
Saat pulang kerja aku ta ikut dengan Caca karna ia ada keperluan mendesak. aku menunggu angkot di pinggir jalan. ta selang lama mobil Arif berhenti di depan ku.
"Ra pulang bareng yu.!" ajak nya.
"maaf Rif kaya nya aku naik angkot aja.!" tolak ku.
__ADS_1
"sampai kapan sih Ra kamu menghindar dari aku. aku ga bakalan ngelakuin apa apa ko sama kamu!" bujuk Arif pada ku.
"em,, baik lah.!" ucap ku menyerah.
aku pun naik ke dalam mobil nya. setelah Arif membukakan pintu mobil. mobil pun melaju dengan santai.
__ADS_1
"terimakasih Rif, kebetulan aku haus banget." ucap ku langsung meminum minuman itu. tapi ta berapa lama aku merasa mata ku berat sekali rasa ingin tidur. lama kelamaan aku ta sadarkan diri hingga terlelap.
Aku memegangi kepala ku yang serasa pusing. aku melihat sekeliling. aku sedang berada di sebuah kamar tapi bukan kamar ku. aku terkejut sontak langsung duduk dan aku melihat ada Arif di samping ku. aku membuka selimut yang menutupi tubuh ku. aku terkejut karna saat ini aku tidak memakai sehelai benang pun. dan area bawah ku terasa sakit. aku pun langsung tau apa yang sudah terjadi. aku pun langsung memungut pakaian ku dan lekas pergi dari kamar itu. ternyata aku sedang berada di sebuah hotel aku pun gegas pulang ke rumah. dengan memesan taxi online. setelah 1 jaman aku sampai di rumah Arif ternyata membawaku jauh dari kediaman ku. aku bisa saja marah pada nya dengan apa yang ia lakukan pada ku hanya saja aku tidak mau ia berbuat lebih dari yang ia lakukan sekarang. aku mengalah untuk pulang. aku masuk ke dalam rumah ku hari ternyata sudah pukul 1 malam.
aku pun lekas membersihkan diri. setelah itu menuju kamar. air mata ku sedikit pun ta menetes. aku terduduk di atas ranjang, hingga aku melihat ke sisi bantal yang tidak pernah di tiduri mas Adi. aku mulai menangis karna kesucian ku telah di renggut oleh orang lain yang bukan suami ku sendiri aku menangis sejadi jadi nya. aku mengadu pada mas Adi seolah ia bisa mendengarkan semua kekesalan yang ada di diri ku. aku menyesal sudah mau percaya dengan Arif. hingga menjelang pagi aku tidak bisa tidur hanya air mata yang keluar. aku menatap kosong dengan nasip ku kedepan nya. bagai mana kalo aku hamil. aku tidak mau menikah dengan Arif. aku berharap waktu bisa ku putar. aku tidak ingin ada di posisi ini. aku ingin pergi sejauh mungkin. saat sudah mulai lelah aku pun tertidur.
__ADS_1
hingga satu minggu aku tidak masuk ke kantor. aku hanya berdiam diri di rumah. banyak pesan yang masuk dari Caca dan Arif. tapi aku abai kan. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. rencana nya nanti sore aku akan ke rumah Caca untuk menitip kan surat pengunduran diri ku. aku ingin menjual Rumah ini, aku ingin pergi dari sini. hingga ingin memulai hidup baru di tempat yang baru. banyak kenangan pahit yang tertoreh di kampung ku ini. hingga aku rasa tidak sanggup lagi untuk menempati rumah ku ini. akan ku kubur dalam dalam semua yang sudah terjadi.