
Saat ini kami sedang menunggu mas Dion yang lagi di panggil oleh polisi. kami sedang menjenguk mas Dion di penjara. sidang putusan sudah final. mas Dion di hukum 6 tahun penjara karna terkait pasal UU ITE, dan di tambah pasal perdagangan orang 5 tahun masa hukuman, saat di tes urine pun ia ketahuan mengonsumsi narkoba. sangat miris aku mengetahui semua kenyataan itu. Bagas di kenakan 20 tahun penjara karna kasus korupsi. entah bagai mana kalo bunga kecil tau ayah nya sekarang di penjara.
"tuan Leo dan nona Bunga yang terhormat. suatu kehormatan bagi saya anda secara pribadi mengunjungi saya di tempat ini." ucap mas Dion saat sudah berada di ruangan ini. ia berucap sambil mendekati kami. kami pun replek berdiri melihat kehadiran nya. ku lihat mas Dion sangat berbeda sekarang badan nya terlihat kurus.
"selamat siang Dion," ucap bang Rahmat dengan nada dingin nya.
"silahkan duduk., ada keperluan apa kalian kesini. tentunya tidak hanya menjenguk saja kan?" ia langsung bertanya pada inti nya.
"ya, kamu benar sekali Dion, langsung saja. apa kamu ada sangkut paut nya dengan orang yang meneror dan menyerang di rumah kami?" jelas bang Rahmat. terlihat muka mas Dion tercengang.
"maksud kamu?" tanya mas Dion dengan heran.
__ADS_1
bang Rahmat menceritakan semua nya. mas Dion mendengarkan dengan seksama.
"maaf sebelum nya, aku memang berencana untuk menculik Bunga saat ia masih menjadi janda. tapi setelah tau siapa sebenar nya suami nya sekarang aku urung kan. aku ta berniat mengganggu kehidupan kalian. karna yang ku tau sekarang aku sudah menerima akibat nya. dan untuk mu Bunga, aku minta maaf mungkin kamu tidak sepenuh nya tau siapa aku. aku sebenar nya sakit Bunga.!" jelas nya.
kami pun mendengarkan semua penjelasan nya terlihat tangan bang Rahmat mengepal. aku pun menggenggam tangan nya agar ia tak emosi.
"lalu apa hubungan mu dengan Bagas?" tanya bang Rahmat lagi.
"kalo memang kalian tidak terlibat maka tidak akan berurusan dengan ku. tapi kalo salah satu dari kalian terlibat liat saja nanti akibat nya!" ancam bang Rahmat. kami pun langsung undur diri. setelah mendapat kan jawaban dari mas Dion. kami pun bertemu dengan Filip dan menceritakan semua nya.
"saya rasa ada musuh lain yang mengincar anda tuan,!" ucap nya setelah kami sudah bertemu di salah satu resto.
__ADS_1
"maksud kamu?" tanya bang Rahmat.
"maksud saya, mungkin ada dendam lama atau maksud tertentu sehingga orang itu menganggap tuan sebagai musuh tuan. coba ingat ingat lagi tuan!" ucap Filip memastikan.
"setau saya tidak ada, urusan saya dengan Sandra pun sudah selesai. itu sudah terbukti kalo bukan anak saya." jelas bang Rahmat.
"selain Sandra, maksud saya apa anda pernah berhubungan dengan wanita lain?" tanya Filip lagi mengintrogasi bang Rahmat. bang Rahmat terlihat mengingat ingat sesuatu.
"atau nona, ada masalalu yang belum selesai?" tambah nya lagi. aku juga mencoba mengingat ingat. setau aku masalalu ku ya hanya dengan mas Dion. tapi kalo mas Dion kemungkinan besar banyak wanita lain di masalalu nya.
...****************...
__ADS_1