Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
KEBAHAGIAAN ISTRI YANG DISIA SIA KAN EPISODE 2 bab 1


__ADS_3

Nama ku Indira Larasati aku adalah janda kembang di kampung ku. ini kisah ku, saat selesai ijab kabul suami ku sesak nafas dan ia di larikan kerumah sakit. naas nya ia ta tertolong betapa dunia ku serasa hancur saat mengetahui di malam pertama ku ternyata suami ku sudah ta bernyawa lagi. aku terduduk di koridor rumah sakit. aku menunggu mayat suami ku untuk di bawa pulang. aku sangat terpukul hingga menangis pun aku ta bisa lagi. hanya tatapan kosong yang ada. kenapa semua cobaan begitu berat untuk ku. belum lagi kami yang tidak di restui. dan di salah kan oleh pihak suami ku. aku pun hanya bisa diam tanpa membalas perkataan mereka. aku memasuki kamar pengantin ku. setelah dari malam sampai ia di makam kan aku selalu berada di samping nya. melihat bunga pengantin masih menghiasi kamar pengantin ku. ku kira ia lah yang akan menjadi saksi bisu di malam pertama ku dan suami ku. tapi sayang semua nya sirna cinta ku telah terkubur di bawa oleh suami ku. ya mas Adi Nugroho nama suami ku. kami berpacaran sekitar 2 tahun lebih. banyak tantangan yang sudah kami hadapi dari pihak mas Adi. karna kami berbeda kasta. itu lah alasan nya. aku adalah seorang yatim piatu yang hanya bekerja di sebuah kantor kecil. di kantor itu lah pertemuan ku dengan mas Adi.

__ADS_1


Aku duduk di dalam rumah menatap nanar ke jendela kaca yang memperlihatkan kendaraan berlalu lalang pada malam hari.. hari ini terakhir masa idah ku dan besok aku bisa turun kerja kembali. semua baju baju alm mas Adi di bawa oleh ibu mertuaku. sehelai pun tidak ada yang tersisa tentang alm mas Adi di rumah ini. sekarang dunia ku terasa kosong. aku menemui makan nya pun ta di perbolehkan oleh ibu mertua ku. hingga ia ta segan menyewa petugas makam untuk menjaga nya.

__ADS_1


"aku harus kuat. aku tidak bisa seperti ini saja" gumam ku dalam hati. aku pun menuju ke kamar setelah menutup gorden jendela. aku merebahkan diri. ingatan ku masih tertuju pada alm mas Adi aku menghadap ke samping menatap nanar bantal yang belum pernah sekalipun di tiduri nya.

__ADS_1


Saat kumandang subuh aku bangun membersihkan diri dan sholat. setelah itu bersiap untuk berangkat kerja. ku lihat mata ku membengkak karena habis nangis malam tadi. ku sapu bedak tipis dan lipstik berwarna pink tipis. aku pun meraih tas kerja ku.

__ADS_1


"bismillah, aku pasti bisa melalui ini semua!" sambil menghembuskan nafas kasar aku pun melangkah keluar dari rumah. setelah mengunci pintu aku berdiri di pinggir jalan untuk menunggu angkot menuju kantor. sekitar 10 menit menunggu angkot pun datang. aku pun menaiki nya. jarak dari rumah ke kantor memakan waktu 30 menitan. setelah sampai kau pun melangkahkan kaki memasuki kantor. banyak teman menyambut kedatangan ku. mereka memberikan semangat bahkan ada juga yang menangis. aku pun sudah bisa mengendalikan diri hingga aku pun tersenyum pada mereka. saat jam kerja di mulai kami masing masing kembali ke meja kerja. aku lihat meja mas Adi sudah ada yang menempati, aku pun tersenyum sendiri. bagai mana pun aku harus kuat dan mengikhlaskan mas Adi agar ia tenang di sana. aku pun memulai kerja. setelah 3 bulan lebih aku tidak turun kerja. untung ada teman yang menggantikan nya. sehingga aku tidak kerepotan.

__ADS_1


__ADS_2