
Aku sedikit mempercepat langkah ku. dan membuka pintu. ku lihat wajah orang yang satu minggu ini ku nantikan hadir di hadapan ku. aku pun gegas memeluk nya dan menangis di pelukan nya. entah respon apa yang aku lakukan ini. tapi yang aku rasakan aku sangat merindukan nya.
"neng, kamu kenapa nangis?" ia bertanya pada ku.
*(kamu nanya kamu bertanya tanya kenapa aku nangis.) gimana pembaca tercinta apa Dira harus menjawab seperti itu heehee *
aku menggelengkan kepala di pelukan nya.
"aku hanya rindu sama orang tua ku kang!" jawab ku berbohong.
"sudah sayang. mereka sudah tenang di sana. jangan di tangisi lagi!" ucap nya enteng.
__ADS_1
bukan itu kang, apa kamu tidak mengerti perasaan ku bagai mana. aku hanya bisa berucap dalam hati.
"ya sudah kita masuk ya.!" ajak nya dan membawaku masuk ke dalam rumah dengan masih memelukku. kami pun masuk ke dalam kamar. saat kami sudah duduk ia menyelip kan rambut yang sedikit berantakan ke samping telinga ku.
"sayang mata kamu sampai bengkak begitu!" ucap nya. aku pun masih diam hanya menunduk. di mataku masih berputar sontrek vidio sekilas pemikiran ku sendiri tentang kebersamaan nya dengan mba Nani.
"maaf sayang aku baru pulang. aku ninggalin kamu terlalu lama. tidak ada di saat neng butuh kan!" ucap nya sambil memelukku lagi. tangis ku pun semakin menjadi jadi. membuat kang Firman tambah bingung. ia melerai pelukan ku dan keluar dari kamar. aku pun hanya diam tanpa mencegah nya. ta berapa lama ia kembali.
"sayang kamu sudah makan?" tanya kang Firman . aku hanya bisa menggeleng.
"kita makan dulu ya. biar akang yang suapin!" ucap nya membujukku. aku pun mengangguk.
__ADS_1
''biar neng di sini dulu akang yang ambilkan makanan nya!" ucap kang Firman seraya keluar dari kamar. aku tersentuh dengan perlakuan nya ia ta berubah untuk saat ini. tapi hati ini tetap sakit. menerima semua kenyataan yang ada di pikiran ku. masa kau harus bertanya langsung pada kang Firman kan tidak mungkin. walau pun mungkin pasti nya jawaban nya akan menyakitkan.
"sayang buka mulut nya!" setelah kembali kang Firman langsung menyuapi ku. aku pun membuka mulut mencoba mengunyah makanan yang ia berikan. rasa nya hambar saat menelan serasa menelan pecahan kaca.
"lagi ya sayang!" ucap nya lagi aku menggeleng kan kepala ku. ia pun menaruh piring di atas meja dan menyerah kan segelas air putih pada ku.
"sayang jangan diam seperti ini. akang kan jadi bingung!" ucap nya pada ku. aku menatap nya kembali. air mataku seketika menetes. ia menyapu air mata ku yang ada di pipi dengan tangan nya.
"kang, aku sangat mencintai mu!" akhir nya kata itu yang lolos dari mulut ku. aku pun memeluk nya. ia pun membalas pelukan ku.
"akang juga mencintai mu neng.!" jawab nya dengan tulus.
__ADS_1
tapi kang di hati akang bukan hanya ada aku. hati akang perhatian akang dan tubuh akang sudah terbagi. entah sampai kapan harus seperti ini. Dira ga kuat kang. ucap ku dalam hati.