Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 30


__ADS_3

    Kini sampai lah pada malam yang sudah dit4 tentukan aku sudah berdandan ala kadar nya dengan memakai riasan tipis dan baju kebaya warna putih serta kerudung senada hanya bawahan nya saja yang memakai kain batik. ku lihat Rendi memakai celana hitam baju Hem putih dan peci hitam. aku duduk di samping nya. setelah itu ia mengucap kan ikrar ijab kabul yang di saksikan oleh warga sekampung termasuk mba Nani dan juga kang Firman hadir di acara nikahan ku malam ini.


"sah" ucap semua orang yang hadir setelah ijab kabul sukses di ucap kan. kami pun berdo'a yang di pimpin oleh penghulu. setelah acar ijab kabul semua tamu pun menikmati hidangan yang ada. kami berdiri di teras rumah kontrakan ku sebagian tamu yang sudah selesai menghampiri kami mengucap kan kata selamat dan doa doa terbaik untuk mempelai. hingga saat kang Firman dan Mba Nani pun menghampiri kami.


"selamat ya. Samawa untuk kalian!" ucap mba Nani.


"terimakasih mba, !" ucap ku sambil tersenyum saat menjabat tangan nya.


"eh mas. ternyata ucapan mu benar. dan sayang nya yang menunggu itu adalah yang mengucapkan kata itu." ucap kang Firman sambil menepuk pundak Rendi. merekapun tertawa dan berjabat tangan. kini saat nya kang Firman menghampiri ku.


"Dira, selamat ya. semoga dengan pasanganmu yang sekarang kamu akan selalu bahagia. maaf kan akang!" kami pun hanya menangkupkan kedua tangan di dada.


"terimakasih kang. akang juga selalu bahagia ya. sama sama kang, Dira juga banyak salah sama akang!" ucap ku sambil tersenyum. setelah itu kang Firman dan mba Nani pulang.

__ADS_1


"hey Beaty ku, ternyata kamu menyaingi aku ya. berani berani nya!" ucap Nisa pada ku. Rendi menatap ku penuh tanya. aku pun mengangkat bahu ku.


"Nis, suami ku bingung dengan perkataan mu. bisa kamu jelas kan pada nya,?" ucap ku pada Nisa.


"haaahaaaa,, ok ok. maaf mas ya. maksud saya Dira sudah menyaingi saya masalah suami. dulu kami sudah sama 2x menikah sekarang Dira malah yang ke 3 kali nya. kan nyangi saya ." ucap nya dengan mimik yang di buat buat.


"hey nanti kedengeran suami kamu lagi. haaahaaaa!" ucap ku setelah melihat wajah nya panik. Rendi pun ikut tertawa.


"ya sudah doa terbaik aja buat kalian aku mau nyusul suami ku nanti bisa perang dunia klo ketahuan aku ngomong gitu tadi!" ucap nya sambil menyusul suami nya yang sedang mengobrol dengan tetangga lain nya.


"Ren, sepertinya aku harus panggil dengan sebutan lain deh. ga sopan kalo panggil nama aja.!" ucap ku saat kami sudah berbaring.


,"em,, gimana kalo mas!" ucap nya.

__ADS_1


"baik lah mas Rendi. !" ucap ku sambil tertawa.


''ga nyangka Ra aku bisa jadi suami kamu. setelah pertemuan kita saat ngamen dulu aku sudah suka sama kamu rencana nya aku ingin melamar kamu. tapi kamu malah menghilang dan tida membalas pesan ku." jelas nya. .


"maaf aku ada permasalahan yang mengharuskan ku untuk meninggalkan kota kelahiran ku!" jelas ku. ia pun mengangguk.


"ehem,, apa boleh aku minta sesuatu.!" ucap nya dengan mengangkat kedua alis nya.


"maaf mas tapi aku lagi halangan sudah 6 hari. biasa nya hari ke 7 sudah bersih." ucap ku pada nya. wajah nya mengerucut aku pun mencium bibir nya sekilas.


"ets,, berani juga ya. sementang sudah pengalaman.!" ucap nya sambil menggelitiki ku.


"stop mas, perutku sakit.!" ucap ku pada nya.

__ADS_1


"ya sudah ayo kita tidur. " ucap nya sambil memelukku. kami pun terlelap karna merasa cape. setelah acara tadi.


__ADS_2