengan berbohong. ia pun mengangguk percaya. aku menuju kamar untuk sholat. setelah selesai aku menarik nafas agar menetralkan deru nafas ku yang terasa sesak karna mendapat fakta bahwa kang Firman selama ini sudah berbohong. aku pun menghampiri nya di depan tv.
"sayang akang kangen!" ucap nya. sambil menelusup kan tangan nya ke dalam baju ku.
"masa sih kang, kan baru semalam kita ga ketemu!" ucap ku jahil.
"kan sudah ku bilang diri mu adalah candu bagi ku !" ucap nya sambil mengangkat ke dua alis nya.
"gombal!" ucap ku singkat.
"beneran neng.!" ia meyakinkan ku.
tapi tanpa dapat ijin dari ku ia sudah mulai mencumbu ku. hingga aku pun pasrah karna bagiku ia juga candu ku. aku pun menikmati semua permainan yang ia berikan pada ku. hingga kami melakukan nya di depan tv.
tok,,tok,,tok,,
kami pun sontak menghentikan kegiatan kami. aku lari ke dalam kamar. kang Firman kembali mengenakan sarung nya ia terlihat dongkol dengan tamu yang datang.
__ADS_1
"ada apa Gus,!'' ucap kang Firman terdengar sampai ke kamar. rupa nya Agus yang datang.
"ini Man, Sintia menghubungi ku. kata nya ia ham!" kata Agus terdengar samar samar karna ia memelankan sedikit suara nya tapi masih terdengar. aku pun keluar kamar setelah berpakaian lengkap. aku lihat kang Firman sepintas menatap ku dan ia menarik Agus ke luar rumah. entah apa yang mereka bicarakan. aku pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri. aku mau sholat isya.